MIU Login

Humaniora Gelar Rapat Koordinasi untuk Matangkan Pedoman Akademik

HUMANIORA – (20/4/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memacu langkah strategis dalam pemutakhiran kurikulum dengan menitikberatkan pada penyusunan Pedoman Akademik Fakultas sebagai fondasi utama. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi Tim Pemutakhiran Kurikulum yang digelar di ruang dekanat, Kamis (17/4/2026).

Baca juga:

Rapat ini menandai fase krusial dalam proses transformasi kurikulum, di mana penyusunan Pedoman Akademik diposisikan sebagai kerangka dasar yang akan mengarahkan seluruh desain kurikulum, mulai dari struktur mata kuliah, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga implementasi proses pembelajaran di tingkat program studi.

Dalam forum tersebut, Tim Analisis Kebijakan memegang peran sentral dalam merumuskan Pedoman Akademik yang komprehensif, adaptif, dan selaras dengan regulasi nasional maupun kebutuhan global. Pedoman ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi panduan operasional dalam menjamin mutu akademik, konsistensi pelaksanaan pembelajaran, serta keselarasan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan struktur kurikulum.

Dalam agenda tersebut dibahas proses penyusunan Pedoman Akademik yang dilakukan melalui beberapa tahapan strategis. Pertama, evaluasi terhadap pedoman dan kurikulum eksisting guna mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Kedua, dilakukan analisis kebutuhan pemangku kepentingan, termasuk masukan dari alumni, pengguna lulusan, dan asosiasi profesi, sebagai dasar penyusunan standar kompetensi yang relevan.

Selanjutnya, tim melakukan penyelarasan dengan berbagai regulasi pendidikan tinggi, seperti Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam konteks ini, Pedoman Akademik juga mengakomodasi fleksibilitas pembelajaran, termasuk pengakuan hak belajar di luar program studi hingga 40 SKS.

Tahap berikutnya adalah perumusan dokumen Pedoman Akademik yang mencakup sistem pembelajaran, mekanisme evaluasi, standar penilaian, hingga tata kelola akademik secara menyeluruh. Tidak kalah penting, tim juga menyiapkan instrumen monitoring dan evaluasi untuk memastikan implementasi kurikulum berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, menegaskan bahwa Pedoman Akademik memiliki peran kunci dalam keseluruhan proses pemutakhiran kurikulum. Menurutnya, dokumen ini akan menjadi rujukan utama dalam memastikan bahwa seluruh proses akademik berjalan secara sistematis, terukur, dan memiliki validitas yang kuat.

“Pedoman Akademik menjadi fondasi dalam membangun kurikulum yang berkualitas. Dari dokumen inilah seluruh desain pembelajaran diturunkan, sehingga harus disusun secara cermat dan komprehensif. Hasilnya nanti akan kita bawa ke forum FGD bersama stakeholder untuk mendapatkan masukan yang lebih luas,” ujar Dr. Halimi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah Pedoman Akademik difinalisasi, tahapan berikutnya adalah penyusunan detail struktur kurikulum, pengembangan RPS, hingga pelaksanaan public hearing sebelum ditetapkan secara resmi oleh Senat Akademik.

Seluruh rangkaian ini ditargetkan rampung pada Mei 2026, sehingga kurikulum baru beserta Pedoman Akademiknya dapat segera diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan diimplementasikan secara penuh.
Melalui langkah ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan yang terarah, adaptif, dan berstandar tinggi. Pedoman Akademik tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga instrumen strategis dalam memastikan kualitas lulusan yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait