MIU Login

Bangun Budaya Kerja yang Harmonis dan Kolaboratif: Pesan Kepala Biro AUPK UIN Malang

HUMANIORA(5/8/2026) Keberhasilan sebuah fakultas tidak hanya ditentukan oleh kualitas kurikulum, kelengkapan sarana prasarana, maupun capaian akademik, tetapi juga oleh kekuatan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara harmonis, saling mendukung, dan terus berkembang bersama. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok perhatian yang disampaikan Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag., saat memberikan pengarahan dalam Sharing Session bersama sivitas akademika Faculty of Humanities, Rabu (5/8/2026).

Read too:

Dalam forum yang dihadiri pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, dan tenaga kependidikan tersebut, Dr. Muhtar menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan aset strategis yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap individu di lingkungan Faculty of Humanities memiliki potensi yang dapat menjadi kekuatan besar apabila dikelola melalui budaya kerja yang kondusif, saling menghargai, dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Foto : Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag., memberikan pengarahan dalam Sharing Session

Ia menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi semakin penting di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang. Perubahan kebijakan, transformasi tata kelola, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas layanan menuntut setiap institusi memiliki tim kerja yang solid dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Salah satu isu yang disorot dalam kesempatan tersebut adalah proses transisi sebagian dosen dan tenaga kependidikan dari status pegawai paruh waktu menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Dr. Muhtar, perubahan status tersebut bukan sekadar perubahan administratif, tetapi momentum untuk memperkuat profesionalisme, loyalitas, dan budaya kerja yang lebih baik di lingkungan universitas.

“Perubahan yang terjadi hendaknya menjadi semangat baru untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Kita harus menjaga dan merawat seluruh SDM yang ada di Faculty of Humanities karena merekalah kekuatan utama yang akan menentukan kemajuan fakultas maupun universitas,” ujarnya.

Foto : Peserta Dosen dan Tentik mengikuti Sharing Session

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap organisasi terdiri atas individu dengan latar belakang, karakter, dan kemampuan yang beragam. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi modal untuk saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama.

Karena itu, apabila terdapat kekurangan atau kelemahan pada diri seseorang, pendekatan yang harus dikedepankan bukanlah menyalahkan atau menghakimi, melainkan membina, mendampingi, dan menciptakan suasana kerja yang kondusif agar setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang.

“Kalau ada kekurangan dalam diri sumber daya manusia kita, mari kita bina bersama. Bangun suasana kerja yang kondusif dan harmonis sehingga setiap orang dapat bertumbuh. Jangan saling menjatuhkan, tetapi saling menguatkan karena kemajuan institusi lahir dari kebersamaan,” pesannya.

Dalam arahannya, Dr. Muhtar juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Faculty of Humanities sebagai “baiti jannaty“, sebuah rumah yang menghadirkan kenyamanan, ketenangan, dan kebahagiaan bagi seluruh warganya. Konsep tersebut, menurutnya, bukan sekadar ungkapan simbolis, tetapi mencerminkan budaya organisasi yang dibangun atas dasar saling menghormati, kepedulian, dan semangat kolaborasi.

Ia meyakini bahwa lingkungan kerja yang harmonis akan menciptakan iklim akademik yang sehat, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat komitmen seluruh sivitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat.

“Mari kita jadikan Humaniora sebagai baiti jannaty. Tempat di mana setiap orang merasa dihargai, didukung, dan memiliki ruang untuk berkembang. Dengan demikian, segala potensi yang dimiliki masing-masing individu, beserta kelebihan dan kekurangannya, dapat saling melengkapi demi kemajuan bersama,” tuturnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian positif dari peserta sharing session karena dinilai relevan dengan upaya Faculty of Humanities dalam membangun budaya organisasi yang adaptif dan berorientasi pada mutu. Di tengah berbagai perubahan yang berlangsung di dunia pendidikan tinggi, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem atau kebijakan yang diterapkan, tetapi juga oleh kualitas hubungan antarmanusia yang menggerakkan seluruh proses tersebut.

Bagi Faculty of Humanities, penguatan sumber daya manusia merupakan bagian integral dari strategi peningkatan kualitas kelembagaan. Berbagai program pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, penguatan budaya akademik, transformasi digital, hingga pembaruan tata kelola merupakan langkah nyata yang terus dilakukan untuk membangun organisasi yang profesional dan berdaya saing.

Semangat saling mendukung yang disampaikan Kepala Biro AUPK juga sejalan dengan komitmen Faculty of Humanities dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat. Setiap sivitas akademika didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjadi bagian dari ekosistem yang mampu menginspirasi, membimbing, dan menguatkan satu sama lain.

Melalui budaya kerja yang harmonis dan pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan, Fakultas Humaniora optimistis mampu memperkuat kualitas layanan akademik, meningkatkan produktivitas organisasi, serta mendukung pencapaian berbagai target strategis UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lebih dari itu, Humaniora terus menegaskan komitmennya untuk menjadi fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh sivitas akademika untuk tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi dan masyarakat. [sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait