HUMANIORA – (20/4/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dalam rangka memperkuat kerja sama pelestarian manuskrip Nusantara, Senin (4/4/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam menjaga warisan intelektual dan budaya bangsa yang tersimpan dalam naskah-naskah kuno.
Baca juga:
- Lagi, YOU-I Japan Datangi Fakultas Humaniora Perkuat Kerjasama
- Humaniora Gelar Rapat Koordinasi untuk Matangkan Pedoman Akademik
Rombongan Disparbud dipimpin oleh Hartono, SAP., M.M., didampingi Pendiri PSB Puspa Lulut, Lulut Edi Santoso, M.Pd. dan disambut oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, bersama dosen Humaniora, Dr. Ahmad Dini Hidayatullah dan Khafid Roziki, M.Pd. di ruang dekanat.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Disparbud menawarkan kerja sama konkret dalam upaya menjaga, merawat, serta mengkaji manuskrip Nusantara yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang. Hartono menegaskan bahwa naskah kuno merupakan aset penting yang memuat nilai sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta identitas bangsa yang tidak ternilai.
“Dengan wilayah 33 kecamatan dan lebih dari 300 desa, potensi manuskrip dan tradisi tulis di Kabupaten Malang sangat besar. Ini perlu dikelola secara serius melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian manuskrip tidak hanya sebatas penyimpanan, tetapi juga mencakup proses inventarisasi, digitalisasi, hingga kajian akademik agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup dan dimanfaatkan oleh generasi masa kini.
Menurutnya, Fakultas Humaniora dinilai memiliki kapasitas akademik yang kuat dalam bidang filologi, kajian teks, serta pengembangan literasi budaya, sehingga dipandang sebagai mitra strategis dalam upaya pelestarian tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan ilmiah yang sistematis dalam merawat manuskrip sekaligus mengembangkan kajian keilmuan berbasis warisan budaya.
Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menyambut positif inisiatif kerja sama yang ditawarkan. Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, menyampaikan kesiapan Fakultas Humaniora untuk berkolaborasi secara aktif dalam berbagai program pelestarian manuskrip, mulai dari penelitian, pendampingan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami siap mendukung upaya pelestarian manuskrip melalui pendekatan akademik yang terintegrasi, termasuk riset filologi, digitalisasi naskah, serta pengembangan kajian berbasis manuskrip,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama ini perlu diformalkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan pelaksanaan program kolaboratif ke depan. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian manuskrip sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan perannya sebagai pusat kajian humaniora yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga dan merawat khazanah budaya bangsa. [al/Infopub]





