HUMANIORA – (10/7/2026) Di tengah suasana haru dan kebanggaan yang mewarnai Yudisium dan Pelepasan Mahasiswa Fakultas Humaniora Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, terdapat satu momentum yang menghadirkan nuansa reflektif sekaligus penuh makna. Sebanyak 322 peserta yudisium mengikuti rangkaian istighosah dan doa bersama yang menjadi penutup kegiatan yudisium pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Huruf Ya’ (ي), Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Baca juga:
- Enam Lulusan Terbaik Humaniora Raih Predikat Cumlaude, Bukti Budaya Akademik Berprestasi
- Sandra Damar Ajak Calon Alumni Humaniora Bangun Portofolio, Tingkatkan Kompetensi, dan Jangan Takut Gagal
Kegiatan yang diikuti oleh 183 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab serta 139 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris tersebut dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Fakultas Humaniora, Miftahul Huda, S.Hum., M.Pd. Melalui istighosah, para peserta diajak untuk mensyukuri capaian akademik yang telah diraih sekaligus memohon keberkahan dan kemudahan dalam menapaki fase kehidupan berikutnya.
Bagi Fakultas Humaniora, yudisium bukan hanya penanda berakhirnya proses pendidikan formal di bangku kuliah. Lebih dari itu, yudisium merupakan momentum transisi yang mengantarkan mahasiswa menuju berbagai ruang pengabdian baru, baik di dunia profesional, pendidikan, industri kreatif, maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Dalam suasana yang khidmat, para peserta bersama-sama melantunkan doa, dzikir, dan istighosah sebagai bentuk ikhtiar spiritual setelah menempuh perjalanan akademik yang panjang. Momen tersebut menjadi ruang refleksi bagi para calon alumni untuk mengenang perjuangan selama masa studi sekaligus memperkuat keyakinan bahwa setiap capaian yang diraih tidak terlepas dari pertolongan dan ridha Allah SWT.
Miftahul Huda menegaskan bahwa keberhasilan akademik perlu diiringi dengan rasa syukur dan kesadaran spiritual yang kuat. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa kuliah akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ia juga mengajak para peserta yudisium untuk menjadikan doa sebagai bagian dari perjalanan hidup setelah lulus. Di tengah dinamika dunia kerja dan perubahan sosial yang semakin cepat, lulusan Humaniora diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kompetensi profesional dan keteguhan moral sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan.
Suasana istighosah berlangsung penuh kekhusyukan. Banyak peserta tampak larut dalam doa, mengingat perjalanan akademik yang telah mereka lalui sejak awal menjadi mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya dibangun melalui kerja keras dan ketekunan, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual yang terus dijaga.

Pelaksanaan istighosah dalam rangkaian yudisium mencerminkan karakter khas Fakultas Humaniora sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Tradisi akademik yang dipadukan dengan penguatan spiritual menjadi bagian dari upaya fakultas dalam melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Bagi para peserta yudisium, istighosah menjadi penutup yang bermakna sebelum memasuki fase baru sebagai alumni. Di tengah kebahagiaan atas capaian akademik yang diraih, mereka diajak untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai setelah meninggalkan bangku kuliah.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya mengembangkan kecakapan intelektual, tetapi juga membangun kematangan spiritual dan karakter. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama masa studi, para lulusan diharapkan mampu menjadi insan Humaniora yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban. [unr/Infopub]





