
HUMANIORA — (24/4/2026) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Muchammad Mufti Akmal, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 6 asal Sidoarjo, berhasil meraih Juara 1 Lomba Voice Over dalam ajang nasional SERBA (Serentak Bersuara) 2k26 yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti, Jakarta. Baca
HUMANIORA – (23/4/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sharing session bersama Tim Informasi dan Publikasi (Infopub) sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran publikasi digital dalam mendukung reputasi institusi di tingkat global. Kegiatan ini menjadi momentum penting pasca capaian UIN Malang yang berhasil masuk dalam jajaran SCImago Institutions
HUMANIORA – (23/4/2026) Sosok Lulut Edi Santoso tampil kuat dalam Seminar Nasional Filologi sebagai figur yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghidupkan kembali relasi emosional antara manusia dan manuskrip Nusantara. Pendiri Perpustakaan Sejarah dan Budaya Puspa Lulut ini mengajak generasi muda untuk tidak sekadar mempelajari naskah kuno, melainkan membaca
Oleh: Nabila Phaza Transformasi peran perempuan Indonesia di era kontemporer merupakan salah satu capaian sosial yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Perempuan hari ini tidak lagi terbatas pada ranah domestik, melainkan telah mengambil peran strategis di berbagai sektor—pendidikan, politik, ekonomi, hingga ruang-ruang global. Kemampuan berpikir kritis, inovasi gagasan, serta keberanian
HUMANIORA – (22/4/2026) Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Prof. Dr. Muassomah, M.Si., M.Pd., sukses menempati peringkat teratas nasional dalam kategori Author Bidang Bahasa Arab berdasarkan SINTA Score 3Yr. Baca juga: Capaian prestisius ini
Oleh: Nadha Ria Di era ketika blog, Twitter, dan Instagram menjadi ruang utama untuk menyuarakan pendapat, kita sering kali menganggap bahwa “bersuara” adalah privilese zaman digital. Namun, jauh sebelum semua itu hadir, Raden Ajeng Kartini telah menunjukkan bahwa suara tidak selalu membutuhkan teknologi canggih—ia membutuhkan keberanian berpikir dan ketekunan menulis.
Oleh: Thuba Sundusiyyah Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nama Raden Ajeng Kartini kerap dilekatkan pada identitas pahlawan perempuan yang identik dengan kebaya dan sanggul. Representasi ini memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi cenderung menyederhanakan kompleksitas sosok Kartini. Jika ditelusuri lebih dalam, dari pinggiran Jepara pada akhir abad ke-19, Kartini justru tampil
HUMANIORA – (22/4/2026) Kesadaran baru terhadap pentingnya pelestarian manuskrip Nusantara kembali digaungkan melalui Seminar Nasional Filologi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (20/4/2026). Bertempat di Ruang Teater Gedung Oesman Mansur lantai 3, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, Lulut
Oleh: Alviana Firda Setiap peringatan Hari Kartini, ruang-ruang publik dipenuhi nuansa tradisional: kebaya dikenakan dengan anggun, sanggul ditata rapi, dan berbagai seremoni digelar dengan penuh penghormatan. Namun, di balik perayaan yang sarat simbol tersebut, muncul pertanyaan yang patut direnungkan, terutama oleh mahasiswa Humaniora: apakah kita benar-benar memahami sosok Raden Ajeng
Oleh: Ashif Azril Peringatan Hari Kartini 21 April 2026 menjadi momen yang pas untuk kita mengingat lagi perjuangan Kartini dahulu kala. jika zaman dulu Kartini menyampaikan pemikirannya lewat surat, sekarang perempuan punya cara yang jauh lebih mudah dan cepat, yaitu lewat media sosial. Bisa dibilang, media sosial sekarang menjadi “tempat