
Pengalaman terbaik dalam hidup saya selama di Thailand terukir indah di dalam sanubari, semuanya terjadi di Rungrote Wittaya School (RWS). Ada begitu banyak kenangan berharga, tawa, dan tantangan yang membentuk diri saya, hingga mustahil rasanya untuk merangkumnya dalam satu tulisan singkat. Setiap momen—dari yang canggung hingga yang paling mengharukan—terasa begitu
“Perjalanan bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tetapi tentang bagaimana kita menemukan diri di tengah lintasan waktu.” Ada sesuatu yang ajaib dari setiap perjalanan. Bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah transformasi batin. Malam sebelum keberangkatan, saya duduk menatap koper yang terbuka di lantai kamar. Di dalamnya, pakaian yang sudah dipilih
HUMANIORA – (10/9/2026) Halo teman-teman, perkenalkan, namaku Khoirunnisa, mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Dalam tulisan ini, aku ingin berbagi pengalaman tentang sebuah perjalanan yang tidak pernah benar-benar kurencanakan, tetapi justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupku. Sebuah perjalanan jauh ke
HUMANIORA – (7/9/2026) Namaku Nurmadjidah Maradjabessy, mahasiswi semester lima Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sudah beberapa hari aku pulang dari Phetchaburi, Thailand. Namun, setiap kali malam menjelma hening, kenangan itu datang kembali seperti pusaran waktu yang tak henti memanggilku. Baca juga: Malam ini, aku
HUMANIORA – (4/9/2026) Langit Surabaya pagi itu tampak teduh, seolah ikut merestui langkah kami menuju perjalanan yang sejak lama hanya hidup dalam bayangan. Di halaman Fakultas Humaniora, wajah-wajah penuh harap berkumpul dalam suasana yang hangat sekaligus khidmat. Sebelum keberangkatan, Dekan Fakultas Humaniora menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi membekas kuat di
HUMANIORA – (3/9/2026) Tidak semua perjalanan dimulai dengan keberanian. Sebagian justru lahir dari keraguan, kegelisahan, dan pertanyaan-pertanyaan yang terus bergema di kepala. Begitulah perjalanan saya menuju Thailand dalam program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) Humaniora bermula. Negeri yang sebelumnya hanya saya kenal lewat peta dan cerita orang lain, mendadak
HUMANIORA – (2/9/2026) Ada perjalanan yang tidak pernah direncanakan secara matang, tetapi justru menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup. Bagi saya, perjalanan ke Thailand melalui program I-SMASH Humaniora adalah salah satunya. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain, melainkan sebuah proses belajar yang mempertemukan
HUMANIORA – (26/8/2026) Mobilitas internasional bagi mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak berhenti pada pengalaman belajar di luar negeri. Mahasiswa juga didorong untuk hadir, berinteraksi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat mereka menjalankan program. Semangat tersebut ditunjukkan peserta International Student Mobility and Student Sharing (I-SMASH) 2026
CHUMPHON, Thailand — Ada sebuah momen ketika bahasa tidak lagi menjadi persoalan. Lima siswa dan mahasiswa duduk bersama, membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara perlahan, mengikuti ketukan nada, mengulang bacaan, dan sesekali harus mengulang dari awal. Mereka tidak selalu memiliki bahasa komunikasi yang sama. Namun, ketika lantunan Surah Maryam ayat 30–35 mulai
SONGKHLA, Thailand — Sebuah kamus mungkin hanya terdiri atas deretan kata dan terjemahan. Namun, bagi siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, sebuah kamus tiga bahasa yang disusun oleh mahasiswa peserta program internasional dapat menjadi jembatan untuk memahami bahasa yang selama ini tidak selalu mudah mereka kuasai. Pada 13 Agustus 2026,