HUMANIORA – (29/4/2026) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan capaian akademik di kancah internasional melalui publikasi ilmiah bereputasi. Nur Nabilah Fauziyah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, berhasil menerbitkan artikelnya pada jurnal internasional terindeks Scopus Q2, MEXTESOL Journal. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga merepresentasikan kualitas dan daya saing mahasiswa Humaniora di level global.
Baca juga:
- Prodi BSA UIN Malang Perkuat Kurikulum melalui Diskusi Strategis bersama FAH UIN Jakarta
- Perkuat Sinergi, Prodi BSA UIN Malang Gelar Diskusi Pengembangan Kurikulum Bersama UNPAD Bandung
Artikel berjudul The Dynamic Constructions of Subjectivity, Attitude, Investment and Identity towards English(es): A Case Study of Multilingual English Learners in Indonesia tersebut ditulis bersama dosen pembimbingnya, Ribut Wahyudi, M.Ed., Ph.D., dan resmi dipublikasikan pada 25 Maret 2026 dalam MEXTESOL Journal Vol. 50 No. 1. Dengan peringkat SJR 0.243, Q2, serta H-Index 9, publikasi ini menegaskan posisi karya tersebut dalam lanskap akademik internasional yang kompetitif.
Menariknya, artikel ini merupakan hasil pengembangan dari skripsi yang telah melalui proses revisi dan penyempurnaan secara intensif. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa tidak berhenti pada pemenuhan tugas akademik semata, tetapi dapat ditransformasikan menjadi kontribusi ilmiah yang diakui secara global. Keberhasilan ini juga menjadi publikasi kelima berbasis adaptasi skripsi yang berhasil menembus jurnal Scopus di bawah bimbingan Ribut Wahyudi, M.Ed., Ph.D., sekaligus mencerminkan konsistensi dalam membangun budaya publikasi di lingkungan akademik.
Secara substantif, penelitian ini mengkaji dinamika subjektivitas, sikap, investasi, dan identitas pembelajar bahasa Inggris di Indonesia dalam perspektif World Englishes. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bahwa identitas pembelajar bahasa Inggris tidak bersifat statis, melainkan terus berkembang seiring interaksi dengan berbagai faktor sosial, institusional, dan pengalaman personal. Temuan ini sekaligus mengkritisi dominasi Inner Circle English dan membuka ruang bagi pemahaman yang lebih inklusif terhadap keragaman bahasa Inggris.
Lebih dari sekadar capaian akademik, publikasi ini merefleksikan semangat mahasiswa Humaniora dalam berkontribusi pada produksi pengetahuan global. Prestasi ini mempertegas bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya kompeten dalam kajian teoritik, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang relevan, kritis, dan berdampak luas.
Ke depan, keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan penelitian yang berkualitas, memperkuat tradisi publikasi ilmiah, serta mengambil peran aktif dalam percakapan akademik internasional. Fakultas Humaniora pun semakin meneguhkan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi lahirnya karya-karya ilmiah yang berdaya saing global. [al/Infopub]





