MIU Login

Dosen Humaniora Paparkan Peluang Global Penerjemah Arab Profesional di UINSA

HUMANIORA – (22/5/2026) Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Mubasyasyir Munir, menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan bertema “Menjadi Penerjemah Arab Profesional: Prospek, Sertifikasi, dan Peluang Global” ini digelar di Pondok Pesantren Al-Fattah Batu, Malang, Selasa (12/5/2026).

Baca juga:

Agenda tersebut diikuti sekitar 90 mahasiswa serta 12 dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi forum penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia profesi penerjemahan bahasa Arab yang terus berkembang di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pemaparannya, Dr. Mubasyasyir Munir menegaskan bahwa kemampuan penerjemahan bahasa Arab kini menjadi salah satu kompetensi strategis di era global. Menurutnya, kebutuhan penerjemah profesional semakin meningkat seiring berkembangnya kerja sama internasional, industri halal, pendidikan, media digital, hingga sektor diplomasi dan pariwisata.

“Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab memiliki peluang besar untuk masuk ke dunia profesional sebagai penerjemah. Namun, kemampuan bahasa saja tidak cukup. Dibutuhkan kompetensi profesional, pengalaman praktik, serta sertifikasi yang mendukung kredibilitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penerjemah profesional harus memiliki kemampuan memahami konteks budaya, ketelitian dalam memilih padanan makna, serta kemampuan menjaga akurasi pesan. Selain itu, sertifikasi penerjemah menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

Dalam sesi materi, peserta juga diajak memahami berbagai peluang karier di bidang penerjemahan, mulai dari penerjemah dokumen akademik, penerjemah media, interpreter, hingga peluang bekerja dalam proyek internasional berbasis bahasa Arab. Dr. Mubasyasyir Munir turut membagikan pengalaman dan strategi membangun portofolio profesional sejak masih menjadi mahasiswa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berkembang tidak hanya mengenai teknik penerjemahan, tetapi juga tantangan profesi penerjemah di era digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, teknologi dapat menjadi alat bantu yang mempermudah proses penerjemahan, namun kualitas interpretasi dan sensitivitas makna tetap membutuhkan kemampuan manusia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif dan dinamis. Melalui forum semacam ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga gambaran nyata mengenai prospek karier dan kebutuhan industri kebahasaan saat ini.

Kehadiran Dr. Mubasyasyir Munir sebagai pemateri sekaligus menunjukkan kontribusi aktif dosen Fakultas Humaniora UIN Malang dalam pengembangan kompetensi kebahasaan dan profesionalisme mahasiswa di tingkat nasional. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait