MIU Login

FIBAA Konfirmasi Akreditasi Sastra Inggris Humaniora hingga 2030

HUMANIORA – (23/9/2026) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan langkahnya dalam membangun mutu akademik berorientasi internasional. FIBAA mengonfirmasi bahwa seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam prosedur akreditasi 22/148 Cluster 3 telah berhasil dipenuhi. Berdasarkan keputusan tersebut, program studi yang tercakup dalam prosedur itu memperoleh akreditasi untuk periode 12 Maret 2025 hingga 11 Maret 2030.

Read too:

Konfirmasi tersebut disampaikan Rebekka dari FIBAA melalui email setelah rapat FIBAA Accreditation and Certification Committee (F-ACC) pada Jumat, 18 September 2026. FIBAA mencatat tanggal tersebut sebagai jadwal resmi F-ACC 2026. F-ACC sendiri merupakan badan yang mengambil keputusan akhir setelah proses akreditasi atau sertifikasi FIBAA.

Dalam email yang diterima program studi, FIBAA menegaskan bahwa “all conditions imposed within the accreditation procedure 22/148 Cl. 3 have been successfully fulfilled.”

Pernyataan tersebut menjadi bagian terpenting dari kabar yang diterima English Literature. Artinya, proses yang dilalui tidak berhenti pada asesmen awal. Seluruh kondisi atau persyaratan yang ditetapkan dalam prosedur tersebut telah ditindaklanjuti hingga akhirnya dinyatakan terpenuhi. Bagi English Literature Study Program, keputusan tersebut memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan proses penjaminan mutu eksternal.

Dalam mekanisme akreditasi program FIBAA, evaluasi mencakup tujuan dan posisi program studi sastra inggris, standar dan prosedur penerimaan, isi dan struktur kurikulum serta konsep pembelajaran, lingkungan akademik, hingga sistem penjaminan dan pengembangan mutu. FIBAA juga memberikan perhatian pada dimensi internasionalitas dan employability.

Dengan demikian, pemenuhan persyaratan FIBAA dapat ditempatkan sebagai bagian dari upaya Sastra Inggris untuk memastikan bahwa pengembangan program tidak hanya bertumpu pada pencapaian administratif, tetapi juga pada evaluasi berkelanjutan terhadap proses pendidikan. Hal tersebut selaras dengan visi keilmuan Sastra Inggris Humaniora, yakni menjadi program studi yang unggul dan bereputasi internasional dalam mengembangkan integrasi keilmuan bahasa dan sastra Inggris dengan nilai-nilai Islam.

Konfirmasi FIBAA juga hadir pada tahun yang penting bagi perjalanan penjaminan mutu English Literature. Pada Januari 2026, program studi ini memperoleh Akreditasi Unggul BAN-PT berdasarkan SK Nomor 187/SK/BAN-PT/Ak/S/I/2026, berlaku hingga 26 Januari 2031. Akreditasi nasional dan proses FIBAA memiliki kerangka serta konteks masing-masing sehingga tidak dapat dipertukarkan. Namun, keduanya menunjukkan adanya proses evaluasi eksternal terhadap penyelenggaraan pendidikan Sastra Inggris.

Dalam konteks institusional, konsistensi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan mahasiswa, calon mahasiswa, alumni, mitra, dan masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di Faculty of Humanities. Capaian ini sekaligus memperluas cara memandang internasionalisasi. Reputasi internasional tidak hanya dibangun melalui mobilitas mahasiswa, kehadiran dosen atau akademisi asing, konferensi, dan kerja sama antaruniversitas. Ia juga membutuhkan budaya akademik yang terbuka terhadap evaluasi eksternal dan pengembangan mutu secara berkelanjutan.

FIBAA merupakan lembaga Eropa yang berorientasi internasional dalam penjaminan dan pengembangan mutu pendidikan tinggi. Standar akreditasi programnya antara lain mengacu pada Standards and Guidelines for Quality Assurance in the European Higher Education Area (ESG). Bagi Sastra Inggris, orientasi tersebut relevan dengan karakter keilmuan dan profil lulusan yang disiapkan untuk berbagai bidang, antara lain komunikasi, analisis, inovasi, serta praktik profesional. Situs resmi program studi juga menempatkan komunikator, analis, inovator, dan praktisi sebagai profil lulusan.

Artinya, kualitas program pada akhirnya tidak cukup tercermin pada status akreditasi. Mutu perlu hadir dalam kurikulum, proses pembelajaran, kapasitas dosen, layanan akademik, pengalaman mahasiswa, penelitian, hingga kemampuan lulusan mengaktualisasikan kompetensinya dalam masyarakat dan dunia profesional.

Dalam emailnya, FIBAA juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terbangun selama proses akreditasi dengan menyebut adanya “constructive cooperation throughout the accreditation process.” Apresiasi tersebut memperlihatkan dimensi kolektif di balik proses penjaminan mutu. Pemenuhan standar tidak berdiri pada satu individu, tetapi membutuhkan kerja program studi, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta berbagai unsur pendukung akademik.

Karena itu, konfirmasi akreditasi hingga 11 Maret 2030 lebih tepat ditempatkan sebagai pijakan untuk menjaga konsistensi kualitas daripada sebagai titik akhir. Bagi Faculty of Humanities, capaian Sastra Inggris turut memperkuat upaya membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka terhadap standar mutu, evaluasi eksternal, dan perkembangan pendidikan tinggi internasional.

Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan dalam prosedur 22/148 Cluster 3, Sastra Inggris Humaniora memperoleh momentum untuk melanjutkan penguatan mutu akademik sekaligus menerjemahkan visi bereputasi internasional ke dalam pengalaman pendidikan yang nyata. Pada akhirnya, makna terpenting dari rekognisi tersebut terletak pada keberlanjutannya: bagaimana mutu yang telah dinilai dan diakui terus hidup dalam pembelajaran, penelitian, layanan akademik, pengembangan mahasiswa, serta kualitas lulusan Fakultas Humaniora. [unr-sof/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait