MIU Login

Daftar Artikel

Kerusakan Alam dalam Sastra Ungkap Krisis Lingkungan dan Kesadaran Ekologis

HUMANIORA – (12/6/2026) Kerusakan alam kian menjadi isu global yang mendesak, tidak hanya dalam ranah sains dan kebijakan, tetapi juga dalam dunia sastra. Melalui pendekatan ekokritik, karya sastra dinilai mampu menjadi medium reflektif untuk membangun kesadaran ekologis manusia. Perspektif ini mengemuka dalam artikel berjudul “Natural Destruction Narrative: Greg Garrard’s Ecocritical

Idul Qurban, Momen Keberanian Bertindak

Dengan keyakinannya yang teguh, Nabi Ibrahim berani memberangus berhala-berhala sembahan raja Namruz dan masyarakatnya. Disebutkan dalam Alquran, bahwa Ibrahim memasuki tempat peribadatan dengan membawa kapak. Ia hancurkan patung-patung kecil menjadi berpotong-potong, kecuali yang terbesar yang dianggap sebagai induk dari semua patung yang ada di situ. Namun tidak semua dihancurkan, ia

Idul Adha untuk Generasi Digital: Menyembelih Ego, Ekspektasi, dan Overthinking

Menjelang Idul Adha, banyak orang sibuk mempersiapkan hewan kurban, takbir, dan berbagai kebutuhan hari raya. Namun bagi generasi yang hidup di tengah era digital seperti saat ini, Idul Adha sebenarnya menyimpan pesan yang sangat dekat dengan kehidupan mereka hari ini. Di tengah tekanan media sosial, tuntutan pencapaian, dan kecemasan masa

Menjelang Idul Adha: Saat Dunia Mengajarkan Memiliki, Islam Mengajarkan Memberi

Menjelang Idul Adha, suasana masyarakat perlahan berubah. Di pasar hewan, orang mulai mencari kambing dan sapi terbaik. Di media sosial, berbagai unggahan tentang persiapan kurban mulai bermunculan. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, ada satu pertanyaan penting yang sering terlupakan: sebenarnya apa yang sedang diajarkan Idul Adha kepada manusia modern? Apakah

Menyuluh Cahaya Kartini di Era Digital: Mengalirkan Keindahan Bahasa dan Sastra Arab bagi Generasi Mendatang

Oleh: Nur Hasaniyah Setiap tanggal 21 April, Hari Kartini membangkitkan kenangan indah tentang perjuangan R.A. Kartini. Beliau adalah sosok perempuan visioner yang gigih memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan, meyakini bahwa ilmu adalah kunci emansipasi dan kemajuan bangsa. Surat-suratnya yang penuh semangat dulu menjadi jembatan harapan di tengah keterbatasan zaman. Kini,

Dari Gagasan ke Gerakan: Jejak Kartini dalam Sejarah Perempuan Indonesia

Oleh: Nabila Phaza Transformasi peran perempuan Indonesia di era kontemporer merupakan salah satu capaian sosial yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Perempuan hari ini tidak lagi terbatas pada ranah domestik, melainkan telah mengambil peran strategis di berbagai sektor—pendidikan, politik, ekonomi, hingga ruang-ruang global. Kemampuan berpikir kritis, inovasi gagasan, serta keberanian

Sebelum Media Sosial, Kartini Sudah Menulis untuk Melawan

Oleh: Nadha Ria Di era ketika blog, Twitter, dan Instagram menjadi ruang utama untuk menyuarakan pendapat, kita sering kali menganggap bahwa “bersuara” adalah privilese zaman digital. Namun, jauh sebelum semua itu hadir, Raden Ajeng Kartini telah menunjukkan bahwa suara tidak selalu membutuhkan teknologi canggih—ia membutuhkan keberanian berpikir dan ketekunan menulis.

Dari Jepara ke Eropa: Jejak Intelektual Kartini dan Relevansinya bagi Mahasiswa Humaniora

Oleh: Thuba Sundusiyyah Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nama Raden Ajeng Kartini kerap dilekatkan pada identitas pahlawan perempuan yang identik dengan kebaya dan sanggul. Representasi ini memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi cenderung menyederhanakan kompleksitas sosok Kartini. Jika ditelusuri lebih dalam, dari pinggiran Jepara pada akhir abad ke-19, Kartini justru tampil

Kartini dan Tanggung Jawab Intelektual Mahasiswa

Oleh: Alviana Firda Setiap peringatan Hari Kartini, ruang-ruang publik dipenuhi nuansa tradisional: kebaya dikenakan dengan anggun, sanggul ditata rapi, dan berbagai seremoni digelar dengan penuh penghormatan. Namun, di balik perayaan yang sarat simbol tersebut, muncul pertanyaan yang patut direnungkan, terutama oleh mahasiswa Humaniora: apakah kita benar-benar memahami sosok Raden Ajeng

Kartini Zaman Now: Dari Surat ke Suara di Media Sosial

Oleh: Ashif Azril Peringatan Hari Kartini 21 April 2026 menjadi momen yang pas untuk kita mengingat lagi perjuangan Kartini dahulu kala. jika zaman dulu Kartini menyampaikan pemikirannya lewat surat, sekarang perempuan punya cara yang jauh lebih mudah dan cepat, yaitu lewat media sosial. Bisa dibilang, media sosial sekarang menjadi “tempat