HUMANIORA – (17/7/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Humaniora International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2026 melalui rapat perdana panitia yang digelar di Ruang Meeting Fakultas Humaniora Kampus 3, Jumat (17/7/2026). Rapat tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, serta seluruh panitia sebagai langkah awal menyatukan visi dan strategi untuk menghadirkan penyelenggaraan I-YES yang semakin berkualitas dan berdampak secara internasional.
Baca juga:
Mengusung semangat memperkuat reputasi global Fakultas Humaniora, rapat perdana difokuskan pada penyusunan konsep kegiatan, pembagian tugas kepanitiaan, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam dan luar negeri. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, I-YES 2026 dirancang menghadirkan nuansa akademik yang lebih kuat tanpa meninggalkan kekayaan interaksi budaya yang selama ini menjadi ciri khas program tersebut.

Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., menegaskan bahwa I-YES telah berkembang menjadi salah satu program internasional unggulan fakultas. Oleh karena itu, penyelenggaraan tahun ini harus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperluas jejaring internasional.
Menurutnya, kegiatan budaya dan rekreatif tetap menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman lintas budaya. Namun demikian, aspek akademik harus memperoleh porsi yang lebih besar melalui kegiatan-kegiatan ilmiah yang memberikan pengalaman belajar lebih mendalam bagi peserta internasional maupun mahasiswa Humaniora.
“I-YES tahun ini harus menghadirkan sesuatu yang baru. Kita ingin kegiatan akademiknya lebih terasa melalui berbagai forum ilmiah, diskusi, kolaborasi, dan aktivitas yang benar-benar memberikan pengalaman intelektual bagi seluruh peserta,” tegasnya.
Dekan juga mendorong agar penyelenggaraan I-YES melibatkan kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai mitra strategis. Sinergi bersama institusi pendidikan, lembaga internasional, sekolah, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperkaya substansi kegiatan sekaligus memperluas dampak program bagi masyarakat.
Selain memperkuat kolaborasi eksternal, Prof. Faisol mengingatkan seluruh panitia agar membangun komunikasi yang solid sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan program internasional tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga koordinasi yang efektif antar seluruh unsur kepanitiaan.
Sementara itu, Ketua I-YES 2026, Anwar Masadi, M.A., menjelaskan bahwa rapat perdana menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh panitia mengenai arah penyelenggaraan program sekaligus menyusun langkah kerja setiap divisi.
Dalam rapat tersebut disepakati tema “Voices Across Culture: Inspiring Dialogue for a Sustainable Future.”

Menurut Anwar, tema tersebut dipilih karena mencerminkan semangat I-YES sebagai ruang perjumpaan mahasiswa dari berbagai negara untuk membangun dialog lintas budaya yang saling menghargai, memperkuat pemahaman global, serta melahirkan gagasan-gagasan kolaboratif yang berkontribusi terhadap masa depan yang berkelanjutan.
“I-YES bukan sekadar mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara, tetapi menjadi ruang bertukar pengalaman, perspektif, dan pengetahuan yang mampu menginspirasi lahirnya kolaborasi internasional di masa mendatang,” ujarnya.
Ia berharap seluruh seksi kepanitiaan segera menyusun rencana kerja masing-masing, melakukan koordinasi secara intensif, serta memastikan setiap tahapan persiapan berjalan sesuai target. Komunikasi yang baik sejak awal, menurutnya, menjadi kunci sukses penyelenggaraan program internasional yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga menginstruksikan agar publikasi awal I-YES 2026 segera disiapkan. Informasi mengenai tema, identitas visual, serta materi promosi seperti pamflet dan publikasi digital diharapkan dapat segera dipublikasikan agar calon peserta dan mitra internasional memperoleh informasi lebih awal mengenai pelaksanaan program.
Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini, Fakultas Humaniora optimistis I-YES 2026 akan menjadi salah satu program internasional yang semakin berkualitas. Dengan penguatan aspek akademik, perluasan jejaring kemitraan global, serta kolaborasi lintas budaya yang lebih intensif, I-YES diharapkan semakin memperkuat posisi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan bahasa, sastra, budaya, dan dialog peradaban yang bereputasi di tingkat internasional. [al/Infopub]





