HUMANIORA – (5/8/2026) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di kancah internasional. Muhammad Afif Alvino, mahasiswa English Literature Study Program semester lima asal Kota Malang, berhasil meraih penghargaan Most Expressive Storyteller pada ADIA International Student Competition 2026 kategori Storytelling yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab (ADIA) di Cirebon pada 16 Juli 2026.
Read too:
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Faculty of Humanities tidak hanya memiliki kompetensi bahasa Inggris yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan komunikasi yang ekspresif, kreatif, dan persuasif di panggung kompetisi internasional. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Humaniora sebagai fakultas yang konsisten melahirkan mahasiswa berprestasi dan berdaya saing global melalui penguatan kompetensi akademik maupun nonakademik.

ADIA International Student Competition merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan akademik, kreativitas, serta keterampilan komunikasi dalam bidang ilmu-ilmu adab dan humaniora. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun jejaring akademik dengan peserta dari berbagai institusi.
Pada kategori Storytelling, peserta ditantang untuk menyampaikan cerita secara komunikatif dengan memadukan penguasaan bahasa Inggris, teknik vokal, ekspresi, gestur, kreativitas, dan kemampuan membangun keterlibatan audiens. Oleh karena itu, penghargaan Most Expressive Storyteller diberikan kepada peserta yang dinilai paling mampu menghidupkan cerita melalui ekspresi dan penyampaian yang kuat, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif oleh para juri maupun audiens.
Keberhasilan Muhammad Afif Alvino meraih penghargaan tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing perlu diiringi dengan kemampuan komunikasi yang efektif. Dalam konteks pendidikan humaniora, keterampilan berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan secara meyakinkan, dan membangun komunikasi lintas budaya merupakan kompetensi penting yang terus dikembangkan melalui proses pembelajaran di Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora.
Prestasi ini menjadi representasi dari ekosistem akademik Faculty of Humanities yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga berani menguji kemampuan dalam kompetisi nasional maupun internasional. Melalui berbagai program pembinaan, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Bagi Afif, penghargaan yang diraihnya memiliki makna yang sangat berharga. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut sekaligus bangga karena kemampuan ekspresinya mendapatkan apresiasi langsung dari dewan juri.
“Saya merasa senang bisa mendapatkan sertifikat ini, dan saya juga merasa bangga bahwa juri merasa ekspresi saya yang paling bagus. Saya harap ini bisa membantu karier saya, dan ke depannya saya ingin mengikuti lomba-lomba seperti ini lagi,” ungkap Afif.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat mahasiswa Humaniora yang terus berupaya mengembangkan diri melalui berbagai pengalaman akademik dan kompetitif. Bagi Faculty of Humanities, setiap prestasi mahasiswa bukan sekadar penghargaan individual, melainkan bagian dari proses pembentukan lulusan yang adaptif, percaya diri, serta mampu berkompetisi dalam lingkungan global.
Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang internasional juga menjadi bagian dari komitmen Faculty of Humanities dalam memperkuat budaya prestasi dan internasionalisasi. Melalui pengalaman berkompetisi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengasah kompetensi profesional, memperluas wawasan, sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Prestasi Muhammad Afif Alvino diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani tampil di berbagai forum kompetisi, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai sarana meningkatkan kualitas diri. Semangat untuk terus belajar dan berprestasi merupakan modal penting dalam membangun lulusan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja dan masyarakat global.
Sejalan dengan visinya sebagai fakultas yang unggul, progresif, dan bereputasi internasional, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan komunikasi, kreativitas, dan karakter yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Berbagai prestasi mahasiswa menjadi bukti nyata bahwa Humaniora terus membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung lahirnya generasi berdaya saing global serta siap menjadi representasi terbaik Indonesia di panggung internasional. [sof/Infopub]





