MIU Login

Gelar Koordinasi Penyusunan MKKPS, Prodi BSA Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Era Industri Kreatif

HUMANIORA – (14/7/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat transformasi kurikulum sebagai strategi mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era industri kreatif. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Mata Kuliah Kekhasan Program Studi (MKKPS) dan Mata Kuliah Kekhasan Inti Program Studi (MKKIPS) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Kampus 3, Selasa (14/7/2026).

Baca juga:

Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Humaniora Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Abdul Basid beserta Sekretaris prodi, Dr. Moh. Zawawi, serta seluruh dosen Prodi BSA sebagai bagian dari rangkaian pemutakhiran kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang akan mulai diterapkan pada semester mendatang.

Dalam arahannya, Prof. Faisol menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak boleh berhenti pada pemenuhan regulasi pendidikan tinggi semata. Lebih dari itu, kurikulum harus menjadi instrumen strategis untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan perkembangan teknologi.

“Kurikulum harus menjadi instrumen yang mampu mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan. Karena itu, kita tidak hanya mempertahankan kekuatan keilmuan Humaniora, tetapi juga menghadirkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, rapat tersebut merupakan tahapan lanjutan dari proses pemutakhiran kurikulum Fakultas Humaniora yang sebelumnya telah menetapkan struktur mata kuliah kekhasan fakultas. Kini, fokus pembahasan diarahkan pada penyusunan mata kuliah di tingkat program studi agar semakin selaras dengan capaian pembelajaran lulusan.

Prof. Faisol menambahkan bahwa implementasi kurikulum OBE menjadi momentum penting untuk mendesain kembali pengalaman belajar mahasiswa secara lebih terarah. Setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi yang jelas terhadap kompetensi lulusan sehingga proses pembelajaran benar-benar menghasilkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia profesional.

Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan kurikulum harus mampu mengakomodasi berbagai masukan dari pakar, alumni, pengguna lulusan (stakeholders), serta perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kurikulum yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Fakultas Humaniora yang menetapkan beban studi minimal program sarjana sebanyak 146 SKS, termasuk penguatan tiga mata kuliah kekhasan fakultas, yaitu Islam dan Kebudayaan, Humaniora Digital dan Literasi Kecerdasan Buatan, serta Kewirausahaan dan Industri Kreatif. Ketiga mata kuliah tersebut dirancang untuk memperkuat identitas akademik Humaniora sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan dinamika dunia kerja.

Dalam forum tersebut, para dosen dibagi ke dalam kelompok-kelompok sesuai bidang keilmuan masing-masing untuk mengevaluasi struktur mata kuliah, menyusun alur pembelajaran, serta memastikan keterkaitan antarmata kuliah agar implementasi kurikulum berjalan lebih efektif.

Melalui pemutakhiran kurikulum berbasis OBE, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman. Kurikulum yang visioner diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya, tetapi juga siap berkontribusi di era transformasi digital dan industri kreatif. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait