
HUMANIORA – (7/9/2026) Kemampuan melihat persoalan secara kritis dan menemukan solusi yang relevan menjadi salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika perkuliahan maupun dunia profesional. Hal tersebut menjadi fokus dalam sesi berbagi mengenai Innovation and Problem Solving yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru Program Studi Manajemen UIN Maulana
HUMANIORA – (7/9/2026) Namaku Nurmadjidah Maradjabessy, mahasiswi semester lima Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sudah beberapa hari aku pulang dari Phetchaburi, Thailand. Namun, setiap kali malam menjelma hening, kenangan itu datang kembali seperti pusaran waktu yang tak henti memanggilku. Baca juga: Malam ini, aku
Ketika mendengar istilah Sastra Arab, banyak orang langsung membayangkan kumpulan puisi klasik, cerita-cerita dari Timur Tengah, atau kitab-kitab berbahasa Arab yang tebal dan sulit dipahami. Sebagian lagi mengira bahwa Sastra Arab hanyalah bidang ilmu yang mempelajari karya-karya lama yang jauh dari kehidupan modern. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga
HUMANIORA – (4/9/2026) Langit Surabaya pagi itu tampak teduh, seolah ikut merestui langkah kami menuju perjalanan yang sejak lama hanya hidup dalam bayangan. Di halaman Fakultas Humaniora, wajah-wajah penuh harap berkumpul dalam suasana yang hangat sekaligus khidmat. Sebelum keberangkatan, Dekan Fakultas Humaniora menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi membekas kuat di
HUMANIORA – (3/9/2026) Pelayanan kepada mahasiswa menjadi salah satu perhatian utama Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat kinerja kelembagaan. Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan bahwa setiap bagian di lingkungan fakultas perlu menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, profesional, responsif, serta menjadikan kebutuhan mahasiswa
HUMANIORA – (3/9/2026) Tidak semua perjalanan dimulai dengan keberanian. Sebagian justru lahir dari keraguan, kegelisahan, dan pertanyaan-pertanyaan yang terus bergema di kepala. Begitulah perjalanan saya menuju Thailand dalam program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) Humaniora bermula. Negeri yang sebelumnya hanya saya kenal lewat peta dan cerita orang lain, mendadak
Setiap tahun, ribuan lulusan SMA di Indonesia dihadapkan pada pertanyaan yang sama: jurusan apa yang akan dipilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi? Sebagian besar mulai mempertimbangkan prospek kerja, minat pribadi, hingga perkembangan dunia di masa depan. Di tengah banyaknya pilihan program studi yang tersedia, Sastra Arab sering kali menjadi
HUMANIORA – (2/9/2026) Ada perjalanan yang tidak pernah direncanakan secara matang, tetapi justru menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup. Bagi saya, perjalanan ke Thailand melalui program I-SMASH Humaniora adalah salah satunya. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain, melainkan sebuah proses belajar yang mempertemukan
HUMANIORA – (1/9/2026) Keramahan menjadi bagian penting dalam pelayanan, tetapi dunia profesional menuntut lebih dari sekadar senyum dan tutur kata yang baik. Kemampuan berkomunikasi, memahami kebutuhan pelanggan, menangani keluhan, menyelesaikan konflik, hingga menjaga etika profesi merupakan kompetensi yang harus dapat dibuktikan. Tahap inilah yang dijalani mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana
HUMANIORA – (1/9/2026) Manuskrip pesantren tidak sekadar menjadi peninggalan masa lalu, tetapi merupakan rekaman kehidupan intelektual, tradisi keilmuan, dan proses pembentukan jati diri Islam Nusantara. Perspektif tersebut disampaikan Prof. Dr. M. Faisol Fatawi, M. Ag. dalam Seminar Turots Internasional bertajuk “Khidmah Turots & Keberlangsungan Estafet Keilmuan Ulama Nusantara” yang berlangsung