MIU Login

RIP Menjadi Kompas Transformasi UIN Malang, Rektor Tekankan Keselarasan Program

HUMANIORA(5/8/2026) Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP. menegaskan pentingnya penyelarasan seluruh program kerja dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Strategi Bisnis (RSB) sebagai fondasi penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta percepatan transformasi universitas menuju perguruan tinggi bereputasi internasional. Pesan strategis tersebut disampaikan melalui staf Rektor, Dr. Segaf, S.E., M.Sc., dalam Sharing Session bersama sivitas akademika Faculty of Humanities yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Fakultas Humaniora, Rabu (5/8/2026).

Read too:

Dalam paparannya, Dr. Segaf menjelaskan bahwa arah pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dituangkan secara komprehensif dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Tahun 2020–2044. Saat ini universitas memasuki fase kedua pengembangan, yaitu periode 2025–2029, yang mengusung tema “A Green Campus Toward Sustainable Development Goals”. Tema tersebut menjadi pijakan strategis bagi seluruh unit dalam merancang kebijakan, program, dan kegiatan yang mendukung pembangunan perguruan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Foto : Dr. Segaf, S.E., M.Sc., dalam Sharing Session bersama sivitas akademika

Menurutnya, konsep Green Campus tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan lingkungan fisik yang ramah lingkungan, tetapi juga mencakup transformasi tata kelola, peningkatan kualitas akademik, penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan budaya organisasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

“Seluruh arah pengembangan universitas telah dirancang secara sistematis melalui Rencana Induk Pengembangan. Dokumen ini harus menjadi acuan bersama sehingga setiap program yang dilaksanakan oleh fakultas maupun unit kerja bergerak menuju tujuan yang sama,” jelasnya.

Foto : Dosen dan tendik mengikuti Sharing Session

Lebih lanjut, Dr. Segaf menegaskan bahwa kebijakan universitas saat ini telah diselaraskan dengan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Strategi Bisnis (RSB) Kementerian Agama Republik Indonesia. Penyelarasan tersebut memastikan bahwa arah pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya mendukung visi universitas, tetapi juga selaras dengan kebijakan nasional dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan.

Sebagai bentuk implementasi, seluruh kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam 21 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi tolok ukur pencapaian universitas hingga tahun 2029. Setiap fakultas dan unit kerja diharapkan mampu mengintegrasikan indikator tersebut ke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program sehingga seluruh aktivitas institusi memiliki kontribusi yang terukur terhadap pencapaian target universitas.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Menurut Dr. Segaf, tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu berkontribusi di dunia kerja maupun masyarakat.

Selain itu, peningkatan prestasi mahasiswa juga menjadi indikator penting dalam penguatan reputasi institusi. Prestasi mahasiswa, baik pada tingkat nasional maupun internasional, dinilai sebagai cerminan kualitas pembinaan akademik yang dilakukan oleh setiap fakultas. Karena itu, seluruh unit didorong untuk terus menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya mahasiswa berprestasi, inovatif, dan mampu bersaing secara global.

Dr. Segaf juga mengingatkan pentingnya menjadikan roadmap, Renstra, dan RSB sebagai dokumen hidup yang menjadi rujukan dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan arah pembangunan akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki universitas dimanfaatkan secara optimal.

“Roadmap, Renstra, dan RSB bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi kompas yang mengarahkan seluruh langkah pengembangan universitas. Ketika seluruh unit bergerak dalam arah yang sama, pencapaian visi dan misi universitas akan berlangsung lebih efektif, konsisten, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Faculty of Humanities, pesan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat berbagai program transformasi yang sedang dijalankan. Pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, internasionalisasi program akademik, transformasi layanan digital, hingga pembinaan prestasi mahasiswa merupakan bagian dari kontribusi fakultas dalam mendukung pencapaian target universitas.

Forum Sharing Session berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Berbagai arahan yang disampaikan pimpinan universitas memberikan perspektif baru bagi sivitas akademika Faculty of Humanities dalam memperkuat mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta pengembangan mahasiswa menjelang dimulainya Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Melalui sinergi yang semakin kuat antara universitas dan fakultas, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang selaras dengan arah pembangunan institusi. Dengan menjadikan RIP, Renstra, RSB, dan Indikator Kinerja Utama sebagai pijakan dalam setiap langkah pengembangan, Fakultas Humaniora optimistis mampu memperkuat kontribusinya terhadap terwujudnya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang unggul, inovatif, dan berkelanjutan. [sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait