HUMANIORA – (23/9/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 terhadap Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Program Studi Sastra Inggris, Rabu (23/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Lantai 2 Fakultas Humaniora sebagai bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar dan mendukung penguatan budaya mutu di tingkat program studi.
Baca juga:
Audit AMI 2026 menghadirkan Yossi Indra Kusuma, S.Ked., M.Ked., Ed. sebagai auditor. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, serta Tim Audit Mutu Internal dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan Program Studi Sastra Inggris.

Bagi Fakultas Humaniora, AMI bukan semata agenda rutin untuk memeriksa kelengkapan dokumen. Audit menjadi ruang untuk melihat secara lebih objektif apakah perencanaan akademik, implementasi program, dan bukti pelaksanaannya telah berjalan selaras dengan standar mutu yang ditetapkan.
Karena itu, audit menyentuh berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan. Auditor melakukan penelaahan terhadap dokumen akademik, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta tata kelola program studi. Berbagai bukti pendukung juga dicermati untuk melihat keterhubungan antara apa yang direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa AMI perlu dimaknai sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar pemeriksaan administratif.
“AMI menjadi ruang bagi kita untuk melihat kembali kesesuaian pelaksanaan akademik sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Yang terpenting adalah bagaimana hasil audit dapat menjadi dasar untuk meningkatkan mutu dan memperkuat budaya mutu di program studi,” ungkapnya.

Pandangan tersebut menempatkan hasil audit sebagai bahan refleksi. Temuan dalam AMI bukan semata untuk menunjukkan bagian yang sudah atau belum sesuai, tetapi memberikan informasi yang dapat digunakan program studi untuk menentukan langkah perbaikan secara lebih terarah.
Dalam proses audit, dokumen menjadi salah satu sumber untuk melihat bagaimana sistem akademik dijalankan. Namun, perhatian tidak berhenti pada ketersediaan dokumen. Kesesuaian antara dokumen dengan praktik menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa standar mutu benar-benar diterapkan dalam aktivitas akademik.
Pendekatan tersebut membuat AMI memiliki fungsi strategis. Program studi dapat mengenali praktik yang telah berjalan baik untuk dipertahankan sekaligus menemukan bagian yang masih membutuhkan penguatan.
Bagi Program Studi BSA dan Sastra Inggris, AMI juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan akademik yang telah berlangsung dalam satu siklus pengelolaan.
Pembelajaran, penelitian, dan PkM merupakan tiga ranah yang saling terhubung dalam kehidupan perguruan tinggi. Kualitas pembelajaran perlu ditopang oleh perencanaan yang baik dan perkembangan keilmuan dosen. Penelitian memperkuat basis pengetahuan, sementara pengabdian menjadi ruang untuk membawa keilmuan tersebut lebih dekat kepada kebutuhan masyarakat.
Semua itu membutuhkan tata kelola yang mampu memastikan program berjalan secara terencana, terdokumentasi, terukur, dan dapat dievaluasi.
Karena itu, audit terhadap kedua program studi memiliki relevansi yang lebih luas daripada kepentingan administratif. Hasilnya dapat menjadi salah satu dasar untuk memperkuat pembelajaran dan layanan akademik yang secara langsung bersentuhan dengan mahasiswa.
Nilai penting AMI justru berada pada apa yang dilakukan setelah audit selesai. Catatan, temuan, maupun rekomendasi yang diperoleh perlu diterjemahkan menjadi tindak lanjut sehingga evaluasi menghasilkan perubahan yang dapat diukur.
Dengan mekanisme tersebut, penjaminan mutu membentuk sebuah siklus: standar ditetapkan, program dilaksanakan, pelaksanaannya dievaluasi, kekurangan diperbaiki, kemudian kualitas kembali ditingkatkan.
Budaya semacam inilah yang terus diperkuat Fakultas Humaniora. Mutu tidak hanya hadir ketika program studi sedang menghadapi asesmen atau akreditasi, tetapi menjadi kesadaran bersama dalam mengelola kegiatan akademik sehari-hari.
Hal tersebut semakin penting ketika perguruan tinggi berhadapan dengan perubahan kebutuhan mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi teknologi, serta tuntutan dunia profesional. Program studi perlu memiliki kemampuan untuk terus mengevaluasi dirinya agar pendidikan yang diberikan tetap relevan sekaligus terjaga kualitasnya.
Pelaksanaan AMI 2026 pada Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan Sastra Inggris dengan demikian bukan menjadi titik akhir sebuah evaluasi. Audit justru menjadi awal bagi tahapan berikutnya: membaca temuan, menentukan prioritas perbaikan, melaksanakan tindak lanjut, dan memastikan perubahan benar-benar terjadi.
Melalui siklus tersebut, Fakultas Humaniora terus mendorong tumbuhnya budaya akademik yang tidak berhenti pada pemenuhan standar, tetapi memiliki kemampuan untuk mengevaluasi diri dan berkembang secara berkelanjutan. [unr-sof/Infopub]





