MIU Login

Daftar Berita

Ramadhan dan Seni Bertahan di Dunia yang Serba Instan

Oleh: M. Faisol Di antara sekian banyak ibadah dalam Islam, puasa memiliki posisi yang unik. Dalam hadis Qudsi disebutkan: “Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Kalimatnya singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Seolah Allah ingin menegaskan bahwa puasa adalah

Menghalau Sepi di Perantauan: Menjadikan Ramadan di Kampus sebagai Momen Koneksi Spiritual

HUMANIORA – (19/3/2026) Bagi mahasiswa rantau, aroma masakan rumah dan kehangatan keluarga adalah hal yang paling dirindukan saat azan Maghrib berkumandang. Di lorong-lorong kampus dan kamar kos, rasa sepi sering kali membayangi langkah para pejuang ilmu. Namun, bagi Sobat Humaniora, Ramadan di perantauan sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai momen transformasi

Mudik, Basa-Basi, dan Seni Memahami Pertanyaan Keluarga

Oleh: Agwin Degaf* Menjelang Idulfitri, jutaan orang Indonesia kembali menjalani tradisi tahunan yang sangat khas: mudik. Jalan raya dipadati kendaraan, stasiun dan bandara penuh oleh para perantau yang pulang ke kampung halaman. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mudik memiliki dua makna. Secara harfiah, kata ini berarti pergi ke udik.

Bukber Mahasiswa: Sekadar Makan Bareng atau Ruang Konsolidasi?

HUMANIORA – (18/3/2026) Di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan tuntutan akademik di bulan Ramadan, tradisi buka bersama (bukber) menjadi fenomena yang tak terelakkan di kalangan mahasiswa. Namun, bagi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, momen ini mulai bergeser maknanya: bukan lagi sekadar ritual mengakhiri puasa

Al-Quran, Puasa, dan Sastra

Oleh: Misbahus Surur* Ungkapan sastrawi turun ke bumi bukan karena hasrat ingin memperumit kenyataan atau realitas. Dalam arti, konstruksi realitas menggunakan bahasa sastra kerap dicurigai membuat ungkapan susah dimengerti, sebagaimana diduga banyak orang selama ini. Padahal, ungkapan sastrawi muncul  bermaksud untuk semakin mempertajam pemahaman manusia terhadap realitas. Betapa pun korespondensi

Dibalik Tagar #Bukber: Telisik Pergeseran Semantik Ramadan di Ruang Digital

HUMANIORA – (17/3/2026) Ramadan di era layar sentuh tidak hanya mengubah pola ibadah, tetapi juga memicu evolusi bahasa yang menarik untuk dibedah. Istilah “Bukber”, yang secara harfiah adalah abreviasi dari buka puasa bersama, kini tengah mengalami fenomena pergeseran makna (semantic shift) yang signifikan di jagat media sosial seperti TikTok, Instagram,

Puasa yang tidak Pernah (boleh) Berbuka

Oleh: Ahmad Kholil* Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Syakir mengutip kitab Zubdah al-Wa’idhin  mengatakan bahwa puasa terbagi tiga ; puasa awam, puasa khawash dan puasa khawash al-khawash. Puasa awam dilakukan dengan cara menahan diri dari rasa lapar dan haus serta godaan syahwat. Puasa khawash merupakan puasanya para hamba yang

Prodi Sastra Inggris Gelar Diskusi Re-design Kurikulum Berbasis OBE Bersama Pakar UNS

HUMANIORA – (16/3/2026) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan diskusi daring (Zoom Meeting) terkait re-design kurikulum pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian diskusi akademik dalam rangka pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja

Tren Sleep Call Sahur: Antara Solidaritas Digital dan Ikhtiar Kedisiplinan

HUMANIORA – (16/3/2026) Di tengah riuhnya dinamika Ramadan di perantauan, sebuah fenomena unik mulai menjamur di kalangan mahasiswa: Sleep Call Sahur. Kebiasaan ini muncul bukan sekadar tren media sosial, melainkan sebagai strategi kolektif untuk melawan musuh terbesar di bulan puasa, yakni rasa kantuk yang berat saat waktu sahur tiba. Baca

Jurnalisme Profetik dalam Spirit Ramadan: Perspektif Jurnalis Kampus dalam Menghadirkan Nilai Kenabian

Oleh: M. Anwar Firdausy* Perkembangan media di era digital membawa tantangan besar bagi praktik jurnalistik. Arus informasi yang sangat cepat, persaingan antar media, dan tuntutan popularitas di ruang publik sering kali membuat jurnalisme terjebak dalam sensasionalisme dan kepentingan pasar. Dalam kondisi seperti ini, muncul kebutuhan akan model jurnalistik yang tidak