HUMANIORA – (22/9/2026) Memilih pendidikan setelah lulus sekolah bukan sekadar menentukan kampus atau program studi. Di balik keputusan tersebut terdapat proses mengenali potensi, memahami minat, dan membayangkan masa depan. Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuka ruang bagi siswa kelas XII untuk memperoleh pengalaman tersebut melalui National Student Summit(NSS) 2026.
Baca juga:
NSS 2026 merupakan flagship pre-university program Fakultas Humaniora yang akan mempertemukan siswa kelas XII SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Program berlangsung selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026, dengan tema “Connecting Potential, Exploring Humanity, Inspiring the Future.”
Melalui workshop akademik, eksplorasi budaya, kompetisi persahabatan, permainan bahasa, campus tour, student sharing session, dan kolaborasi kreatif, peserta diajak mengenal kehidupan perguruan tinggi secara lebih dekat. Pendekatan ini membuat NSS tidak hanya menjadi ruang pengenalan kampus, tetapi juga pengalaman awal bagi siswa untuk mengeksplorasi pilihan akademiknya.
Tema “Connecting Potential” menempatkan potensi siswa sebagai titik awal program. Bagi siswa kelas XII, informasi mengenai perguruan tinggi tersedia sangat luas. Namun, informasi belum tentu memberikan pengalaman yang cukup untuk memahami karakter suatu bidang ilmu. NSS mencoba mempertemukan keduanya melalui pengalaman langsung.
Peserta akan diperkenalkan dengan dua bidang utama di Fakultas Humaniora, yaitu Bahasa dan Sastra Arab dan Sastra Inggris. Situs resmi fakultas menempatkan keduanya sebagai program studi yang mempersiapkan mahasiswa menjadi profesional dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya.
Karena itu, bahasa dalam NSS tidak hanya diperkenalkan sebagai keterampilan linguistik. Peserta juga diajak melihat keterhubungannya dengan sastra, budaya, komunikasi lintas budaya, kreativitas, serta perkembangan global. Profil resmi universitas juga mencatat Sastra Inggris memiliki orientasi yang relevan dengan dinamika global dan komunikasi lintas budaya, sementara BSA mengembangkan penguasaan bahasa dan budaya Arab sekaligus kesiapan profesional.
Dimensi “Exploring Humanity” memberikan substansi yang lebih dalam terhadap program. Humaniora pada dasarnya mempelajari manusia melalui bahasa, sastra, budaya, dan berbagai ekspresinya. Karena itu, pengalaman NSS dirancang tidak hanya berlangsung dalam format penyampaian informasi.
Melalui workshop, permainan bahasa, pertunjukan budaya, dan interaksi dengan mahasiswa, peserta memperoleh kesempatan mengalami sebagian atmosfer pembelajaran tersebut.
Pendekatan ini sejalan dengan positioning Fakultas Humaniora, “Connecting languages, cultures, and the world.” Kurikulum Humaniora sendiri menggabungkan landasan keilmuan dengan keterampilan dan pengalaman praktis, termasuk kajian kebahasaan, kesusastraan, dan kebudayaan.
Dengan demikian, NSS menjadi jembatan antara dunia sekolah dengan pengalaman pendidikan tinggi. Siswa tidak diarahkan untuk menentukan pilihan tertentu, tetapi diberikan ruang untuk memperoleh pengalaman dan perspektif sebelum mengambil keputusan akademiknya sendiri.
Nilai lain NSS 2026 terletak pada perjumpaan antarpeserta. Siswa dari berbagai daerah di Pulau Jawa akan belajar, berdiskusi, mengikuti aktivitas, dan membangun pengalaman bersama. Pertemuan tersebut membuka kesempatan membangun jejaring nasional, sekaligus melatih komunikasi, kolaborasi, adaptasi, dan kemampuan berinteraksi dengan teman dari lingkungan berbeda.
Dalam konteks pendidikan humaniora, pengalaman semacam ini penting. Memahami manusia tidak hanya dilakukan melalui teks, tetapi juga melalui perjumpaan dan dialog. Fakultas Humaniora memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan bahasa dan sastra. Akar akademiknya dapat ditelusuri sejak pendirian Fakultas Sastra pada 1998, yang kemudian berkembang bersama Program Studi Bahasa dan Sastra Arab serta Sastra Inggris. NSS membawa pengalaman akademik tersebut lebih dekat kepada generasi yang sedang mempersiapkan diri memasuki perguruan tinggi.
NSS 2026 diselenggarakan dengan skema fully funded selama program. Fakultas Humaniora menanggung biaya program, akomodasi, konsumsi, dan material kegiatan bagi peserta terpilih. Peserta hanya bertanggung jawab atas transportasi menuju dan dari Malang, asuransi pribadi apabila diperlukan, serta kebutuhan personal.
Skema tersebut memperluas akses siswa terhadap pengalaman pra-universitas sekaligus menunjukkan bahwa NSS dirancang sebagai program pembelajaran yang terstruktur, bukan sekadar kunjungan kampus.
Pendaftaran NSS 2026 dibuka 19–30 September 2026. Seleksi berlangsung pada 1–7 Oktober, pengumuman peserta terpilih 8 Oktober, technical meeting melalui Zoom 12 Oktober, dan program utama 19–21 Oktober 2026.
Peserta harus merupakan siswa kelas XII SMA/SMK/MA di Pulau Jawa, memiliki kartu pelajar aktif, memiliki ketertarikan terhadap bahasa, sastra, dan humaniora, serta dapat mengatur transportasi menuju dan dari Malang secara mandiri.
Melalui NSS 2026, Fakultas Humaniora menghadirkan ruang agar siswa tidak hanya bertanya “kuliah di mana?”, tetapi mulai memikirkan pertanyaan yang lebih mendasar: potensi apa yang ingin dikembangkan dan kontribusi apa yang ingin diberikan di masa depan? Di situlah “Connecting Potential, Exploring Humanity, Inspiring the Future” memperoleh maknanya—menghubungkan potensi generasi muda dengan pengalaman belajar yang membantu mereka memahami manusia dan memperluas cakrawala masa depan. [al/Infopub]





