MIU Login

Lestarikan Folklore Lewat Seni Pertunjukan, Mahasiswa Sastra Inggris Humaniora Pentaskan Drama Musikal Bawang Merah Bawang Putih

HUMANIORA – (8/6/2026) Kreativitas mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali tampil memukau melalui pementasan drama bertajuk Bawang Putih & Bawang Merah: Before the Second Death. Pertunjukan yang digelar sebagai proyek akhir mata kuliah Basic Analysis of Drama ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menawarkan tafsir baru terhadap salah satu cerita rakyat populer Indonesia melalui pendekatan yang lebih reflektif dan humanis.

Baca juga:

Drama berdurasi 60 menit tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa semester empat di bawah bimbingan dosen pengampu, Whida Rositama dan Hafidhun Annas. Pementasan dipimpin oleh Faizatu Azzahra sebagai manager produksi dan Arina Sabilal Haq sebagai sutradara.

Mengadaptasi cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih yang berasal dari Riau, pertunjukan ini menghadirkan perspektif berbeda dari kisah yang selama ini dikenal masyarakat. Tokoh Sekar atau Bawang Merah ditempatkan sebagai pusat cerita yang memperoleh kesempatan kedua untuk kembali menjalani kehidupannya dan memperbaiki berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.

Dalam perjalanan hidup keduanya, Sekar mulai memahami bahwa sebuah kisah tidak selalu dapat dinilai dari satu sudut pandang. Ia belajar melihat penderitaan, luka batin, dan alasan di balik tindakan orang lain yang selama ini dianggap salah. Ketika berbagai kebenaran mulai terungkap, Sekar dihadapkan pada proses memaafkan, berdamai dengan masa lalu, dan menerima kenyataan dengan lebih bijaksana.

Sutradara drama, Arina Sabilal Haq, menjelaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan melalui pertunjukan ini adalah pentingnya memahami realitas dari berbagai perspektif.

“Tidak semua yang tampak buruk dari sudut pandang kita benar-benar buruk. Bisa jadi itu adalah cara seseorang bertahan hidup atau menghadapi luka yang tidak pernah bisa mereka ceritakan kepada orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, reinterpretasi cerita rakyat ini sengaja dihadirkan agar penonton dapat melihat kompleksitas karakter manusia secara lebih mendalam. Drama tidak hanya menampilkan konflik antara tokoh baik dan tokoh jahat, tetapi juga mengajak penonton memahami latar belakang yang membentuk tindakan setiap karakter.

Keberhasilan pementasan ini tidak lepas dari kerja keras tim produksi yang melibatkan sekitar 172 panitia mahasiswa. Meskipun proses persiapan hanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan, seluruh tim menunjukkan dedikasi tinggi demi menghadirkan pertunjukan yang berkualitas.

Arina mengungkapkan bahwa para pemain menjalani latihan intensif hampir setiap hari setelah perkuliahan hingga malam hari untuk mendalami karakter yang diperankan. Sementara itu, tim backstage juga bekerja secara terstruktur guna memastikan kelancaran teknis pertunjukan serta kenyamanan para tamu undangan dan penonton.

“Waktu persiapan memang cukup singkat, tetapi kami berusaha memaksimalkannya dengan latihan rutin dan koordinasi yang intens. Semua tim memiliki peran penting untuk memastikan pertunjukan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih dari sekadar tugas perkuliahan, pementasan ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan abad ke-21, mulai dari kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi tim, manajemen acara, hingga kreativitas dalam mengolah karya sastra menjadi pertunjukan yang hidup dan bermakna.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sastra Inggris tidak hanya mempelajari teori drama di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang memperkuat kompetensi profesional mereka di bidang seni pertunjukan, industri kreatif, dan pengelolaan produksi. Pementasan Bawang Putih & Bawang Merah: Before the Second Death sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran sastra dapat dihadirkan secara inovatif, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat melalui karya yang inspiratif dan reflektif. [faa/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait