
Beberapa tahun terakhir, dunia berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), otomatisasi, komputasi awan, big data, hingga Internet of Things perlahan mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, bahkan mengambil keputusan. Banyak pekerjaan yang dahulu dilakukan secara manual kini dapat diselesaikan oleh mesin dalam hitungan detik.
HUMANIORA – (14/9/2026) Ada banyak cara menghadirkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan kampus. Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memilih memadukan refleksi, sholawat, semangat berbagi, dan kebersamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Jumat (11/9/2026). Baca juga: Di Aula Fakultas Humaniora Gedung Y Ar-Rahim, dosen, tenaga kependidikan,
“Perjalanan bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tetapi tentang bagaimana kita menemukan diri di tengah lintasan waktu.” Ada sesuatu yang ajaib dari setiap perjalanan. Bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah transformasi batin. Malam sebelum keberangkatan, saya duduk menatap koper yang terbuka di lantai kamar. Di dalamnya, pakaian yang sudah dipilih
HUMANIORA – (11/9/2026) Di tengah perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI) yang semakin cepat, kemampuan beradaptasi menjadi kebutuhan. Namun, perubahan cara belajar, bekerja, dan menggunakan teknologi tidak boleh membuat sivitas akademika kehilangan fondasi nilai. Kompetensi harus terus berkembang, sementara integritas dan akhlak harus tetap menjadi pijakan. Baca juga: Pesan inilah
HUMANIORA – (11/9/2026) Integritas tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui nilai yang dihidupkan dalam keseharian. Semangat inilah yang diangkat Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (11/9/2026), dengan menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pijakan untuk memperkuat budaya akademik yang amanah, jujur, bertanggung
Ketika mendengar istilah Sastra Inggris atau Sastra Inggris, banyak orang langsung membayangkan novel-novel klasik karya William Shakespeare, Charles Dickens, Jane Austen, atau puisi-puisi yang dipenuhi bahasa indah. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa kuliah di Program Studi Sastra Inggris hanya berisi kegiatan membaca novel, menganalisis puisi, atau mempelajari tata bahasa
HUMANIORA – (10/9/2026) Pembelajaran Bahasa Arab di era modern tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan kaidah dan penyampaian materi di ruang kelas. Perubahan karakter pembelajar, perkembangan teknologi, serta kebutuhan komunikasi menuntut pengajar untuk terus memperbarui cara pandang sekaligus strategi pembelajarannya. Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pembukaan Perkuliahan Bahasa
HUMANIORA – (10/9/2026) Halo teman-teman, perkenalkan, namaku Khoirunnisa, mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Dalam tulisan ini, aku ingin berbagi pengalaman tentang sebuah perjalanan yang tidak pernah benar-benar kurencanakan, tetapi justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupku. Sebuah perjalanan jauh ke
Bahasa Inggris sering disebut sebagai bahasa internasional. Kita menjumpainya hampir di setiap bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, bisnis, teknologi, pariwisata, diplomasi, hingga hiburan. Tidak mengherankan jika banyak orang beranggapan bahwa kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan yang wajib dimiliki di abad ke-21. Baca juga: Namun, apakah kuliah di Program
HUMANIORA – (9/9/2026) Pengalaman internasional bagi mahasiswa tidak selalu harus dimulai dengan naik pesawat dan belajar di luar negeri. Atmosfer global juga dapat dibangun dari ruang kelas ketika mahasiswa bertemu dengan orang dari latar budaya berbeda, menggunakan bahasa Inggris secara langsung, bertukar gagasan, dan berani menyampaikan pandangannya (7/9). Baca juga: