
SONGKHLA–YALA, Thailand— Lapangan sekolah berubah menjadi arena penuh warna. Biru, merah, hijau, dan kuning tampak memenuhi ruang kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School, Chana District, Songkhla selama lima hari, 27–31 Juli 2026. Di balik warna-warna tersebut, para siswa berlari, bermain voli, bertanding badminton, melakukan tolak peluru, hingga meneriakkan yel-yel kelompok. Bagi
SONGKHLA–YALA, Thailand — Dua jam berada di depan peserta lain mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi 14 siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, dua jam tersebut menjadi ruang untuk belajar mengatasi rasa gugup, memperbaiki pengucapan, mengatur intonasi, dan yang paling penting berani berbicara dalam bahasa Inggris di depan orang lain. Pengalaman
BANGKOK — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tidak membuat kemerdekaan terasa jauh. Hal itu dialami 13 peserta International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026 ketika mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (18/8/2026). Di tengah lingkungan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Ada pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dengan duduk di ruang kelas. Bagi Fahrizal Putra Utama (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), Balqis Cashilla Zahrani (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), dan Naisilla Natasha Putri (mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab) dalam program I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
Ada perjalanan yang tidak hanya membawa seseorang berpindah tempat, tetapi juga mengubah cara ia memandang dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) di Thailand merupakan salah satu perjalanan semacam itu. Program ini bukan sekadar agenda mobilitas mahasiswa atau praktik lapangan di luar negeri, melainkan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Pendidikan terkadang menemukan maknanya bukan di ruang kelas, melainkan di ruang tamu sebuah rumah, di tengah percakapan keluarga, dan dalam doa yang dipanjatkan bersama. Nuansa itulah yang terasa dalam Yiam Ban Nak Rian, sebuah tradisi kunjungan rumah santri kelas akhir yang dilaksanakan oleh Rungrote Wittaya School, Thailand,
Ada perjalanan yang hanya membawa seseorang berpindah tempat. Namun, ada pula perjalanan yang diam-diam mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia, pendidikan, dan dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) Humaniora di Chumphon, Thailand, termasuk dalam kategori kedua. Ia bukan sekadar perjalanan ke luar negeri
HUMANIORA – (22/7/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global melalui program International Student Mobility and Academic Sharing (I-SMASH) 2026. Sebanyak 17 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program mobilitas internasional selama satu bulan ke berbagai perguruan tinggi dan institusi mitra di
Oleh: Novia Fatma Azzahra Di tengah arus globalisasi yang semakin dinamis, pengalaman internasional bukan lagi sekadar nilai tambah bagi mahasiswa, melainkan kebutuhan untuk membangun kompetensi dan perspektif global. Kesempatan itulah yang saya peroleh melalui program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) Humaniora 2025, sebuah program yang membuka ruang bagi mahasiswa
Oleh: Lativa Husna Setiap perjalanan selalu menyimpan cerita. Namun, ada perjalanan tertentu yang bukan hanya menghadirkan pengalaman baru, melainkan juga mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) Humaniora di Thailand adalah salah satunya. Program ini bukan sekadar kegiatan Praktik Kerja