MIU Login

Ketika Indonesia Hadir Jauh dari Tanah Air: I-SMASH Menemukan Makna Kemerdekaan di Bangkok

BANGKOK — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tidak membuat kemerdekaan terasa jauh. Hal itu dialami 13 peserta International Student Mobility and Student Sharing in Thailand (I-SMASH) 2026 ketika mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Thailand, Senin (18/8/2026). Di tengah lingkungan yang berbeda bahasa, budaya, dan geografis, mereka justru menemukan sebuah ruang yang menghadirkan Indonesia dalam bentuk yang sangat nyata bendera Merah Putih, lagu kebangsaan, diaspora, dan kebersamaan warga Indonesia.

Read too:

Upacara tersebut mempertemukan berbagai unsur masyarakat Indonesia di Thailand, mulai dari staf KBRI Bangkok, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat dan diaspora Indonesia. Bagi peserta I-SMASH, kehadiran di tengah komunitas tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dari peringatan kemerdekaan yang biasa mereka rasakan di tanah air. Jika di Indonesia kemerdekaan dirayakan dalam ruang geografis yang sama, di Bangkok mereka menyaksikannya sebagai sebuah identitas yang dibawa dan dirawat jauh dari rumah.

Foto : Bersama di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok

Pengalaman itu bahkan dimulai sejak peserta memasuki area upacara. Setiap orang harus melewati proses verifikasi identitas dan pemeriksaan paspor secara ketat. Prosedur keamanan tersebut secara tidak langsung memperlihatkan satu hal penting: di luar negeri, identitas sebagai warga negara memperoleh bentuk yang lebih konkret. Sebuah paspor bukan sekadar dokumen perjalanan, tetapi menjadi penanda bahwa seseorang membawa identitas Indonesia ke ruang yang berbeda dari tanah kelahirannya.

Ketika pengibaran Bendera Merah Putih dimulai dan trompet dari Royal Thai Army mengiringi prosesi, suasana pun berubah menjadi khidmat. Ada pengalaman simbolik yang menarik di sana: instrumen dari negara Thailand mengiringi bendera Indonesia. Dua identitas kebangsaan hadir dalam satu ruang tanpa harus saling meniadakan. Bagi peserta I-SMASH yang sedang menjalani pengalaman mobilitas internasional, momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa mengenal dunia tidak berarti kehilangan identitas asal.

Foto : Bersama usai upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok

Pesan itu semakin kuat ketika pasukan upacara membentuk angka 81 dan huruf “RI”. Angka tersebut menandai perjalanan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, sementara “RI” menegaskan identitas Republik Indonesia. Bagi para peserta I-SMASH, formasi tersebut dapat dibaca lebih dari sekadar kreativitas visual. Ia menjadi pengingat bahwa identitas nasional tidak berhenti pada batas geografis negara. Indonesia tetap hadir melalui warga negaranya, termasuk para mahasiswa yang sedang belajar, berinteraksi, dan membangun pengalaman internasional di Thailand.

Ketika prosesi mengheningkan cipta berlangsung, suasana menjadi semakin reflektif. Lagu penghormatan kepada para pahlawan membawa peserta untuk sejenak melihat kembali sejarah kemerdekaan dari posisi yang berbeda. Mereka tidak sedang mengenang perjuangan itu dari halaman sekolah atau lapangan upacara di Indonesia, tetapi dari sebuah negara lain. Jarak tersebut justru menghadirkan perspektif baru bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan kini menjadi tanggung jawab generasi yang memiliki kesempatan untuk belajar dan bergerak melampaui batas negara.

Doa yang menutup rangkaian upacara kembali membawa seluruh peserta pada harapan yang sama: keselamatan bangsa, kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan perjuangan generasi penerus. Dalam konteks I-SMASH, harapan tersebut menemukan relevansinya dengan tujuan mobilitas internasional itu sendiri. Belajar di luar negeri bukan semata-mata tentang memperoleh pengalaman akademik dan mengenal budaya lain, tetapi juga tentang membawa identitas Indonesia ke dalam perjumpaan global.

Keikutsertaan 13 peserta I-SMASH dalam upacara di KBRI Bangkok akhirnya menjadi bagian penting dari pengalaman belajar mereka di Thailand. Mereka tidak hanya belajar mengenai bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat Thailand melalui program mobilitas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melihat Indonesia dari kejauhan. Paradoksnya, Indonesia justru terasa semakin dekat ketika mereka berada jauh dari tanah air.

Dari Bangkok, I-SMASH menemukan makna lain dari perjalanan internasional: semakin jauh seseorang melangkah, semakin terbuka kesempatan untuk memahami dari mana ia berasal. Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di KBRI Bangkok bukan sekadar agenda kenegaraan yang diikuti peserta program, tetapi menjadi pengalaman yang mempertemukan mobilitas global dengan kesadaran kebangsaan. Di tengah dunia yang semakin tanpa batas, 13 peserta I-SMASH belajar bahwa menjadi warga dunia tidak harus membuat seseorang kehilangan rumah; justru pengalaman lintas negara dapat membuat makna Indonesia terasa semakin kuat. [Fahrizal, Balqis dan Naisilla]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait