MIU Login

I-YES 2026 Resmi Dibuka, Humaniora Perkuat Dialog dan Persahabatan Lintas Budaya

HUMANIORA – (28/9/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2026, Senin (28/9/2026), di Aula Lantai 3 Fakultas Humaniora. Mengusung tema “Voices Across Cultures: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future”, program internasional tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara dalam rangkaian pembelajaran akademik, pertukaran budaya, dan pengalaman lintas masyarakat.

Read too:

I-YES 2026 diikuti oleh 27 peserta dari 11 negara. Para peserta internasional hadir dari berbagai kawasan, antara lain Afghanistan, Chad, Comoros, Ghana, Madagascar, Nigeria, Pakistan, Palestine, Philippines, Sudan, dan The Gambia, bersama dengan perwakilan mahasiswa Indonesia.

Kehadiran peserta dari beragam latar negara dan budaya tersebut menjadi bagian penting dari konsep I-YES sebagai ruang perjumpaan global. Melalui interaksi langsung selama program, peserta tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan akademik dan budaya Indonesia, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal perspektif, tradisi, serta pengalaman peserta dari negara lain.

Kedua MC, Muhammad Jihad Deft Maulana (Sasing) dan Rasni Haryana Ritonga (BSA) membuka acara I-YES 2026

Tema “Voices Across Cultures: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future” menjadi landasan penyelenggaraan I-YES 2026. Tema tersebut menempatkan keberagaman bukan sekadar sebagai latar belakang peserta, tetapi sebagai sumber pembelajaran untuk membangun dialog yang saling menghargai.

Melalui perjumpaan mahasiswa dari berbagai negara, I-YES diarahkan untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gagasan kolaboratif mengenai masa depan yang berkelanjutan.

Program ini dirancang secara intensif dengan memadukan pembelajaran akademik, interaksi sosial-budaya, kunjungan budaya, serta pengalaman belajar di sekolah. Dengan demikian, pengalaman peserta tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan masyarakat dan lingkungan budaya di Malang Raya.

Pembukaan I-YES 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan sarat nuansa kebudayaan. Sebelum acara dimulai, peserta dan tamu undangan disuguhi penampilan Voices of Humanities dari Sanggar Tari Srikandi. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menyambut antusias penyelenggaraan I-YES 2026. Dalam sambutannya yang disampaikan dengan memadukan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, Dekan menekankan bahwa I-YES menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring yang lebih luas.

Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag. memberikan sambutan acara I-YES 2026

“Kita sangat senang dengan terselenggaranya I-YES karena kegiatan ini membuka wawasan dan memperluas jejaring. Semoga I-YES menjadi wasilah bagi kita untuk membangun hubungan yang lebih luas, mempertemukan berbagai budaya, dan menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, mitra, undangan, serta seluruh sivitas akademika yang terlibat dalam menyiapkan pelaksanaan I-YES 2026.

Foto Ketua Pelaksana I-YES 2026, Anwar Mas’adi, M.A. menyampaikan sambutan melalui geguritan Jawa

Sementara itu, Ketua Pelaksana I-YES 2026, Anwar Mas’adi, M.A., menyampaikan sambutan dengan mengenakan busana adat Jawa. Ia menyampaikan ungkapan selamat datang kepada seluruh peserta melalui geguritan Jawa sebagai bentuk penyambutan sekaligus pengenalan kekayaan budaya lokal.

Penggunaan bahasa dan busana Jawa dalam penyambutan tersebut menjadi simbol perjumpaan antara peserta internasional dengan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa yang menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat Malang dan Jawa Timur.

Foto Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. menyampaikan sambutan dengan tiga pantun yang mengangkat semangat perjumpaan antarpeserta.

Pesan mengenai persahabatan lintas budaya menjadi bagian penting dalam sambutan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor UIN Malang.

Prof. Triyo menyampaikan tiga pantun yang mengangkat semangat perjumpaan antarpeserta. Salah satu pantun yang disampaikannya berbunyi:

“I-YES datang membawa cerita,
Dari berbagai bangsa dan budaya,
Mari berdialog dan membagi makna,
Untuk dunia yang damai dan berkelanjutan.”

