MIU Login

Perkuat Kurikulum, Humaniora Cetak Lulusan Siap Industri Kreatif

HUMANIORA – (3/7/2026) Perubahan dunia kerja, pesatnya perkembangan teknologi digital, serta tuntutan mutu pendidikan tinggi mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan kurikulum. Tidak lagi sekadar menyusun daftar mata kuliah, pengembangan kurikulum kini menjadi strategi penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan global. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat penyusunan Kurikulum Kekhasan Fakultas sebagai identitas akademik sekaligus fondasi dalam mencetak lulusan yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman.

Baca juga:

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penyusunan Mata Kuliah Kurikulum Kekhasan Fakultas yang dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) di ruang meeting lantai 2. Forum yang melibatkan jajaran dekanat dan pimpinan program studi ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menekankan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), fleksibilitas kurikulum, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi agar mampu memenuhi standar nasional maupun internasional.

Dalam forum tersebut, Fakultas Humaniora menyusun berbagai mata kuliah yang menjadi ciri khas fakultas, khususnya untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang kebahasaan, kesusastraan, kebudayaan, serta penelitian humaniora. Mata kuliah tersebut dirancang sebagai penguat identitas akademik Fakultas Humaniora sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang.

Selain memperkuat kekhasan keilmuan humaniora, pembahasan juga diarahkan pada penyesuaian struktur kurikulum agar lebih fleksibel dan adaptif. Salah satu keputusan penting yang disepakati adalah jumlah minimal beban studi program sarjana (S1) sebanyak 146 SKS. Penambahan beban studi ini dimaksudkan untuk mengakomodasi mata kuliah institusional dan muatan lokal yang menjadi karakter khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tanpa mengurangi ruang mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesionalnya.

Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak boleh berhenti pada pemenuhan regulasi semata, melainkan harus mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan.

Menurutnya, proses pemutakhiran kurikulum merupakan momentum penting untuk menyelaraskan visi akademik fakultas dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, perkembangan ilmu pengetahuan, serta transformasi teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Kurikulum harus menjadi instrumen yang mampu mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan. Karena itu, kita tidak hanya mempertahankan kekuatan keilmuan Humaniora, tetapi juga menghadirkan kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pembaruan tersebut, Fakultas Humaniora berencana menghadirkan sejumlah mata kuliah baru yang lebih kontekstual, di antaranya Islam dan Kebudayaan, Humaniora Digital dan Literasi Kecerdasan Buatan, serta Kewirausahaan dan Industri Kreatif. Kehadiran mata kuliah ini menjadi respons terhadap perkembangan teknologi digital, transformasi industri kreatif, serta meningkatnya kebutuhan akan literasi kecerdasan buatan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Mata kuliah Humaniora Digital dan Literasi Kecerdasan Buatan, misalnya, dirancang untuk membekali mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi digital dan artificial intelligence secara kritis, etis, dan produktif dalam kajian bahasa, sastra, budaya, maupun dunia profesional. Sementara Kewirausahaan dan Industri Kreatif akan mengarahkan mahasiswa memahami proses membangun usaha berbasis kreativitas, inovasi, serta peluang ekonomi kreatif yang kini menjadi salah satu sektor strategis nasional.

Sebaliknya, beberapa mata kuliah yang dinilai sudah kurang relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman akan dievaluasi dan disesuaikan agar kurikulum tetap dinamis serta mampu menjawab tantangan dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Faisol juga menginstruksikan perlunya penataan kembali alur dan sirkulasi mata kuliah di Fakultas Humaniora. Penataan ini bertujuan agar proses studi mahasiswa menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi dalam waktu tujuh semester tanpa mengurangi kualitas capaian pembelajaran.

Menurutnya, percepatan masa studi tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa melalui efisiensi biaya pendidikan dan percepatan memasuki dunia kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan indikator kinerja utama perguruan tinggi, efektivitas pengelolaan akademik, serta penguatan reputasi akreditasi fakultas.

Melalui penyusunan Kurikulum Kekhasan Fakultas ini, Fakultas Humaniora menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan. Integrasi antara penguatan keilmuan humaniora, literasi digital, kewirausahaan, dan budaya mutu diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing global, karakter yang kuat, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia profesional yang terus berubah.

Dengan langkah strategis tersebut, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan humaniora, tetapi juga terus bertransformasi menghadapi tantangan era digital dan industri kreatif melalui kurikulum yang relevan, visioner, dan berorientasi pada masa depan. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait