HUMANIORA – (12/5/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi profesional sivitas akademika melalui partisipasi aktif dosen dan mahasiswa dalam pelatihan serta ujian sertifikasi profesi di bidang Table Manner, Hotel Structure, dan Personal Growth. Kegiatan ini berlangsung di Ijen Suites Resort & Convention Malang, Sabtu (9/5/2026), bekerja sama dengan Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya Malang.
Baca juga:
- Perkuat Relevansi Kurikulum dengan Kebutuhan Dunia Kerja, Humaniora Gelar FGD Bersama Pengguna Lulusan dan Alumni
- Digandeng BPLP, Dosen Humaniora Berikan Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Perhotelan
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Humaniora dalam membangun lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan profesional, etika pelayanan, dan kemampuan interpersonal yang relevan dengan kebutuhan industri modern, khususnya sektor hospitality dan pelayanan global.
Dalam agenda ini, peserta mendapatkan pelatihan intensif sekaligus mengikuti ujian sertifikasi yang menghadirkan praktisi profesional di bidangnya, yakni Imam Wahyudi sebagai instruktur Table Manner serta Rudianto, S.Tr., Par., M.M. sebagai pakar Hotel Structure dan Personal Development.
Berbagai skema kompetensi diterapkan dalam proses sertifikasi, mulai dari tahap persiapan dan kedatangan, pengenalan alat makan (cutlery), etika makan berdasarkan sequence of menu, sikap selama jamuan resmi, hingga etika penutupan jamuan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk mengukur kemampuan peserta dalam menunjukkan profesionalisme, etika, dan kepercayaan diri dalam situasi formal.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan aplikatif. Peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual, tetapi juga praktik langsung yang memberikan pengalaman nyata mengenai standar pelayanan profesional di dunia hospitality.
Salah satu peserta, Asni Furaida, M.A., mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan sekaligus membuka wawasan baru mengenai pentingnya etika profesional dan pengembangan diri.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dapat mengikuti program pelatihan dan sertifikasi ini. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka wawasan saya mengenai pentingnya etika profesional, komunikasi, dan pengembangan diri di dunia kerja internasional. Materi yang diberikan sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus meningkatkan kualitas diri dan keberanian menghadapi tantangan dunia kerja global.


Hal serupa disampaikan Ahmad Zaqqi Zidanul Karim. Menurutnya, pelatihan table manner memberikan perspektif baru bahwa etika formal bukan sekadar aturan penggunaan alat makan, tetapi juga bagian dari seni komunikasi dan penghargaan terhadap orang lain.
“Ternyata etika di meja makan bukan hanya soal garpu dan pisau, tetapi tentang bagaimana kita menghargai tamu, membangun komunikasi, dan menunjukkan profesionalitas,” tuturnya.
Sementara itu, Yoga Ardiansyah mengaku memperoleh pemahaman lebih luas mengenai sistem kerja industri perhotelan. Ia merasa kegiatan tersebut memberinya gambaran nyata tentang bagaimana struktur organisasi hotel bekerja secara profesional untuk mendukung pelayanan berkualitas.

Peserta lainnya, Nur Latifa, menilai kemampuan memahami table manner menjadi bekal penting dalam membangun rasa percaya diri di lingkungan formal dan profesional.
“Dengan memahami tata cara makan yang benar, kita tidak akan merasa canggung ketika berada di lingkungan formal, bertemu klien penting, atau menghadiri undangan resmi,” jelasnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, memberikan apresiasi atas antusiasme dosen dan mahasiswa dalam mengikuti sertifikasi tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi berbasis sertifikasi merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia industri kreatif dan profesional.
“Agenda sertifikasi profesi ini sangat penting bagi dosen dan mahasiswa kami. Sertifikasi bukan hanya bentuk pengakuan kompetensi, tetapi juga investasi keterampilan dan profesionalisme untuk masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi saat ini tidak cukup hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga perlu menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan industri global. Karena itu, kolaborasi antara kampus dan lembaga profesional seperti BPLP dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan soft skills, etika profesional, dan kesiapan kerja bagi dosen maupun mahasiswa di era persaingan global. [bila/Infopub]