Dalam pesannya, Prof. Triyo menyampaikan harapan pimpinan universitas agar peserta I-YES tidak memandang program tersebut sekadar sebagai kegiatan akademik atau pertukaran budaya.

Peserta diharapkan hadir sebagai duta budaya sekaligus duta persahabatan. Karena itu, pengalaman yang dibawa pulang tidak hanya berupa sertifikat, tetapi juga pengetahuan, pengalaman, jejaring persahabatan, serta pemahaman mengenai kehidupan dan tradisi masyarakat Malang.

Pesan tersebut menegaskan bahwa inti I-YES berada pada proses perjumpaan. Peserta diajak mengenal Indonesia dan Malang, sekaligus membuka diri untuk mengenal peserta lain yang datang dari latar budaya berbeda.

Perbedaan bahasa, budaya, tradisi, dan pengalaman hidup tidak ditempatkan sebagai jarak, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar satu sama lain. Dari ruang perjumpaan tersebut, peserta diharapkan menemukan perspektif baru tentang kehidupan bersama dalam keberagaman.

I-YES juga menjadi ruang untuk membangun gagasan mengenai masa depan. Dialog lintas budaya diharapkan dapat mendorong lahirnya pemikiran mengenai perdamaian berkelanjutan, pendidikan global, kemanusiaan, dan bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai pengalaman manusia untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Pembukaan kemudian ditandai secara simbolis dengan angklung oleh Wakil Rektor bersama dengan pimpinan Fakultas Humaniora

Pembukaan kemudian ditandai secara simbolis dengan angklung, sebelum seluruh peserta diperkenalkan kepada sivitas akademika dan tamu undangan. Pengenalan tersebut memperlihatkan keberagaman peserta I-YES 2026 yang datang dari berbagai negara dan latar budaya. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan juga secara simbolis mengalungkan selendang kepada peserta sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan kepada para mahasiswa internasional yang hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. H. Halimi, M.Pd., serta penampilan tari yang semakin memperkuat nuansa budaya dalam pembukaan.

Selama lima hari, peserta akan mengikuti rangkaian program yang memadukan aktivitas akademik, forum internasional, interaksi lintas budaya, serta pengalaman langsung mengenal masyarakat dan budaya lokal.

Rangkaian kegiatan mencakup Program Overview, International Student Forum, pertemuan dengan pimpinan fakultas, kunjungan sekolah, intercultural talk, praktik memasak makanan tradisional, permainan tradisional, serta kelas budaya seperti gamelan dan tari.

Peserta juga akan mengikuti aktivitas membatik, outbound, kunjungan destinasi wisata, hingga Closing Ceremony sebagai penutup program.

Rangkaian tersebut dirancang agar pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Peserta dapat belajar tentang budaya melalui percakapan, mengenal dunia pendidikan melalui kunjungan sekolah, serta memahami tradisi melalui praktik dan interaksi.

Bagi Fakultas Humaniora, penyelenggaraan I-YES 2026 menjadi bagian dari penguatan ruang internasionalisasi yang mempertemukan bahasa, budaya, pendidikan, dan pengalaman lintas masyarakat.

Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kajian dan pendidikan humaniora dapat menjadi ruang untuk memahami manusia dalam keberagamannya. Pertemuan lintas budaya memungkinkan peserta melihat bahwa perbedaan tidak harus menjadi batas, tetapi dapat menjadi titik awal untuk membangun dialog dan kolaborasi.

Tema “Voices Across Cultures: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future” menjadi pijakan untuk menghadirkan pengalaman tersebut. Suara dari berbagai budaya dipertemukan melalui dialog, sementara keberagaman menjadi sumber inspirasi untuk membangun gagasan mengenai masa depan.

Dengan mempertemukan 27 peserta dari berbagai negara dan latar budaya, I-YES 2026 diharapkan meninggalkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar capaian akademik.

Persahabatan, pemahaman lintas budaya, jejaring internasional, serta pengalaman hidup bersama dalam keberagaman menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat dibawa peserta ke lingkungan masing-masing setelah program berakhir.

Pada akhirnya, I-YES 2026 bukan hanya tentang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara di satu kampus. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang untuk belajar mengenal manusia melalui budaya, membangun persahabatan melalui perjumpaan, dan menemukan kemungkinan kolaborasi melalui dialog. [unr/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait