
SONGKHLA–YALA, Thailand — Dua jam berada di depan peserta lain mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi 14 siswa Rungrote Wittaya School, Songkhla, Thailand, dua jam tersebut menjadi ruang untuk belajar mengatasi rasa gugup, memperbaiki pengucapan, mengatur intonasi, dan yang paling penting berani berbicara dalam bahasa Inggris di depan orang lain. Pengalaman
BANGKOK — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tidak membuat kemerdekaan terasa jauh. Hal itu dialami 13 peserta International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026 ketika mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (18/8/2026). Di tengah lingkungan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Ada pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dengan duduk di ruang kelas. Bagi Fahrizal Putra Utama (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), Balqis Cashilla Zahrani (mahasiswa Prodi Sastra Inggris), dan Naisilla Natasha Putri (mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab) dalam program I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
Ada perjalanan yang tidak hanya membawa seseorang berpindah tempat, tetapi juga mengubah cara ia memandang dirinya sendiri. Bagi saya, pengalaman mengikuti program International Student Mobility and Sharing (I-SMASH) di Thailand merupakan salah satu perjalanan semacam itu. Program ini bukan sekadar agenda mobilitas mahasiswa atau praktik lapangan di luar negeri, melainkan
SONGKHLA–YALA, Thailand — Pendidikan terkadang menemukan maknanya bukan di ruang kelas, melainkan di ruang tamu sebuah rumah, di tengah percakapan keluarga, dan dalam doa yang dipanjatkan bersama. Nuansa itulah yang terasa dalam Yiam Ban Nak Rian, sebuah tradisi kunjungan rumah santri kelas akhir yang dilaksanakan oleh Rungrote Wittaya School, Thailand,
HUMANIORA – (13/8/2026) Kesan pertama mahasiswa terhadap dunia kampus sering kali bermula dari hari-hari awal ketika mereka memasuki fakultas. Karena itu, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak ingin Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 berhenti sebagai agenda seremonial. Melalui rapat persiapan yang digelar Rabu (12/8/2026), panitia PBAK
HUMANIORA – (13/8/2026) Menyambut Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus kedatangan sekitar 400 mahasiswa baru, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mematangkan kesiapan akademik, layanan, lingkungan kampus, hingga program pengembangan mahasiswa. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam Rapat Koordinasi Awal Perkuliahan yang digelar di Meeting Room Lantai 1 Fakultas
HUMANIORA – (12/8/2026) Menjelang dimulainya perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat komitmen dosen terhadap peningkatan mutu akademik, profesionalisme, dan kualitas pendampingan mahasiswa. Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Awal Perkuliahan yang digelar di Meeting Room Lantai 1 Fakultas Humaniora Kampus 3, Rabu
HUMANIORA – (12/8/2026) Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan ruang yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga terlibat memberikan evaluasi terhadap pengalaman belajar yang mereka jalani. Semangat tersebut diwujudkan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Hearing and Sharing bersama mahasiswa, Selasa (11/8/2026), sebagai forum evaluasi pembelajaran, layanan
HUMANIORA – (11/8/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Arab dengan memastikan kompetensi yang dibangun sejak awal perkuliahan memiliki keterkaitan langsung dengan profil lulusan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui koordinasi bersama dosen Pusat Bahasa untuk menyelaraskan Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) dengan kurikulum berbasis