HUMANIORA – (1/7/2026) Transformasi pendidikan yang dipicu oleh pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membekali mahasiswa peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) bidang pengajaran melalui kelas kompetensi bertajuk “Guru di Era AI: Tetap Relevan, Humanis, dan Berdampak” pada Kamis (25/6/2026) di Auditorium Kampus 3.
Baca juga:
- Mahasiswa BSA Humaniora Torehkan Prestasi Nasional di Ajang Umsura National Pencak Silat Championship 2026
- Belajar Bahasa Film, Humaniora Bekali Mahasiswa Hadapi Industri Kreatif
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Stadium Generale dan Pembekalan PKL Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini menghadirkan Ahmad Zain Fuad, S.Si., S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber dengan moderator Dien Nur Chotimah, M.Pd. Sebanyak 90 mahasiswa yang akan menjalani PKL bidang pengajaran mengikuti sesi ini untuk memperkuat kesiapan mereka menghadapi dinamika profesi guru di era transformasi digital.
Dalam pemaparannya, Ahmad Zain Fuad menegaskan bahwa kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru. Sebaliknya, perkembangan teknologi menjadi momentum bagi calon pendidik untuk memperkuat kompetensi yang tidak dapat digantikan oleh mesin, yaitu nilai-nilai kemanusiaan, kemampuan membangun karakter peserta didik, serta kepemimpinan dalam proses pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa saat ini peserta didik merupakan generasi digital yang memiliki akses informasi tanpa batas. Kondisi tersebut mengubah peran guru dari satu-satunya sumber pengetahuan menjadi fasilitator, pembimbing, sekaligus teladan yang mampu menumbuhkan karakter, literasi, nalar kritis, kolaborasi, dan empati.
“Guru harus tetap relevan dengan perubahan zaman. Yang tidak tergantikan oleh teknologi adalah kemampuan guru membangun hubungan, menanamkan nilai, membimbing, dan menginspirasi peserta didik,” menjadi pesan utama yang dibangun sepanjang sesi pembekalan berdasarkan materi yang disampaikan narasumber.

Lebih lanjut, Ahmad Zain Fuad mengaitkan perubahan tersebut dengan kebijakan pendidikan terbaru melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning). Menurutnya, pembelajaran masa kini harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan kehidupan nyata.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga diajak memahami tiga prinsip utama pembelajaran yang perlu diwujudkan oleh calon guru profesional, yakni pembelajaran yang berkesadaran (mindful learning), bermakna (meaningful learning), dan menggembirakan (joyful learning). Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, interaktif, serta mampu mendorong peserta didik berkembang secara optimal.
Selain membahas paradigma pembelajaran, narasumber memberikan pembekalan praktis mengenai kesiapan menjalani Praktik Kerja Lapangan. Mahasiswa didorong untuk membangun profesionalisme melalui penguasaan materi, kemampuan mengelola kelas, menjaga etika profesi, serta menjalin komunikasi yang intensif dengan guru pamong sebagai bagian dari proses refleksi dan pengembangan diri selama praktik mengajar.
Ahmad Zain Fuad menekankan bahwa calon guru profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh karakter yang dibangun melalui refleksi, etika, komunikasi, dan tanggung jawab terhadap profesinya. Nilai-nilai tersebut selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan guru sebagai sosok penuntun yang mampu memberi teladan, membangun semangat, sekaligus memberikan dorongan bagi tumbuh kembang peserta didik.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mahasiswa mengenai implementasi AI dalam pembelajaran, strategi menjaga integritas akademik, hingga tantangan menjadi guru pada era digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesiapan menghadapi perubahan dunia pendidikan yang berlangsung sangat cepat.
Melalui kelas kompetensi ini, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, tetapi juga membangun pola pikir calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang profesional, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Sebagai rumah tumbuh mahasiswa, Fakultas Humaniora terus menghadirkan berbagai program penguatan kompetensi yang menghubungkan teori di ruang kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui sinergi bersama akademisi dan praktisi, fakultas berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan peradaban. [unr/Infopub]





