
HUMANIORA – (23/10/2026) Menguasai bahasa Arab tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata atau memahami kaidah tata bahasa. Kemampuan berbahasa justru tumbuh ketika seseorang terbiasa mendengar, berbicara, membaca, dan menulis secara konsisten. Pesan inilah yang dibawa Dr. Nur Hasaniyah, M.A., dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN
HUMANIORA – (20/10/2026) Sejarah tidak selalu tersimpan dalam dokumen tua, arsip pemerintahan, atau catatan tentang pergantian kekuasaan. Jejak masa lalu juga dapat ditemukan dalam cerita rakyat yang diwariskan antargenerasi, tradisi masyarakat yang masih bertahan, perubahan lingkungan, hingga cara suatu kelompok mengingat pengalaman kolonial. Berbagai fenomena tersebut membuka peluang penelitian yang
HUMANIORA – (19/10/2026) Belajar tentang media dan teknologi pembelajaran tidak cukup hanya dengan mengenal berbagai aplikasi atau memahami teori penggunaannya. Mahasiswa juga perlu mencoba, berdiskusi, dan menemukan cara memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik. Pendekatan inilah yang dibawa Dien Nur Chotimah, dosen Program Studi Bahasa dan Sastra
HUMANIORA – (16/10/2026) Tidak semua kesempatan datang ketika seseorang merasa benar-benar siap. Terkadang, keberanian untuk mencoba justru menjadi langkah pertama yang membuka pengalaman dan pencapaian baru. Prinsip itulah yang dipegang Ummu Qathrun Najwa, mahasiswa semester lima Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
HUMANIORA – (16/10/2026) Menguasai bahasa asing ternyata tidak selalu menjamin seseorang mampu memahami orang lain. Dua orang dapat menggunakan bahasa yang sama, tetapi tetap mengalami kesalahpahaman karena memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, dan cara memaknai pesan yang berbeda. Persoalan inilah yang menjadi perhatian dalam Workshop Bahasa Asing (Arab–Inggris) yang menghadirkan
HUMANIORA – (15/10/2026) Bertahun-tahun belajar bahasa Arab, menghafal ratusan kosakata, bahkan memahami rumus nahwu dan sharaf, ternyata belum tentu membuat siswa percaya diri berbicara dalam bahasa Arab. Tidak sedikit pembelajar yang mampu menjawab soal tata bahasa dengan baik, tetapi justru kesulitan ketika harus menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan sederhana. Persoalan
HUMANIORA – (15/10/2026) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperkuat atmosfer akademik berwawasan internasional melalui kegiatan International Scholar Engagement (ISE) yang mengangkat topik Semantik Bahasa Arab. Menghadirkan pakar linguistik dari Mesir, Prof. Dr. Rajab Abdussalam Al-Hamshani, akademisi pada Akademi Bahasa Arab
HUMANIORA – (8/10/2026) Ketepatan memilih metode penelitian, menentukan sumber data, hingga memastikan keabsahan temuan menjadi fondasi penting dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Pesan akademik tersebut menjadi benang merah materi yang disiapkan Dr. Nur Ila Ifawati, M.Pd., dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik
HUMANIORA – (13/10/2026) Siapa sangka percakapan para gamer Arab di platform streaming, penggunaan emoji dalam media sosial, hingga bahasa yang dihasilkan kecerdasan buatan dapat menjadi bahan penelitian skripsi? Fenomena yang dekat dengan kehidupan digital tersebut justru menyimpan beragam persoalan kebahasaan yang menarik untuk diteliti. Peluang inilah yang diperkenalkan Makhiulil Kirom,
HUMANIORA – (12/10/2026) Keberanian mencoba ruang akademik baru membawa Ummu Qathrun Najwa, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2024, meraih Juara II kategori resensi buku berbahasa Arab dalam Qur’anic Essay Competition 2026. Capaian ini terasa istimewa karena kompetisi tersebut menjadi