
HUMANIORA – (23/10/2026) Menguasai bahasa Arab tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata atau memahami kaidah tata bahasa. Kemampuan berbahasa justru tumbuh ketika seseorang terbiasa mendengar, berbicara, membaca, dan menulis secara konsisten. Pesan inilah yang dibawa Dr. Nur Hasaniyah, M.A., dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN
HUMANIORA – (22/10/2026) Kemampuan berbicara dalam bahasa asing ternyata belum cukup untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan mancanegara. Seorang pemandu wisata mungkin mampu menjelaskan destinasi dengan lancar, tetapi belum tentu memahami mengapa sebagian wisatawan sangat menghargai ketepatan waktu, membutuhkan ruang privasi, atau lebih tertarik mengunjungi pasar tradisional daripada pusat perbelanjaan
Setiap 22 Oktober, bangsa ini diingatkan pada satu momentum penting: Hari Santri. Tanggal itu merujuk pada Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy’ari pada 1945, ketika para kiai dan santri bergerak mempertahankan kemerdekaan. Negara kemudian mengukuhkannya sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Pengakuan itu diperkuat dengan
HUMANIORA – (22/10/2026) Banyak mahasiswa sebenarnya telah mengenal kosakata dan mempelajari tata bahasa Inggris sejak sekolah. Namun, ketika diminta berbicara, tidak sedikit yang masih ragu memulai percakapan sederhana. Kekhawatiran salah mengucapkan kata atau menyusun kalimat kerap menjadi penghalang untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Dr.
HUMANIORA – (21/10/2026) Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik. Keterampilan membangun jejaring, memecahkan masalah, dan memahami persoalan kemanusiaan menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan zaman. Pesan inilah yang ditekankan Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag.,
HUMANIORA – (21/10/2026) Kreativitas, keberanian, dan kemampuan bekerja sama yang ditunjukkan peserta selama mengikuti National Student Summit (NSS) 2026 mendapat apresiasi khusus dari Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui pemberian penghargaan kepada peserta terbaik, fakultas memberikan pengakuan atas potensi dan capaian siswa dalam berbagai kegiatan pengembangan diri yang
HUMANIORA – (21/10/2026) Program pendidikan yang bermakna tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi para pendidik yang mendampingi mereka. Hal inilah yang dirasakan Zaimah Bunga, perwakilan guru dari KMI Pondok Pesantren Pabelan, saat menyampaikan kesan dan harapannya dalam Closing Ceremony National Student Summit (NSS) 2026
HUMANIORA – (21/10/2026) Tiga hari mengikuti National Student Summit (NSS) 2026 di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Beragam pengalaman belajar, kesempatan mengenal kehidupan kampus, hingga kebersamaan dengan teman-teman dari berbagai daerah menjadi bagian dari perjalanan yang tidak mudah dilupakan. Baca juga: Kesan
HUMANIORA – (21/10/2026) Tiga hari mungkin terasa singkat, tetapi pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk melangkah lebih jauh. Setelah mengikuti berbagai kegiatan akademik, pengembangan kreativitas, dan pengenalan kehidupan kampus, rangkaian National Student Summit (NSS) 2026 Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi berakhir melalui Closing Ceremony yang
HUMANIORA – (21/10/2026) Menjadi mahasiswa ternyata bukan hanya soal mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, atau mengejar nilai akademik. Ada proses penyesuaian diri, pengalaman membangun pertemanan, hingga tantangan mengatur waktu yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan. Gambaran kehidupan kampus inilah yang diperoleh peserta National Student Summit (NSS) 2026 melalui pengalaman langsung dua