HUMANIORA – (27/4/2026) Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan kiprah akademiknya di tingkat nasional melalui keterlibatan sebagai narasumber dalam kegiatan Lecturer Mobility di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang strategis berbagi praktik terbaik dalam implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Baca juga:
- Humaniora Buka Penelitian Kompetitif Mahasiswa “Humaniora Research Awards 2026”
- Membaca Ulang Rajah Lokal untuk Generasi Z: Perspektif Kritis dan Kontekstual
Dalam forum akademik tersebut, dua dosen BSA UIN Malang, Arief Rahman Hakim, M.Pd.I. dan Dr. Moh. Zawawi, memaparkan pengalaman inovatif mereka dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada luaran nyata mahasiswa.
Arief Rahman Hakim mengulas pengalamannya mengampu mata kuliah Khot wa Al-Imla, dengan menekankan integrasi antara tradisi kaligrafi Arab dan teknologi digital. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran tidak lagi terbatas pada teknik manual, melainkan dikembangkan melalui pendekatan blended learning yang menggabungkan praktik langsung dengan pemanfaatan media digital.
“Hasilnya, mahasiswa tidak hanya memahami teknik dasar kaligrafi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kaligrafi digital yang estetis dan relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini,” ungkapnya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjembatani nilai tradisional dengan tuntutan modernitas, sekaligus membuka peluang baru bagi mahasiswa dalam dunia kreatif berbasis digital.

Sementara itu, Dr. Moh. Zawawi memaparkan strategi implementasi OBE dalam mata kuliah Metode Penelitian. Ia menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proses yang sistematis dan berkelanjutan, dengan target akhir berupa artikel ilmiah sebagai produk utama mahasiswa.
Melalui skema pembelajaran bertahap, mahasiswa dibimbing mulai dari penyusunan proposal penelitian, pengumpulan dan analisis data, hingga penulisan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan. “Pendampingan yang konsisten dan evaluasi berkala menjadi kunci agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” jelasnya.
Paparan kedua dosen ini mendapat respons positif dari sivitas akademika FAH UIN Jakarta, karena dinilai memberikan gambaran konkret tentang implementasi OBE yang tidak hanya konseptual, tetapi juga aplikatif dan terukur.
Kegiatan Lecturer Mobility ini sekaligus mempertegas peran dosen BSA UIN Malang sebagai agen inovasi pembelajaran, yang mampu menghadirkan model pendidikan berbasis capaian nyata dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui forum ini, diharapkan terjadi penguatan kolaborasi akademik sekaligus pertukaran praktik baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang bahasa dan sastra Arab. [al/Infopub]





