HUMANIORA – (13/7/2026) Komitmen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperluas kontribusi akademik bagi masyarakat terus diwujudkan melalui kiprah dosennya di berbagai institusi pendidikan. Salah satu bentuk pengabdian tersebut ditunjukkan oleh Dr. Lina Hanifiyah, S.S., M.Pd., dosen English Literature Study Program sekaligus Koordinator Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Humaniora, yang menjadi narasumber dalam kegiatan Teachers Professional Development bagi sekolah menengah atas berbasis pesantren di Kota Batu, Selasa (7/7/2026).
Read too:
- Iringi Prestasi dengan Doa, Humaniora Gelar Istighosah Yudisium 2026
- Enam Lulusan Terbaik Humaniora Raih Predikat Cumlaude, Bukti Budaya Akademik Berprestasi
Pelatihan yang mengusung tema “Pelatihan Pembelajaran Berbasis Bahasa Inggris yang Efektif untuk Jenjang Pendidikan Anak SMA” ini diikuti oleh 35 guru mata pelajaran dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan Bahasa Inggris ke dalam proses pembelajaran sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih komunikatif, interaktif, sekaligus berorientasi pada kebutuhan pendidikan global.
Dalam sesi bertajuk “Teaching Content Through English: From Classroom English to Academic Instruction”, Dr. Lina menjelaskan bahwa penggunaan Bahasa Inggris di ruang kelas tidak hanya berfungsi sebagai bahasa pengantar untuk memberikan instruksi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media menyampaikan konsep-konsep akademik, membangun interaksi yang bermakna, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun budaya belajar yang mendorong siswa terbiasa menggunakan Bahasa Inggris secara alami dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Karena itu, penguasaan classroom English menjadi fondasi penting sebelum guru mengembangkan kemampuan menyampaikan materi akademik menggunakan Bahasa Inggris secara lebih mendalam.
“Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa terbiasa berkomunikasi dan berpikir dalam Bahasa Inggris. Ketika Bahasa Inggris digunakan secara fungsional dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengembangkan kompetensi yang mereka butuhkan untuk berinteraksi di tingkat global,” ujar Dr. Lina Hanifiyah.
Selama pelatihan, para peserta diperkenalkan pada tahapan penggunaan Bahasa Inggris di kelas, mulai dari Essential Classroom English, Interactive Classroom English, hingga Professional Classroom English. Pendekatan bertahap tersebut diharapkan membantu guru menyesuaikan penggunaan bahasa sesuai kebutuhan pembelajaran dan tingkat kesiapan peserta didik.
Dr. Lina juga menekankan bahwa implementasi pembelajaran berbasis Bahasa Inggris tidak harus dimulai dengan praktik yang kompleks. Guru dapat membangun kebiasaan melalui ungkapan-ungkapan sederhana ketika membuka pembelajaran, memberikan instruksi, memandu diskusi, hingga melakukan refleksi. Melalui proses yang konsisten, kebiasaan tersebut akan berkembang menjadi kemampuan mengajar menggunakan Bahasa Inggris secara lebih profesional.

Selain membahas aspek kebahasaan, pelatihan turut mengangkat pentingnya menciptakan pembelajaran yang aktif dan partisipatif. Para peserta diajak memanfaatkan pertanyaan pemantik, mengembangkan diskusi, serta mendorong keterlibatan siswa dalam proses belajar. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) yang menjadi salah satu kompetensi utama dalam pendidikan abad ke-21.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi mengenai tantangan penerapan Bahasa Inggris di kelas, saling berbagi pengalaman mengajar, serta mengeksplorasi berbagai strategi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing. Suasana yang interaktif menjadikan pelatihan tidak sekadar sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang kolaborasi dan refleksi profesional antarpendidik.
Bagi Fakultas Humaniora, keterlibatan dosen dalam program pengembangan profesional guru merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas hilirisasi keilmuan dan memperkuat kualitas pendidikan nasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, Humaniora terus mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan tantangan global.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Fakultas Humaniora sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kiprah dosen di berbagai satuan pendidikan menjadi wujud nyata komitmen Humaniora dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas serta menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing di tingkat internasional. [unr/Infopub]





