HUMANIORA – (5/6/2026) Kemampuan menyusun gagasan dan mempresentasikannya secara meyakinkan menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda di era global. Tidak cukup hanya memiliki ide yang baik, mahasiswa juga dituntut mampu mengemas, mengomunikasikan, dan menawarkan gagasannya secara profesional kepada berbagai pemangku kepentingan.
Read too:
- Peserta I-CAN 2026 Susun Strategi Program Global Bersama Mitra dari Uzbekistan
- Asah Kemampuan Public Speaking, J. Mahameru Latih Peserta I-CAN 2026 Teknik Business Presentation
Kemampuan tersebut ditunjukkan oleh para peserta Humaniora International Career Access Network (I-CAN) 2026 pada hari terakhir pelaksanaan program, Kamis (4/6/2026). Setelah memperoleh pembekalan mengenai Effective Presentation dan Public Speaking dari J. Mahameru, M.Sc., M.Litt., para peserta mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi dan strategi pengembangan program internasional yang telah mereka susun selama kegiatan berlangsung.

Presentasi dilakukan dalam tiga kelompok besar yang masing-masing mengembangkan konsep dan strategi untuk program Umroh Uzbekistan, YOU-I Japan Internship Program, dan Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC). Kegiatan ini menjadi puncak dari proses pembelajaran yang tidak hanya menguji kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan perencanaan strategis.
Pada sesi presentasi, peserta tampil layaknya tim profesional yang menawarkan solusi dan strategi pengembangan program kepada calon mitra maupun pengguna. Mereka dituntut mampu menjelaskan latar belakang program, sasaran pasar, nilai unggul, hingga strategi implementasi yang realistis dan berkelanjutan.
Kelompok Umroh Uzbekistan misalnya, mempresentasikan strategi pemasaran yang menyasar segmen tenaga kependidikan, dosen, kepala sekolah, tokoh agama, hingga pejabat pemerintahan. Mereka menilai kelompok tersebut memiliki karakteristik yang sesuai dengan konsep wisata religi-edukatif yang ditawarkan.
Selain menyusun segmentasi pasar, peserta juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui aspek legalitas dan kualitas layanan. Berbagai strategi seperti penguatan izin resmi, integrasi sistem layanan, penyediaan asuransi kesehatan internasional, dokumentasi profesional, hingga program promosi berbasis referral dipaparkan secara sistematis dalam presentasi mereka.
Sementara itu, kelompok YOU-I Japan Internship Program mengembangkan strategi untuk memperluas akses mahasiswa dan alumni Indonesia terhadap peluang magang internasional di Jepang. Dalam paparannya, kelompok ini menunjukkan bagaimana program magang berbayar dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja internasional.
Peserta juga menghubungkan program tersebut dengan berbagai aktivitas internasional yang telah dikembangkan perguruan tinggi, seperti KKM Internasional dan I-SMASH. Melalui pendekatan tersebut, mereka berupaya menunjukkan bahwa pengalaman internasional dapat menjadi jalur strategis dalam membangun karier profesional di masa depan.
Adapun kelompok IBISRC menghadirkan konsep penguatan kemitraan akademik internasional melalui pengembangan jejaring riset dan kolaborasi ilmiah global. Mereka memetakan berbagai peluang kerja sama yang dapat dibangun melalui program fellowship, residensi akademik, konferensi internasional, hingga publikasi ilmiah bersama.
Bagi kelompok ini, IBISRC tidak hanya dipandang sebagai pusat kajian sejarah dan peradaban Islam, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk mempertemukan akademisi dari berbagai negara dalam membangun kolaborasi penelitian yang berkelanjutan.

Menariknya, seluruh presentasi disusun menggunakan pendekatan Affective Presentation yang telah dipelajari peserta pada hari sebelumnya. Pendekatan ini mendorong peserta untuk menyusun presentasi secara lebih terstruktur melalui pemetaan masalah, alasan pentingnya program, solusi yang ditawarkan, serta dampak yang dapat dihasilkan.
Ketua pelaksana Humaniora I-CAN 2026, Misbahus Surur, M.Pd., menjelaskan bahwa sesi presentasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam mengembangkan dan menawarkan sebuah program secara profesional.
“Peserta tidak hanya belajar teori tentang komunikasi dan jejaring global, tetapi juga mempraktikkan bagaimana menyusun ide, membangun strategi, dan menyampaikan gagasan secara persuasif. Keterampilan seperti inilah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja maupun dunia usaha saat ini,” ujarnya.
Melalui sesi ini, Humaniora I-CAN 2026 berhasil menghadirkan ruang belajar yang mengintegrasikan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam satu pengalaman yang utuh. Tidak hanya menjadi ajang pengembangan karier internasional, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan alumni untuk melatih diri menjadi profesional yang mampu berpikir strategis, berkomunikasi efektif, dan beradaptasi dengan tantangan global yang terus berkembang. [nad/Infopub]





