HUMANIORA – (11/6/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Omani Research and Studies Centre, International Islamic University Malaysia (IIUM), Rabu (10/6/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi akademik, penelitian, publikasi internasional, serta pertukaran sumber daya keilmuan antara kedua institusi.
Read too:
- Prof. Rahmah di IASQRE 2026: Humaniora Menjadi Penjaga Makna di Tengah Ledakan AI
- Humaniora UIN Malang Gelar IASQRE 2026, Perkuat Kolaborasi Internasional dan Respons Akademik terhadap Era AI
Penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di ruang dekanat Fakultas Humaniora usai pelaksanaan International Academic Sharing for Quality Research Enhancement (IASQRE) 2026 yang digelar di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Batu. Dari pihak Fakultas Humaniora, penandatanganan dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, M.Pd., M.A., dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd., M.Ed. Sementara dari pihak IIUM Malaysia diwakili langsung oleh Direktur The Omani Research and Studies Centre, Prof. Dr. Rahmah binti Ahmad H. Osman.
Kerja sama ini menandai komitmen kedua institusi untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik, khususnya pada bidang bahasa, sastra, dan humaniora yang saat ini menghadapi berbagai tantangan baru di era transformasi digital dan kecerdasan buatan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika pendidikan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, pengembangan kualitas akademik tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas negara dan lintas institusi agar mampu menghasilkan inovasi serta kontribusi keilmuan yang lebih luas.
“MoU ini bukan sekadar dokumen kerja sama, tetapi menjadi fondasi untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap berbagai program bersama dapat segera direalisasikan, baik dalam bentuk penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, maupun publikasi internasional yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Halimi menyampaikan bahwa kemitraan internasional merupakan bagian dari strategi Fakultas Humaniora untuk meningkatkan daya saing akademik sekaligus memperluas akses dosen dan mahasiswa terhadap pengalaman global.
Menurutnya, kolaborasi dengan institusi bereputasi internasional akan membuka ruang pertukaran gagasan, penguatan kapasitas riset, serta pengembangan perspektif keilmuan yang lebih luas dan kontekstual.
“Kerja sama seperti ini sangat penting untuk mendukung internasionalisasi fakultas. Kami berharap dosen dan mahasiswa memperoleh lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan akademik internasional sehingga mampu memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, dan publikasi,” jelasnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional, pengembangan penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan berbagai program akademik yang mendukung penguatan kapasitas institusi.
Kerja sama ini juga menjadi tindak lanjut dari forum IASQRE 2026 yang menghadirkan Prof. Dr. Rahmah binti Ahmad H. Osman sebagai narasumber utama. Dalam forum tersebut, para akademisi mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan kajian bahasa dan sastra di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin memengaruhi dunia pendidikan dan penelitian.
Melalui penandatanganan MoU ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global. Kemitraan dengan The Omani Research and Studies Centre IIUM Malaysia diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program internasional yang mampu memperkuat reputasi akademik fakultas sekaligus meningkatkan kontribusi keilmuan Humaniora di tingkat dunia. [unr/Infopub]





