
HUMANIORA – (30/10/2026) Rangkaian Festival Budaya PANDAWA 2026 Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi berakhir pada Jumat (30/10/2026). Bertempat di Auditorium Lantai 3 Fakultas Humaniora, acara penutupan berlangsung meriah dengan penampilan seni dari komunitas mahasiswa serta pengumuman para pemenang dari berbagai cabang perlombaan. Kegiatan ini secara resmi ditutup
HUMANIORA – (29/10/2026) Kekayaan budaya Indonesia tidak cukup hanya dikenal sebagai warisan masa lalu. Di tengah perubahan zaman, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga agar tradisi tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat. Pesan inilah yang menjadi perhatian Dekan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Faisol,
HUMANIORA– (29/10/2026) Semangat merayakan keberagaman budaya Indonesia hadir di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Festival Budaya Pandawa 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Humaniora ini resmi dibuka pada Kamis (29/10/2026), dengan mengusung tema “Panca Karsa: Merajut Budaya Nusantara.” Baca juga: Festival tersebut menjadi ruang
Sebelumnya, ketika mendengar istilah warisan budaya, saya langsung membayangkan bangunan tua, benda bersejarah, atau tradisi yang diwariskan turun-temurun. Saya merasa cara menjaganya pun cukup jelas: merawat bangunannya, menyimpan bendanya, dan memastikan tradisinya tetap dilaksanakan. Baca juga: Pemahaman itu mulai saya pertanyakan ketika mengikuti sharing session bersama Dr. Azhar Ibrahim dari
HUMANIORA – (28/10/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat universitas. Dalam momentum Sidang Terbuka Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperingati Dies-Mauludiyah ke-65 sekaligus Lustrum XIII, Rabu (28/10/2026), di Lantai 5 Gedung Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Fakultas
HUMANIORA – (22/10/2026) Kemampuan berbicara dalam bahasa asing ternyata belum cukup untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan mancanegara. Seorang pemandu wisata mungkin mampu menjelaskan destinasi dengan lancar, tetapi belum tentu memahami mengapa sebagian wisatawan sangat menghargai ketepatan waktu, membutuhkan ruang privasi, atau lebih tertarik mengunjungi pasar tradisional daripada pusat perbelanjaan
HUMANIORA – (22/10/2026) Banyak mahasiswa sebenarnya telah mengenal kosakata dan mempelajari tata bahasa Inggris sejak sekolah. Namun, ketika diminta berbicara, tidak sedikit yang masih ragu memulai percakapan sederhana. Kekhawatiran salah mengucapkan kata atau menyusun kalimat kerap menjadi penghalang untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Dr.
HUMANIORA – (21/10/2026) Menulis artikel ilmiah tidak selalu harus dimulai dari pendahuluan. Bagi sebagian mahasiswa, justru bagian pembuka menjadi hambatan yang membuat proses penulisan berjalan lambat. Terlalu lama memikirkan latar belakang, merangkai kalimat pertama, atau mencari referensi tambahan sering kali membuat gagasan penelitian yang sebenarnya sudah tersedia belum juga berkembang
HUMANIORA – (16/10/2026) Menguasai bahasa asing ternyata tidak selalu menjamin seseorang mampu memahami orang lain. Dua orang dapat menggunakan bahasa yang sama, tetapi tetap mengalami kesalahpahaman karena memiliki latar belakang budaya, kebiasaan, dan cara memaknai pesan yang berbeda. Persoalan inilah yang menjadi perhatian dalam Workshop Bahasa Asing (Arab–Inggris) yang menghadirkan
HUMANIORA – (15/10/2026) Bertahun-tahun belajar bahasa Arab, menghafal ratusan kosakata, bahkan memahami rumus nahwu dan sharaf, ternyata belum tentu membuat siswa percaya diri berbicara dalam bahasa Arab. Tidak sedikit pembelajar yang mampu menjawab soal tata bahasa dengan baik, tetapi justru kesulitan ketika harus menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan sederhana. Persoalan