
Oleh: Ahmad Kholil* Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Syakir mengutip kitab Zubdah al-Wa’idhin mengatakan bahwa puasa terbagi tiga ; puasa awam, puasa khawash dan puasa khawash al-khawash. Puasa awam dilakukan dengan cara menahan diri dari rasa lapar dan haus serta godaan syahwat. Puasa khawash merupakan puasanya para hamba yang
HUMANIORA – (16/3/2026) Di tengah riuhnya dinamika Ramadan di perantauan, sebuah fenomena unik mulai menjamur di kalangan mahasiswa: Sleep Call Sahur. Kebiasaan ini muncul bukan sekadar tren media sosial, melainkan sebagai strategi kolektif untuk melawan musuh terbesar di bulan puasa, yakni rasa kantuk yang berat saat waktu sahur tiba. Baca
Oleh: M. Anwar Firdausy* Perkembangan media di era digital membawa tantangan besar bagi praktik jurnalistik. Arus informasi yang sangat cepat, persaingan antar media, dan tuntutan popularitas di ruang publik sering kali membuat jurnalisme terjebak dalam sensasionalisme dan kepentingan pasar. Dalam kondisi seperti ini, muncul kebutuhan akan model jurnalistik yang tidak
Oleh: Muchammad Mufti Akmal* Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda dalam kehidupan umat Islam. Bulan ini tidak hanya dipenuhi dengan aktivitas ibadah seperti puasa, tarawih, membaca Al Qur’an, dan bersedekah, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi yang lebih dalam bagi setiap individu. Di tengah rutinitas kehidupan yang sering kali berjalan
Oleh: Siti Imaniatul Muflihatin* Ramadhan selalu datang dengan atmosfer yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu yang berubah dalam ritme kehidupan. Malam terasa lebih hidup, masjid lebih ramai, dan banyak orang tiba-tiba menemukan kembali kedekatan yang lama terasa jauh. Al-Qur’an yang sebelumnya hanya sesekali dibuka menjadi bacaan harian. Dzikir lebih sering terdengar.
Oleh: Helmi Nawali* Ada sebuah hadis yang kerap terdengar di bulan Ramadhan, namun jarang benar-benar direnungkan maknanya. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa “Orang yang beriman itu makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Al-Nasai, Ahmad). إِنَّ المُؤْمِنَ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ، وَالكَافِرَ
Oleh: Abdur Rahim* Sepekan sebelum bulan Ramadhan, saya mendapatkan sebuah buku menarik berjudul “Mindful Ramadhan: Seni Mengubah Rutinitas Menjadi Ibadah Tak Terbatas”. Buku ini ditulis oleh seorang ibu rumah tangga-cum-akademisi yang tinggal di salah satu daerah di Jawa Timur. Buku yang sepertinya dikumpukan dari beberapa artikel refleksi ini terdapat satu
HUMANIORA – (12/3/2026) Masalah klasik yang sering menghantui Sobat Humaniora saat menjalankan ibadah puasa adalah rasa lemas yang melanda di tengah diskusi kelas atau paparan materi dosen. Namun, tahukah Anda? Rasa lemas yang luar biasa di siang hari ternyata bukan sekadar akibat menahan lapar, melainkan sering kali dipicu oleh kekeliruan
Oleh: Wildana Wargadinata* Ramadhan sering dipersepsikan sebagai bulan “permakluman”: ritme kerja diturunkan, jam belajar dipersingkat, produktivitas dikurangi, dan puasa dijadikan alasan untuk lemah, mengantuk, dan bermalas-malasan. Institusi kerja melonggarkan target, sekolah memadatkan durasi, proyek melambat. Seolah-olah Ramadhan adalah bulan istirahat kolektif umat. Padahal secara historis dan teologis, Ramadhan justru bulan
HUMANIORA – (11/3/2026) Menghadapi jadwal perkuliahan yang padat di “Kampus di Atas Awan” sembari menjalankan ibadah puasa sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Namun, bagi Sobat Humaniora, Ramadan bukanlah alasan untuk menurunkan standar akademik atau mengendurkan semangat berorganisasi. Kuncinya terletak pada pemanfaatan waktu yang strategis melalui skema “Golden Hours”.