MIU Login

Mahasiswa Humaniora Raih Prestasi Nasional di Ajang Musabaqah Qiraatul Kutub

HUMANIORA – (18/6/2026) Tradisi keilmuan Islam klasik terus menunjukkan relevansinya di tengah perkembangan zaman. Melalui kemampuan membaca, memahami, dan mengkaji kitab turats, mahasiswa tidak hanya memperdalam wawasan keislaman, tetapi juga mengasah daya kritis dan kemampuan analitis yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Baca juga:

Semangat tersebut ditunjukkan oleh Nilna Rizqi Ramadhani, mahasiswa semester 2 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berhasil meraih Juara Harapan 2 pada cabang Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dalam ajang Musabaqah Nasional (MUNAS) UNUJA 2026.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Probolinggo, pada 4 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan Syiar Agama Islam yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Selain MQK, ajang MUNAS juga mempertandingkan cabang Musabaqah Hifdzul Qur’an dan Musabaqah Tilawah Qur’an.

Prestasi yang diraih Nilna menjadi bukti bahwa mahasiswa Humaniora mampu bersaing dalam kompetisi keilmuan Islam tingkat nasional sekaligus menunjukkan kemampuan akademik yang berakar pada tradisi intelektual pesantren. Melalui MQK, peserta dituntut tidak hanya mampu membaca teks Arab klasik dengan baik, tetapi juga memahami kandungan makna serta konteks keilmuan yang terkandung di dalamnya.

Menurut Nilna, kemampuan membaca dan memahami kitab kuning memiliki peran penting dalam upaya menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat dan berlandaskan tradisi keilmuan yang kuat.

“Menurut saya, kemampuan membaca dan memahami kitab kuning ini adalah salah satu bentuk mensyiarkan agama Islam. Hal itu dimulai dari mahasiswa yang berani berpikir kritis dan terus mengasah kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur atas capaian yang diraih dalam kompetisi tersebut. Baginya, penghargaan yang diperoleh bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperdalam khazanah keilmuan Islam.

“Pencapaian ini merupakan rezeki dari Allah yang harus saya jaga dan lestarikan. Karena itu, saya ingin terus lebih giat belajar dan meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu,” tuturnya.

Keberhasilan Nilna menambah deretan prestasi mahasiswa Fakultas Humaniora di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab dan tradisi kajian kitab kuning masih menjadi kekuatan penting dalam membentuk generasi akademisi Muslim yang kritis, berwawasan luas, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan syiar Islam di tengah masyarakat.

Melalui prestasi tersebut, Fakultas Humaniora terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik melalui berbagai kompetisi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas dan kompetensinya di tingkat nasional maupun internasional. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait