MIU Login

Belajar Kompak lewat Tantangan, Peserta I-YES 2026 Jalani Outbound di Bedengan

HUMANIORA – (1/10/2026) Setelah tiga hari dipertemukan melalui forum akademik dan pertukaran budaya, peserta International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2026 memasuki pengalaman berbeda pada hari keempat. Kali ini, kebersamaan tidak dibangun melalui diskusi di dalam ruangan, melainkan lewat permainan, strategi, dan tantangan kelompok dalam kegiatan outbound di Bumi Perkemahan Bedengan, Selorejo, Dau, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026).

Read too:

Berada di tengah suasana alam terbuka, kegiatan mempertemukan peserta I-YES 2026, panitia, dan komunitas bahasa Inggris YapScape (English Speaking Community) dalam aktivitas yang dirancang untuk membangun interaksi lebih cair. Senam bersama menjadi pembuka sebelum peserta menghadapi serangkaian permainan yang menuntut komunikasi, kekompakan, hingga kemampuan memecahkan masalah secara bersama-sama.

Foto: Sejumlah peserta I-YES 2026 berdiskusi dan mempersiapkan perlengkapan sebelum menyelesaikan tantangan kelompok

Suasana kompetitif mulai terasa dalam permainan pertama. Peserta memainkan dadu untuk menentukan kelompok sebelum berhadapan dengan tantangan merangkai huruf menjadi kalimat yang benar dalam waktu satu menit. Kecepatan berpikir dan komunikasi menjadi penting karena setiap anggota harus menyatukan potongan informasi dalam waktu terbatas.

Namun, kompetisi berlangsung jauh dari kesan tegang. Tim yang belum berhasil menyusun kalimat dengan benar harus menerima hukuman ringan berupa coretan bedak di wajah. Hukuman tersebut justru memancing tawa dan mencairkan interaksi antarpeserta.

Memasuki agenda utama, peserta dibagi menjadi enam tim dengan nama yang mereka gunakan sepanjang permainan, yakni Monkey, Snack, Elephant, Blackstar, Lion, dan Kopiteam. Sebelum menghadapi tantangan, masing-masing kelompok terlebih dahulu menunjukkan identitas dan semangat tim melalui yel-yel.

Foto: Peserta I-YES 2026 bekerja sama menyelesaikan salah satu tantangan outbound di Bumi Perkemahan Bedengan.

Enam kelompok tersebut kemudian harus menyelesaikan tantangan pada tiga pos yang telah disiapkan panitia. Setiap permainan memiliki karakter berbeda, tetapi membawa kebutuhan yang sama: peserta tidak dapat menyelesaikannya seorang diri.

Pada pos pertama, permainan estafet bola dan mengisi pipa berlubang langsung membuat peserta berhadapan dengan tantangan air. Mereka harus mencari cara menutup lubang-lubang pada pipa sembari terus memasukkan air hingga bola di dalamnya dapat terangkat ke permukaan.

Di sinilah strategi tim mulai terlihat. Ada peserta yang bertugas menutup lubang, ada yang membawa air, sementara anggota lainnya berusaha memastikan proses berjalan secepat mungkin. Tantangan sederhana tersebut memaksa setiap kelompok membagi peran dan menemukan solusi dalam waktu singkat.

Keseruan berlanjut di pos kedua melalui permainan estafet bolpoin dan tebak gambar. Jika permainan sebelumnya banyak mengandalkan koordinasi fisik, pada tahap ini peserta ditantang menjaga fokus dan membangun komunikasi di antara anggota kelompok.

Foto: Peserta I-YES 2026 bekerja sama menyelesaikan estafet bolpoin dalam sesi outbound di Bumi Perkemahan Bedengan

Tebak gambar, misalnya, membuat setiap tim harus menerjemahkan informasi yang diterima menjadi jawaban bersama. Di tengah keterbatasan permainan, komunikasi yang jelas dan kemampuan memahami anggota tim menjadi bagian penting untuk menyelesaikan tantangan.

Pos ketiga kemudian menjadi tantangan terakhir melalui permainan menyentuh balon dan estafet sarung dengan balon air. Peserta harus memindahkan balon dari satu anggota kepada anggota berikutnya tanpa menjatuhkan atau memecahkannya.

Gerakan yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan koordinasi. Kecepatan saja tidak cukup. Peserta harus menyesuaikan ritme dengan anggota lain agar balon dapat terus berpindah hingga mencapai tujuan. Salah gerak dapat membuat seluruh strategi yang telah dibangun harus dimulai kembali.

Di balik tawa, wajah penuh bedak, permainan air, dan riuh yel-yel kelompok, rangkaian outbound membawa peserta pada pengalaman yang menjadi bagian penting dalam I-YES 2026. Peserta dengan latar bahasa dan budaya berbeda ditempatkan dalam situasi yang mengharuskan mereka bekerja menuju tujuan yang sama.

Kondisi tersebut membuat komunikasi lintas budaya berlangsung secara lebih alami. Mereka belajar menyampaikan gagasan, mendengarkan anggota kelompok, membagi peran, mengambil keputusan, dan mencari jalan keluar ketika strategi pertama tidak berjalan sesuai rencana.

Foto: Peserta I-YES 2026 menunjukkan antusiasme saat mengikuti rangkaian outbound di Bumi Perkemahan Bedengan

Pengalaman itu pula yang membuat outbound tidak semata menjadi agenda rekreatif. Permainan menjadi simulasi sederhana tentang kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, pembagian peran, dan pemecahan masalah. Nilai-nilai tersebut muncul bukan melalui materi yang disampaikan satu arah, tetapi melalui pengalaman yang harus dijalani bersama.

Kegiatan hari keempat ini sekaligus memberikan warna berbeda dalam perjalanan I-YES 2026. Setelah peserta berinteraksi melalui forum akademik, intercultural talk, kelas budaya, membatik, hingga tari tradisional pada hari-hari sebelumnya, alam terbuka menjadi ruang berikutnya untuk memperdalam hubungan yang telah terbentuk.

Rangkaian outbound kemudian ditutup dengan sesi foto dan pembuatan konten bersama. Pengumuman pemenang dari rangkaian permainan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan peserta setelah menyelesaikan seluruh tantangan.

Lebih dari siapa yang berhasil menjadi pemenang, pengalaman di Bedengan meninggalkan satu hal yang lebih penting. Peserta yang datang membawa bahasa, kebiasaan, dan latar budaya berbeda belajar bahwa sebuah tantangan menjadi lebih mudah ketika diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama.

Di tengah alam Bedengan, semangat I-YES 2026 untuk membangun dialog lintas budaya menemukan bentuknya dengan cara yang sederhana: bermain bersama, menyelesaikan masalah bersama, dan tumbuh menjadi tim bersama.[alv-unr/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait