MIU Login

Peserta I-CAN 2026 Susun Strategi Program Global Bersama Mitra dari Uzbekistan

HUMANIORA – (5/6/2026) Membangun karier global tidak cukup hanya dengan memahami peluang internasional, tetapi juga membutuhkan kemampuan merancang program, menyusun strategi, dan mengomunikasikan gagasan secara efektif. Karena itu, Humaniora International Career Access Network (I-CAN) 2026 tidak hanya menghadirkan materi inspiratif, tetapi juga memberikan ruang praktik bagi peserta untuk mengembangkan ide dan solusi nyata berbasis jejaring internasional.

Baca juga:

Hal tersebut tampak pada sesi siang hari kedua I-CAN 2026 yang menghadirkan narasumber internasional dari Uzbekistan, Nodirbek Bakirov, melalui Zoom Meeting. Dalam paparannya, ia memperkenalkan Uzbekistan sebagai salah satu destinasi strategis bagi pengembangan pendidikan, budaya, riset, dan karier global yang semakin terbuka bagi mahasiswa internasional.

Nodirbek menjelaskan bahwa Uzbekistan saat ini tengah berkembang menjadi pusat kerja sama pendidikan internasional di kawasan Asia Tengah. Salah satu institusi yang diperkenalkan adalah Tashkent State University of Economics, yang dikenal memiliki fasilitas modern, program studi yang beragam, serta jaringan kemitraan dengan berbagai universitas dunia.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memperluas pengalaman internasional melalui berbagai program pertukaran pelajar, penelitian, magang, maupun kolaborasi lintas negara.

“Dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan lingkungan global dan memiliki kemampuan membangun kolaborasi internasional,” ungkapnya dalam sesi pemaparan.

Selain memperkenalkan potensi pendidikan di Uzbekistan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai berbagai peluang kerja sama internasional yang dapat menjadi pintu masuk pengembangan karier global. Materi ini memberikan perspektif bahwa negara-negara di luar pusat pendidikan konvensional juga menawarkan peluang akademik dan profesional yang sangat menjanjikan.

Sementara itu, J. Mahameru, M.Sc., M.Litt. kembali hadir untuk memperkenalkan berbagai skema program internasional yang dapat diakses peserta, mulai dari program YOU-I Japan, program perjalanan edukatif dan religi berbasis Uzbekistan, hingga peluang kolaborasi bersama Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC).

Namun, inti utama sesi ini tidak berhenti pada pemaparan materi. Para peserta justru ditantang untuk mengimplementasikan seluruh wawasan yang telah mereka peroleh melalui kegiatan brainstorming dan perancangan program berbasis minat.

Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai ketertarikan mereka terhadap program YOU-I Japan, Travel Umroh Uzbekistan, dan IBISRC. Dalam kelompok tersebut, mereka diminta merancang ide program yang inovatif dengan memanfaatkan pendekatan Affective Presentation yang telah dipelajari pada sesi sebelumnya.

Melalui diskusi kelompok, peserta mengidentifikasi berbagai peluang, tantangan, solusi, serta dampak yang dapat dihasilkan dari program yang mereka rancang. Kegiatan ini melatih peserta untuk berpikir strategis, menyusun argumentasi yang terstruktur, serta mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim lintas perspektif.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Berbagai gagasan kreatif muncul dari peserta, mulai dari pengembangan program pertukaran budaya, kolaborasi pendidikan internasional, wisata edukasi berbasis peradaban Islam, hingga program pemberdayaan masyarakat melalui jejaring global.

Di akhir sesi, setiap kelompok mempresentasikan rancangan program mereka secara singkat di hadapan narasumber. Presentasi tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk menguji kemampuan komunikasi, menyampaikan ide secara persuasif, sekaligus memperoleh masukan langsung dari para praktisi internasional.

Menariknya, hasil diskusi dan presentasi peserta tidak berhenti sebagai simulasi semata. Berbagai gagasan yang muncul akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pembahasan lanjutan pada hari terakhir Humaniora I-CAN 2026. Dengan demikian, peserta tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi juga sebagai aktor yang terlibat aktif dalam proses perancangan solusi dan pengembangan program global.

Melalui sesi ini,Humaniora I-CAN 2026 kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kompetensi mahasiswa yang tidak hanya memahami peluang internasional, tetapi juga mampu merancang inovasi, membangun kolaborasi, dan mengomunikasikan gagasan secara profesional di tingkat global. [bila/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait