
HUMANIORA – (25/2/2026) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora. Balya Muhammad Izzat, yang akrab disapa Izzat, lulusan tahun 2025 angkatan 2020, berhasil meraih Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk melanjutkan studi magister (S2) di Monash University, Australia. Baca juga: Izzat diterima pada program Master of
Oleh: Ahmad Ghozi* Di tanah Jawa, agama tidak hadir di ruang kosong. Ia tumbuh di atas lapisan kepercayaan dan kebudayaan yang lebih dahulu mengakar. Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Nusantara telah mengenal ritus, simbol, dan tata nilai yang membentuk cara mereka memahami kehidupan. Karena itu, ketika Islam hadir sebagai agama
download di sini.
download di sini.
HUMANIORA – (24/2/2026) Bulan suci Ramadan identik dengan semangat berbagi dan peningkatan kapasitas diri. Menangkap momentum tersebut, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi meluncurkan program “Online English Course Special Ramadan”. Program ini merupakan kursus bahasa Inggris daring yang diberikan secara GRATIS bagi anak-anak dan remaja sebagai teman belajar
HUMANIORA – (20/2/2026) Kabar menggembirakan menyelimuti civitas akademika Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program Studi Sastra Inggris (Sasing) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 187/SK/BAN-PT/Ak/S/I/2026 yang ditetapkan pada 27 Januari 2026. Status akreditasi tertinggi ini akan berlaku selama lima
HUMANIORA – (19/2/2026) Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Amelia Resti Iffadah di panggung internasional. Dalam ajang bergengsi International Essay Competition and English Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad di Chulalongkorn University, Thailand, mahasiswa Fakultas Humaniora UIN
HUMANIORA – (18/2/2026) Ramadhan sering dipahami sebagai bulan ibadah dalam pengertian ritual: puasa, tarawih, tilawah, dan zakat. Namun, bila dilihat melalui lensa humaniora, Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual individual, melainkan peristiwa kebudayaan, etika, dan kemanusiaan yang menghadirkan transformasi sosial. Humaniora—yang mencakup kajian tentang manusia, makna, nilai, bahasa, sejarah, dan budaya—mengajak
HUMANIORA – (18/2/2026) Di tengah meningkatnya konflik global, krisis kemanusiaan, dan ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, peran ilmu-ilmu humaniora kembali menemukan relevansinya. Ketika perang, kekerasan, dan ketidakadilan sosial menjadi berita harian, pendekatan kemanusiaan—yang berakar pada nilai, etika, bahasa, budaya, dan sejarah—menjadi kunci untuk memahami sekaligus merespons realitas global secara