
Ketika mendengar kata laboratorium, sebagian besar orang langsung membayangkan ruangan penuh tabung reaksi, mikroskop, atau berbagai peralatan sains. Gambaran tersebut memang tidak salah, tetapi laboratorium tidak selalu identik dengan ilmu-ilmu eksakta. Baca juga: Di Fakultas Humaniora, laboratorium memiliki wajah yang berbeda. Ia bukan sekadar ruang yang dipenuhi perangkat belajar, melainkan
HUMANIORA – (31/8/2026) Reputasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai institusi yang melahirkan lulusan berdaya saing global kembali diperkuat melalui kiprah para alumninya di berbagai sektor strategis internasional. Salah satu prestasi membanggakan tersebut ditorehkan oleh Muh Imam Multazami, S.Hum., Lc., alumni angkatan 2016 yang saat ini berkiprah sebagai
HUMANIORA – (31/8/2026) Setelah mendapatkan pembekalan tentang strategi pemasaran digital, 11 mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki tahap berikutnya membuktikan kompetensi yang telah mereka pelajari melalui uji kompetensi Digital Marketing, Kamis (27/8/2026). Pada tahap asesmen ini, Khusnul Chotimah bertindak sebagai asesor yang menilai kemampuan peserta berdasarkan standar
Memilih program studi adalah salah satu keputusan penting yang akan menentukan arah perjalanan seseorang di masa depan. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan perubahan dunia kerja yang berlangsung begitu cepat, banyak calon mahasiswa mulai bertanya: apakah ilmu bahasa dan humaniora masih relevan? Jawabannya bukan hanya relevan,
HUMANIORA – (28/8/2026) Kemampuan digital saat ini tidak lagi cukup diukur dari kecakapan membuat konten atau mengoperasikan media sosial. Di balik sebuah kampanye digital yang efektif terdapat kemampuan membaca pasar, menentukan target audiens, membangun posisi produk, menciptakan nilai, hingga memilih strategi pemasaran yang tepat. Kompetensi inilah yang diperkuat Fakultas Humaniora
HUMANIORA – (27/8/2026) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui pengembangan kompetensi profesional yang melengkapi kemampuan akademik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan Service Excellence atau Pelayanan Prima yang diikuti 11 mahasiswa Fakultas Humaniora secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (26/8/2026).
Tidak banyak teknologi yang mampu mengubah kehidupan manusia secepat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah masuk ke hampir setiap aspek kehidupan. Kita menggunakannya untuk mencari informasi, menerjemahkan bahasa, membuat presentasi, menulis laporan, mengedit gambar, bahkan membantu mengambil keputusan dalam dunia bisnis. Baca juga: Perubahan
HUMANIORA – (27/8/2026) Kepakaran dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya hadir dalam pembelajaran dan pengembangan keilmuan di ruang akademik, tetapi juga mengambil peran dalam memastikan kompetensi dapat terhubung dengan standar profesi. Hal tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan dua dosen Fakultas Humaniora, Ahmad Ghozi dan Dien Nur Chotimah,
HUMANIORA – (26/8/2026) Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan dunia kerja, pertanyaan tentang masa depan ilmu humaniora semakin sering mengemuka. Apakah Sastra Arab masih relevan? Apakah kecerdasan artifisial akan mengambil alih pekerjaan penerjemah dan ahli bahasa? Dan ke mana program studi Sastra Arab harus bergerak agar
Memasuki dunia perkuliahan adalah salah satu fase penting dalam kehidupan seseorang. Bagi banyak mahasiswa baru, hari pertama di kampus dipenuhi rasa penasaran, semangat, sekaligus kecemasan. Mereka mulai mengenal lingkungan baru, bertemu dosen dan teman-teman dari berbagai daerah, serta membayangkan seperti apa perjalanan akademik yang akan mereka tempuh selama empat tahun