MIU Login

I-CAN 2026 Buka Perspektif Baru, Ini Kesan dan Pesan Peserta

HUMANIORA – (9/6/2026) Humaniora International Career Access Network (I-CAN) 2026 tidak hanya menjadi ajang pengembangan karier internasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Berbagai materi yang disampaikan oleh praktisi dan profesional internasional dinilai mampu membuka perspektif baru tentang dunia kerja global, kreativitas, hingga pentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya.

Read too:

Program yang berlangsung pada 2–4 Juni 2026 di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut diikuti oleh mahasiswa aktif, alumni, serta mahasiswa internasional dari berbagai negara. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai creative thinking, public speaking, networking, kewirausahaan, hingga peluang pengembangan karier internasional.

Salah satu peserta internasional asal Afghanistan, Ahmad Naweed, mengaku memperoleh pengalaman yang berbeda dibandingkan berbagai program yang pernah ia ikuti sebelumnya.

Menurutnya, I-CAN 2026 memberikan banyak pembelajaran baru yang tidak hanya berkaitan dengan pengembangan karier, tetapi juga cara membangun pola pikir yang lebih terbuka dalam menghadapi tantangan global.

I joined a lot of programs before but this program hits different and I learn a lot from this program,” ungkapnya.

Kesan serupa juga disampaikan Abil, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Ia menilai metode penyampaian materi yang digunakan para narasumber menjadi salah satu keunggulan utama program tersebut.

Menurutnya, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak berpikir kreatif, melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, serta mempraktikkan teknik presentasi yang efektif dan profesional.

“Yang membuat program ini unik dan menarik adalah teknik penyampaian materinya yang berbeda dengan program-program lain yang telah saya ikuti. Dalam program ini saya belajar cara berpikir out of the box, melihat suatu masalah dari berbagai POV, serta teknik presentasi yang baik seperti how to impress with dress dan berbagai strategi komunikasi lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ifa, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, mengungkapkan bahwa salah satu pengalaman paling berkesan adalah kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana membangun komunikasi dan relasi dengan klien asing.

“Banyak insight yang saya dapatkan karena dalam program ini kami benar-benar dilatih dan dihadapkan langsung dengan manajemen klien asing,” tuturnya.

Ketua Pelaksana Humaniora I-CAN 2026, Misbahus Surur, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dan alumni dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja internasional yang semakin kompetitif.

Menurutnya, penguasaan akademik saja tidak lagi cukup. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan membangun jejaring, berkomunikasi secara global, berpikir kreatif, serta memiliki kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan berbagai pihak dari latar belakang budaya yang berbeda.

Humaniora I-CAN 2026 hadir untuk membantu mahasiswa dan alumni mengoptimalkan potensi diri serta membangun kesiapan menghadapi dunia kerja internasional. Tidak hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga jejaring, komunikasi global, dan kesiapan profesional,” jelasnya.

Selama pelaksanaan program, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari J. Mahameru, M.Sc., M.Litt., yang menekankan pentingnya creative thinking sebagai salah satu keterampilan utama abad ke-21. Pada hari pertama, peserta diajak memahami bagaimana kreativitas dapat menjadi fondasi dalam membangun jejaring profesional sekaligus membuka peluang kewirausahaan di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.

Kegiatan juga diperkaya dengan sesi Breaking Through yang mendorong peserta untuk berani melihat peluang dari berbagai perspektif dan mengembangkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan. Melalui pelatihan, mentoring, simulasi bisnis, hingga diskusi bersama profesional internasional, peserta didorong untuk mengubah ide kreatif menjadi peluang nyata di masa depan.

Di akhir kegiatan, Misbahus Surur mengapresiasi antusiasme peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian program. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama I-CAN 2026 dapat menjadi bekal berharga dalam membangun karier dan memperluas jejaring internasional di masa mendatang.

I-CAN bukan hanya tentang mengikuti pelatihan selama tiga hari, tetapi tentang bagaimana peserta membawa semangat belajar, berpikir global, dan terus mengembangkan diri setelah program ini berakhir,” pungkasnya. [Cha-Nad/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait