HUMANIORA – (9/6/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperluas peluang internasional bagi mahasiswanya melalui program International Student Mobility and Academic Seminar in Humanities (I-SMASH) 2026. Program yang mengintegrasikan kegiatan akademik, magang internasional, dan pertukaran budaya ini resmi disosialisasikan kepada calon peserta melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/6/2026).
Read too:
- Tunjukkan Kreativitas di Bidang Broadcasting, Mahasiswa Humaniora Raih Juara 2 Voice Over Nasional
- I-CAN 2026 Buka Perspektif Baru, Ini Kesan dan Pesan Peserta
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed., Wakil Dekan Bidang AUPK, Miftahul Huda, Ph.D., koordinator I-SMASH di Thailand, M. Ridho, Perwakilan Liassion You-I, Altair Global, Uzbekistan, Eropa, serta mahasiswa yang berminat mengikuti program internasional tersebut. Sosialisasi menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai peluang belajar dan pengembangan profesional yang dapat diakses mahasiswa melalui I-SMASH 2026.

Dalam sesi sosialisasi, masing-masing perwakilan mitra I-SMASH 2026 memaparkan secara rinci peluang program magang yang tersedia di lembaga dan negara tujuan, mulai dari ruang lingkup pekerjaan, bidang pengembangan kompetensi, pengalaman lintas budaya, hingga manfaat yang akan diperoleh peserta selama mengikuti program.
Selain itu, mereka juga menjelaskan kualifikasi yang dibutuhkan calon peserta, di antaranya kemampuan komunikasi dalam bahasa asing, kesiapan beradaptasi di lingkungan internasional, komitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, serta kelengkapan dokumen administrasi yang dipersyaratkan. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakteristik masing-masing program magang sekaligus dapat mempersiapkan diri secara akademik maupun nonakademik untuk mengikuti seleksi I-SMASH 2026.

Secara terpisah, Dr. Halimi menegaskan bahwa I-SMASH bukan sekadar program perjalanan ke luar negeri, melainkan ruang pembelajaran global yang dirancang untuk membentuk mahasiswa berwawasan internasional dan siap menghadapi dinamika dunia kerja lintas negara.
“Kesempatan ini merupakan langkah besar dalam pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan lintas budaya, tetapi juga memperkuat jejaring global dan kemampuan adaptasi di dunia kerja internasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman internasional saat ini menjadi salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Karena itu, Fakultas Humaniora terus berupaya membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari lingkungan global melalui berbagai skema mobilitas akademik dan profesional.

Melalui I-SMASH 2026, mahasiswa berkesempatan mengikuti kegiatan akademik maupun magang internasional di sejumlah negara tujuan, antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Uzbekistan, Belgia, Belanda, Jerman, dan Prancis. Ragam negara tujuan tersebut memberikan pilihan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyesuaikan pengalaman internasional dengan minat akademik maupun rencana karier mereka.
Pendaftaran calon peserta I-SMASH 2026 sendiri dibuka pada 10–20 Juni 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti seleksi berkas pada 21–23 Juni 2026 dan seleksi wawancara pada 24–26 Juni 2026. Adapun hasil seleksi akan diumumkan pada 29 Juni 2026.
Selain memberikan pengalaman akademik dan profesional, program ini juga dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, membangun jejaring internasional, serta meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa di lingkungan global. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, institusi pendidikan, maupun dunia industri di negara tujuan, peserta diharapkan mampu mengembangkan perspektif yang lebih luas terhadap berbagai isu global.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung internasionalisasi mahasiswa, Fakultas Humaniora juga memberikan subsidi biaya bagi peserta. Program ini menggunakan skema cost-sharing dengan biaya partisipasi berkisar antara Rp10 juta hingga Rp25 juta, tergantung negara tujuan. Fakultas memberikan bantuan pembiayaan sebesar Rp3,5 juta hingga Rp5 juta untuk setiap peserta.
Dengan biaya tersebut, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, konsumsi, transportasi lokal, hingga berbagai program edukatif dan profesional selama berada di negara tujuan.
Melalui I-SMASH 2026, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman internasional, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta daya saing global yang semakin dibutuhkan di era konektivitas dunia saat ini. [al/Infopub]





