MIU Login

Resensi Buku Berbahasa Arab Antarkan Mahasiswa Humaniora Raih Juara

HUMANIORA – (12/10/2026) Keberanian mencoba ruang akademik baru membawa Ummu Qathrun Najwa, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2024, meraih Juara II kategori resensi buku berbahasa Arab dalam Qur’anic Essay Competition 2026. Capaian ini terasa istimewa karena kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama mahasiswa yang akrab disapa Nawa itu mengikuti lomba resensi buku.

Baca juga:

Qur’anic Essay Competition 2026 merupakan ajang yang pertama kali diselenggarakan melalui kerja sama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Resalat Al-Salam Foundation, Mesir. Kompetisi membuka dua kategori, yakni esai dan resensi buku, dengan karya pada kedua kategori ditulis menggunakan bahasa Arab.

Dalam kompetisi tersebut, Nawa memilih meresensi buku karya cendekiawan dan pemikir Arab Syaikh Ali Muhammad Al-Shurafa’ al-Hammadi berjudul Risālat al-Islām Raḥmah wa ‘Adl wa Ḥurriyyah wa Salām (كتاب رسالة الإسلام رحمة وعدل وحرية وسلام).

Resensinya diberi judul “(رسالة الإسلام) رؤية تجديدية لإعادة التوازن بين الشعائر والتطبيق الأخلاقي”, yang secara umum mengangkat pembacaan terhadap Risālat al-Islām sebagai visi pembaruan untuk mengembalikan keseimbangan antara ritual keagamaan dan penerapan nilai-nilai moral.

Pilihan mengikuti kategori resensi buku justru berangkat dari keinginan sederhana untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Alih-alih bertahan pada bidang yang sudah familier, Nawa menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan membaca, memahami, dan menuangkan kembali gagasan dari sebuah karya berbahasa Arab.

“Saya memilih resensi buku karena ingin mencoba hal baru. Jadi, baru ini pertama kalinya ikut lomba resensi buku dan alhamdulillah langsung bisa pecah telur,” ungkapnya.

Kompetisi berlangsung mulai 21–23 Agustus 2026 dan masa pelaksanaannya kemudian diperpanjang hingga 15 September 2026. Nawa mengirimkan karyanya pada 23 Agustus. Setelah melalui proses kompetisi dan penilaian, karya tersebut berhasil membawanya menempati posisi kedua.

Bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab, kompetisi semacam ini memiliki relevansi langsung dengan kompetensi yang dikembangkan selama perkuliahan. Bahasa Arab tidak berhenti pada kemampuan berkomunikasi, tetapi juga menjadi perangkat akademik untuk membaca karya, memahami pemikiran, melakukan interpretasi, serta menyampaikan gagasan secara tertulis.

Capaian Nawa sekaligus menunjukkan bagaimana kompetensi kebahasaan dapat berkembang menjadi kemampuan literasi akademik. Menulis sebuah resensi menuntut peserta untuk tidak sekadar memahami isi buku, tetapi juga mampu menemukan gagasan utama, membaca argumentasi penulis, kemudian menyajikan hasil pembacaan tersebut secara terstruktur dalam bahasa Arab.

Di balik keberhasilannya, Nawa mengakui dukungan orang-orang di sekitarnya memiliki arti penting. Ia menyebut dukungan dari Ustaz Imam, pengasuh maskan, serta Ustaz Anwar, pembina El-Jidal, turut memberikan motivasi baginya untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Pengalaman itu juga meninggalkan pelajaran mengenai keberanian untuk mencoba. Bagi Nawa, kesempatan berprestasi tidak selalu harus dimulai dari pengalaman panjang dalam sebuah bidang. Keberanian mengambil kesempatan pertama pun dapat membuka jalan menuju capaian yang sebelumnya tidak diperkirakan.

Pesan tersebut pula yang ingin ia bagikan kepada mahasiswa lain. Ia mengingatkan agar rasa tidak percaya diri tidak menjadi alasan untuk berhenti mengambil kesempatan, termasuk ketika harus berhadapan dengan kegagalan.

“Jangan insecure dan jangan pernah menyerah. Kalau gagal, kita coba lagi, gagal lagi, coba lagi, dan seterusnya, karena kita tidak tahu rezeki kita di mana dan kapan,” tuturnya.

Bagi Fakultas Humaniora, capaian tersebut menambah ruang aktualisasi mahasiswa BSA dalam penggunaan bahasa Arab pada konteks akademik. Kemampuan yang dipelajari di ruang kuliah memperoleh ruang pengujian melalui kompetisi yang mempertemukan kemampuan bahasa, literasi, pemikiran kritis, dan keberanian menghasilkan karya.

Nilai strategis lainnya hadir dari konteks penyelenggaraan Qur’anic Essay Competition 2026 yang mempertemukan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Resalat Al-Salam Foundation Mesir. Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa akademik sekaligus memperluas pengalaman mahasiswa dalam kegiatan yang memiliki dimensi internasional.

Rangkaian Qur’anic Essay Competition 2026 selanjutnya akan mencapai puncaknya melalui Awarding Ceremony pada 28 Oktober 2026 di Sport Center Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagi Nawa, momen tersebut akan menandai pengalaman pertamanya dalam kompetisi resensi buku—sebuah langkah baru yang langsung membawanya pada podium juara. [sof-unr/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait