HUMANIORA – (15/4/2026) Komitmen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendorong publikasi ilmiah bereputasi internasional kembali mendapat pengakuan. Salah satu dosen Program Studi Sastra Inggris, Ribut Wahyudi, Ph.D., menjadi narasumber dalam forum akademik yang digelar oleh English Studies Association in Indonesia (ESAI) Scholars dengan tema “From Skripsi to Scopus: Transforming Undergraduate Theses into Publishable Journal Articles” pada Kamis, 9 April 2026.
Baca juga:
- Humaniora Terima Kunjungan Studi Ekskursi SMK Al-Ikhlas, Perkenalkan Ekosistem Akademik Perguruan Tinggi
- Angkat Isu World Englishes, Mahasiswa Humaniora UIN Malang Tembus Jurnal Scopus
Topik ini diangkat bukan tanpa alasan. Ribut dikenal berhasil mengantarkan lima mahasiswa bimbingannya menembus publikasi jurnal terindeks Scopus, mulai dari kategori Q1 hingga Q3. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan publikasi tidak dimulai dari tahap akhir skripsi, melainkan sejak proses perkuliahan dirancang secara strategis dan berorientasi riset.

Menurutnya, fondasi utama terletak pada desain pembelajaran di kelas. Dalam mata kuliah yang diampunya seperti Post-Structuralism and Deconstruction, Introduction to (Critical) Applied Linguistics, dan Interculturality in Language Studies, Ribut mengintegrasikan pendekatan keilmuan berbasis pemikiran post-struktural dan post-kolonial. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga dilatih berpikir kritis melalui kajian-kajian mutakhir yang bersumber dari referensi bereputasi internasional seperti Routledge, Sage, Wiley, dan Springer.
Pendekatan ini, lanjutnya, membuka ruang bagi mahasiswa untuk menemukan ide-ide penelitian yang relevan, kritis, dan kontekstual. Sejak awal perkuliahan, mahasiswa sudah diarahkan untuk membangun pertanyaan penelitian yang tajam, memahami metodologi secara komprehensif, serta mengembangkan kemampuan menulis akademik yang argumentatif dan terstruktur.
Tidak berhenti pada penyusunan skripsi, Ribut juga melakukan pendampingan intensif bagi mahasiswa yang memiliki potensi publikasi. Ia membimbing proses transformasi skripsi menjadi artikel ilmiah, mulai dari penyuntingan naskah, penguatan analisis, hingga strategi merespons masukan dari reviewer jurnal. Menurutnya, proses ini membutuhkan komitmen kuat dari kedua belah pihak—dosen dan mahasiswa—agar dapat mencapai standar publikasi internasional.
Forum yang diikuti oleh puluhan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini berlangsung dengan antusias. Paparan Ribut dinilai memberikan perspektif baru tentang pentingnya integrasi antara proses pembelajaran, riset, dan publikasi dalam satu ekosistem akademik yang berkelanjutan.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Humaniora sebagai salah satu pusat pengembangan akademik yang tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berdaya saing global. [al/Infopub]





