
HUMANIORA – (26/8/2026) Mobilitas internasional bagi mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak berhenti pada pengalaman belajar di luar negeri. Mahasiswa juga didorong untuk hadir, berinteraksi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat mereka menjalankan program. Semangat tersebut ditunjukkan peserta International Student Mobility and Student Sharing (I-SMASH) 2026
CHUMPHON, Thailand — Ada sebuah momen ketika bahasa tidak lagi menjadi persoalan. Lima siswa dan mahasiswa duduk bersama, membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara perlahan, mengikuti ketukan nada, mengulang bacaan, dan sesekali harus mengulang dari awal. Mereka tidak selalu memiliki bahasa komunikasi yang sama. Namun, ketika lantunan Surah Maryam ayat 30–35 mulai
SONGKHLA, Thailand — Sebuah kamus mungkin hanya terdiri atas deretan kata dan terjemahan. Namun, bagi siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, sebuah kamus tiga bahasa yang disusun oleh mahasiswa peserta program internasional dapat menjadi jembatan untuk memahami bahasa yang selama ini tidak selalu mudah mereka kuasai. Pada 13 Agustus 2026,
SONGKHLA–YALA, Thailand— Lapangan sekolah berubah menjadi arena penuh warna. Biru, merah, hijau, dan kuning tampak memenuhi ruang kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School, Chana District, Songkhla selama lima hari, 27–31 Juli 2026. Di balik warna-warna tersebut, para siswa berlari, bermain voli, bertanding badminton, melakukan tolak peluru, hingga meneriakkan yel-yel kelompok. Bagi
SONGKHLA–YALA, Thailand — Dua jam berada di depan peserta lain mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi 14 siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, dua jam tersebut menjadi ruang untuk belajar mengatasi rasa gugup, memperbaiki pengucapan, mengatur intonasi, dan yang paling penting berani berbicara dalam bahasa Inggris di depan orang lain. Pengalaman
BANGKOK — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tidak membuat kemerdekaan terasa jauh. Hal itu dialami 13 peserta International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026 ketika mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (18/8/2026). Di tengah lingkungan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Ada pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dengan duduk di ruang kelas. Bagi Fahrizal Putra Utama (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), Balqis Cashilla Zahrani (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), dan Naisilla Natasha Putri (mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab) dalam program I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
Ada perjalanan yang tidak hanya membawa seseorang berpindah tempat, tetapi juga mengubah cara ia memandang dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) di Thailand merupakan salah satu perjalanan semacam itu. Program ini bukan sekadar agenda mobilitas mahasiswa atau praktik lapangan di luar negeri, melainkan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Pendidikan terkadang menemukan maknanya bukan di ruang kelas, melainkan di ruang tamu sebuah rumah, di tengah percakapan keluarga, dan dalam doa yang dipanjatkan bersama. Nuansa itulah yang terasa dalam Yiam Ban Nak Rian, sebuah tradisi kunjungan rumah santri kelas akhir yang dilaksanakan oleh Rungrote Wittaya School, Thailand,
Ada perjalanan yang hanya membawa seseorang berpindah tempat. Namun, ada pula perjalanan yang diam-diam mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia, pendidikan, dan dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) Humaniora di Chumphon, Thailand, termasuk dalam kategori kedua. Ia bukan sekadar perjalanan ke luar negeri