MIU Login

Tingkatkan Mutu Akademik, Humaniora Libatkan Mahasiswa dalam Evaluasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan

HUMANIORA(12/8/2026) Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan ruang yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga terlibat memberikan evaluasi terhadap pengalaman belajar yang mereka jalani. Semangat tersebut diwujudkan Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Hearing and Sharing bersama mahasiswa, Selasa (11/8/2026), sebagai forum evaluasi pembelajaran, layanan akademik, fasilitas pendidikan, dan pengembangan kemahasiswaan.

Read too:

Diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, forum tersebut mempertemukan pimpinan Fakultas Humaniora, Unit Penjaminan Mutu (UPM), dan mahasiswa dalam dialog terbuka mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan. Mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, aspirasi, kritik, maupun gagasan yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi penguatan mutu fakultas.

Foto : Bersama pimpinan Fakultas Humaniora, Unit Penjaminan Mutu (UPM), dan mahasiswa

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Faculty of Humanities membangun budaya akademik yang partisipatif. Evaluasi tidak hanya dilakukan melalui indikator administratif dan capaian akademik, tetapi juga dengan mendengarkan pengalaman mahasiswa sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan proses pembelajaran dan berbagai layanan fakultas.

Dean Faculty of Humanities, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam proses evaluasi. Menurutnya, suara mahasiswa dapat membantu fakultas melihat berbagai aspek yang telah berjalan baik sekaligus menemukan ruang yang masih membutuhkan perbaikan.

“Melalui kegiatan ini, fakultas berharap mendapatkan masukan dan gagasan-gagasan kreatif untuk menguatkan budaya akademik, khususnya,” tegas Prof. Faisol.

Foto : Peserta Mahasiswa

Pernyataan tersebut menempatkan Hearing and Sharing bukan sekadar sebagai forum penyampaian keluhan, tetapi sebagai bagian dari mekanisme evaluasi dan perbaikan mutu. Aspirasi mahasiswa menjadi informasi penting bagi fakultas untuk melihat efektivitas layanan dari perspektif pengguna sekaligus mempertemukannya dengan kebijakan akademik dan arah pengembangan institusi.

Forum yang dipandu Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, M.Pd., kemudian mengarahkan diskusi pada sejumlah aspek yang bersentuhan langsung dengan kehidupan akademik mahasiswa. Mulai dari proses dan metode pembelajaran, pelayanan akademik, fasilitas penunjang pendidikan, hingga berbagai dinamika yang dihadapi mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Mahasiswa secara aktif menyampaikan pandangan mengenai pengalaman pembelajaran yang mereka rasakan. Masukan tersebut menjadi penting karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan di ruang kelas, tetapi juga oleh metode pembelajaran, interaksi dosen dan mahasiswa, ketersediaan sumber belajar, sistem pelayanan, serta lingkungan yang mendukung proses akademik.

Efektivitas metode pembelajaran menjadi salah satu bagian yang memperoleh perhatian. Perubahan karakter mahasiswa, perkembangan teknologi, dan semakin mudahnya akses terhadap berbagai sumber pengetahuan menuntut proses pembelajaran yang terus adaptif. Karena itu, pengalaman mahasiswa di kelas menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat bagaimana pembelajaran dapat terus ditingkatkan.

Selain proses perkuliahan, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan masukan mengenai pelayanan akademik dan administrasi. Responsivitas layanan, bimbingan akademik, akses informasi, serta kemudahan mahasiswa memperoleh pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman pendidikan di perguruan tinggi.

Kebutuhan terhadap sumber belajar dan fasilitas pendidikan turut menjadi pembahasan. Mahasiswa menyampaikan pandangan mengenai dukungan fasilitas yang mereka perlukan untuk menunjang proses belajar, termasuk akses terhadap sumber pembelajaran digital. Masukan tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan mahasiswa yang terus berkembang seiring dengan transformasi pembelajaran di era digital.

Forum juga memberi perhatian terhadap pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Bagi Faculty of Humanities, pengalaman pendidikan mahasiswa tidak hanya dibangun melalui aktivitas akademik di dalam kelas. Organisasi, kompetisi, pengembangan minat dan bakat, kegiatan ilmiah, serta berbagai ruang aktualisasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun kompetensi dan karakter lulusan.

Karena itu, evaluasi bidang kemahasiswaan menjadi relevan untuk melihat sejauh mana lingkungan fakultas mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Dukungan terhadap prestasi, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan berbagai soft skills menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan profesional maupun lingkungan global setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam diskusi tersebut, pimpinan fakultas tidak hanya mendengarkan masukan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai sejumlah program dan kebijakan yang sedang berjalan maupun direncanakan. Dialog dua arah tersebut menjadi penting agar mahasiswa memperoleh konteks atas berbagai kebijakan, sementara fakultas mendapatkan gambaran lebih utuh mengenai implementasinya di tingkat mahasiswa.

Dengan pola tersebut, Hearing and Sharing berfungsi sekaligus sebagai ruang aspirasi, klarifikasi, dan evaluasi. Permasalahan yang muncul dapat dibicarakan secara terbuka, sementara gagasan yang konstruktif dapat dipetakan sebagai bahan untuk menentukan langkah perbaikan.

Keterlibatan Unit Penjaminan Mutu Fakultas Humaniora semakin memperkuat posisi forum tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi mutu. Masukan mahasiswa dapat menjadi salah satu bahan untuk membaca kesenjangan antara standar layanan yang direncanakan dengan pengalaman aktual mahasiswa dalam proses pendidikan.

Hal tersebut penting dalam membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Evaluasi tidak berhenti pada identifikasi persoalan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi perbaikan yang dapat dilaksanakan, dievaluasi kembali, dan dikembangkan sesuai kebutuhan.

Pelaksanaan secara daring juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berpartisipasi secara lebih fleksibel. Meskipun berlangsung melalui ruang virtual, diskusi berjalan interaktif dengan keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan pandangan mengenai berbagai aspek kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Bagi Faculty of Humanities, keterbukaan terhadap evaluasi menjadi bagian dari proses membangun tata kelola pendidikan yang responsif. Institusi pendidikan yang berkembang membutuhkan kemampuan untuk mendengarkan, mengevaluasi diri, serta mengubah masukan menjadi langkah perbaikan yang terukur.

Lebih jauh, keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap kualitas lingkungan akademik. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai objek kebijakan, tetapi menjadi mitra dalam proses peningkatan mutu. Sementara itu, fakultas memiliki kesempatan untuk memahami kebutuhan mahasiswa secara lebih dekat sebelum menentukan langkah tindak lanjut.

Hasil Hearing and Sharing selanjutnya diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Faculty of Humanities untuk menentukan prioritas perbaikan pada bidang pembelajaran, layanan akademik, fasilitas, dan kemahasiswaan. Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan dalam forum tidak berhenti sebagai catatan diskusi, tetapi dapat menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu fakultas. Melalui dialog yang terbuka dan evaluasi yang berkelanjutan, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya membangun lingkungan akademik yang berkualitas, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa dalam Hearing and Sharing menjadi salah satu langkah untuk memastikan bahwa pengembangan fakultas berjalan bersama mereka yang mengalami langsung proses pendidikan, sehingga setiap perbaikan dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan pengalaman mahasiswa di Fakultas Humaniora. [sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait