MIU Login

Kaprodi BSA: Kurikulum Baru Harus Menjawab Dunia Kerja dan Potensi Karier Lulusan

HUMANIORA – (15/7/2026) Pemutakhiran kurikulum bukan sekadar menyesuaikan regulasi pendidikan tinggi, tetapi menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Semangat tersebut menjadi penekanan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Abdul Basid, M.Pd., dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Mata Kuliah Kekhasan Program Studi (MKKPS) dan Mata Kuliah Kekhasan Inti Program Studi (MKKIPS) yang berlangsung di Kampus 3, Selasa (14/7/2026).

Baca juga:

Abdul Basid menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum kali ini merupakan tindak lanjut dari agenda pemutakhiran kurikulum yang sebelumnya dilakukan di tingkat fakultas. Fokus pembahasan diarahkan pada penyusunan struktur mata kuliah yang mampu mengintegrasikan kekuatan akademik Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dengan kebutuhan dunia profesional yang terus berkembang.

Menurutnya, Prodi BSA saat ini mengembangkan struktur kurikulum yang terdiri atas 14 SKS Mata Kuliah Kekhasan Program Studi (MKKPS), 84 SKS Mata Kuliah Keahlian Inti Program Studi (MKKIPS), serta 16 SKS Mata Kuliah Keahlian Pilihan Program Studi (MKKPPS). Seluruh penyusunan tersebut mengacu pada regulasi nasional, kebijakan universitas, serta arah pengembangan kurikulum Fakultas Humaniora.

Abdul Basid juga menuturkan bahwa hasil Tracer Study menunjukkan lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab telah berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari dunia pendidikan, industri pariwisata, industri kreatif, lembaga pemerintahan, hingga Badan Intelijen Negara (BIN). Fakta tersebut menjadi dasar penting dalam merancang kurikulum yang semakin adaptif terhadap kebutuhan lapangan kerja.

“Hasil tracer study menunjukkan bahwa alumni kita memiliki ruang pengabdian yang sangat luas. Karena itu, kurikulum harus mampu menjembatani kebutuhan mahasiswa agar ketika lulus mereka siap memasuki berbagai sektor profesi yang terus berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemutakhiran kurikulum juga mengakomodasi kebijakan fakultas yang menghadirkan tiga mata kuliah kekhasan, yaitu Islam dan Kebudayaan, Humaniora Digital dan Literasi Kecerdasan Buatan, serta Kewirausahaan dan Industri Kreatif. Mata kuliah tersebut dipandang sebagai penguatan kompetensi lintas disiplin yang relevan dengan tantangan era digital.

Dalam forum tersebut, Basid mengajak seluruh dosen untuk aktif mengevaluasi setiap mata kuliah sesuai bidang keahlian masing-masing. Melalui diskusi kelompok, para dosen diminta menyusun kembali alur pembelajaran agar lebih sistematis, saling terintegrasi, serta mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan.

Selain itu, ia menginstruksikan perlunya penataan ulang sirkulasi mata kuliah agar proses studi mahasiswa menjadi lebih efektif. Menurutnya, desain kurikulum yang baik akan memberikan peluang lebih besar bagi mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu tanpa mengurangi kualitas capaian pembelajaran.

Abdul Basid optimistis bahwa kurikulum baru berbasis Outcome Based Education (OBE) akan memperkuat posisi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab sebagai program studi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mempertahankan kekuatan kajian bahasa, sastra, dan budaya Arab.

Melalui pembaruan kurikulum yang berbasis kebutuhan pengguna lulusan, Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora terus berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga adaptif, profesional, dan siap berkarya di berbagai bidang strategis, baik di tingkat nasional maupun global. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait