MIU Login

Direktur HPT Travel: Industri Halal Tourism Buka Peluang Karier Global bagi Generasi Muda

HUMANIORA – (4/6/2026) Industri pariwisata halal terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjadi salah satu sektor ekonomi global yang menjanjikan. Perkembangan ini membuka berbagai peluang profesi baru yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan bahasa asing, pemahaman lintas budaya, serta wawasan keislaman yang kuat.

Read too:

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT HPT Travel, Dewi Baaman, dalam sesi Humaniora International Career Access Network (I-CAN) 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan konsep perjalanan internasional yang mengintegrasikan wisata religi, dauroh, dan ibadah umrah sebagai bagian dari tren baru industri halal tourism dunia.

Menurut Dewi, perjalanan religi saat ini tidak lagi dipahami sebatas aktivitas wisata atau kunjungan spiritual semata. Lebih dari itu, perjalanan internasional berbasis nilai-nilai keislaman telah berkembang menjadi media pembelajaran, penguatan identitas budaya, serta sarana membangun jejaring global antarumat Islam dari berbagai negara.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah destinasi seperti Tashkent, Bukhara, dan Samarkand di Uzbekistan memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam. Ketiga kota tersebut dikenal sebagai pusat lahirnya para ulama, ilmuwan, dan tokoh besar yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Sementara itu, Madinah dan Makkah tetap menjadi pusat spiritual umat Islam yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan Muslim dari berbagai penjuru dunia.

“Perjalanan religi bukan hanya tentang mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tetapi juga memahami peradaban, mengambil hikmah dari perjalanan para ulama, serta membangun pengalaman lintas budaya yang memperkaya wawasan peserta,” jelasnya.

Melalui pemaparan tersebut, peserta Humaniora I-CAN 2026 diperkenalkan pada berbagai peluang profesi yang berkembang dalam industri halal tourism. Sektor ini tidak hanya membutuhkan tenaga profesional di bidang perjalanan wisata, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerjemah, pemandu wisata internasional, tour leader, pengelola program edukasi budaya, konsultan perjalanan religi, hingga kreator konten digital yang fokus pada wisata dan peradaban Islam.

Bagi mahasiswa Fakultas Humaniora yang memiliki latar belakang kebahasaan dan kajian budaya, peluang tersebut dinilai sangat relevan. Kemampuan berbahasa asing, memahami sejarah peradaban, serta keterampilan komunikasi lintas budaya menjadi modal penting yang dibutuhkan dalam industri pariwisata global saat ini.

Dewi juga menekankan bahwa kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang mampu menjembatani komunikasi antarnegara terus meningkat seiring berkembangnya mobilitas wisatawan Muslim dunia. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai mempersiapkan diri dengan mengembangkan kompetensi bahasa, kemampuan komunikasi, dan wawasan internasional sejak di bangku kuliah.

Materi ini memberikan perspektif baru bahwa dunia Humaniora memiliki ruang kontribusi yang luas dalam industri global. Kompetensi yang selama ini dipelajari mahasiswa tidak hanya relevan di ruang akademik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan profesional yang tinggi di sektor pariwisata, budaya, dan layanan internasional.

Melalui sesi ini, Humaniora I-CAN 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan berbagai peluang karier masa depan kepada mahasiswa dan alumni. Industri halal tourism menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kemampuan bahasa, budaya, dan pemahaman keislaman dapat bertransformasi menjadi profesi yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat global. [end/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait