MIU Login

Ajarkan Creative Thinking, J. Mahameru Tantang Mahasiswa Humaniora Berani Berpikir Out of The Box

HUMANIORA – (3/6/2026) Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan berpikir kreatif menjadi modal yang tak kalah penting dibandingkan prestasi akademik. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu menguasai teori, tetapi juga jeli melihat peluang, berani menawarkan solusi, dan menciptakan nilai baru dari berbagai tantangan yang dihadapi. Inilah pesan utama yang mengemuka dalam pelaksanaan Humaniora International Career Access Network (I-CAN) 2026 di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Read too:

Pesan tersebut disampaikan oleh J. Mahameru, M.Sc., M.Litt., pada hari pertama pelaksanaan Humaniora I-CAN 2026, Selasa (2/6/2026), melalui workshop bertajuk Building Your Career Network. Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Mahameru menegaskan bahwa kemampuan creative thinking merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja global yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, kreativitas tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Kreativitas justru lahir dari kemampuan melihat peluang yang mungkin tidak disadari orang lain serta keberanian memandang sebuah persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

“Banyak batasan sebenarnya hanya ada dalam pikiran kita sendiri. Ketika berani berpikir di luar kebiasaan, kita akan menemukan banyak peluang yang sebelumnya tidak terlihat,” jelas Mahameru.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, Mahameru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengajak mereka terlibat dalam berbagai diskusi interaktif dan permainan kreatif yang dirancang untuk memancing ide-ide baru. Suasana workshop berlangsung dinamis dan penuh antusiasme karena peserta diajak aktif mengeksplorasi cara berpikir yang lebih terbuka dan inovatif.

Selain membahas creative thinking, kegiatan juga diperkaya dengan sesi Breaking Through yang berfokus pada pengembangan jiwa kewirausahaan. Dalam sesi ini, peserta diajak mengidentifikasi peluang usaha dari persoalan sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai contoh diberikan, mulai dari layanan jasa titip (jastip), layanan antar jemput, konsep bisnis penginapan, hingga pengembangan aplikasi digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, peserta dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, solutif, komunikatif, dan adaptif. Mahameru menekankan bahwa pola pikir kreatif merupakan fondasi penting bagi lahirnya inovasi dan kewirausahaan yang berkelanjutan.

Program Humaniora I-CAN 2026 sendiri diikuti oleh 38 mahasiswa dan alumni terpilih yang telah melalui proses seleksi. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pelatihan intensif, pendampingan profesional, serta kesempatan membangun jejaring dengan praktisi dan mitra internasional.

Bagi peserta, sesi ini memberikan perspektif baru bahwa kesuksesan di era global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata. Kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil peluang menjadi faktor penting yang akan menentukan daya saing seseorang di masa depan.

Melalui Humaniora I-CAN 2026, Fakultas Humaniora terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar memiliki kompetensi global, jiwa inovatif, serta kemampuan membangun karier yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional. [nana/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait