
HUMANIORA – (23/2/2026) Mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuktikan dominasi bakatnya dalam seni olah kata dan logika berbahasa Arab. Delegasi muda dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) sukses mengamankan podium ketiga sekaligus membawa pulang penghargaan bergengsi Best Speaker dalam ajang kompetisi Munadzarah Ilmiyah (Debat
Oleh: Nur Hasaniyah* Hari keempat Ramadhan telah tiba. Setelah hembusan rahmat yang menyapa di hari pertama, kini jiwa kita memasuki fase yang lebih dalam: maghfirah, pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang melimpah ruah. Puasa bukan lagi sekadar penahanan nafsu, melainkan undangan terbuka untuk membersihkan hati dari noda masa lalu. Dalam
Oleh: Nur Hasaniyah* Bulan Ramadhan selalu hadir sebagai momen sakral bagi umat Islam, di mana puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana introspeksi diri dan penguatan spiritual. Dalam perspektif humaniora, khususnya bahasa dan sastra Arab, Ramadhan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga sumber inspirasi yang kaya
Oleh: Ustaz Tamim Mulloh, S.S., M.Pd. Setiap tahun Ramadhan datang dengan suasana yang hampir sama: masjid penuh, tilawah meningkat, linimasa media sosial dipenuhi ayat dan hadis. Namun ada satu pertanyaan yang menurut saya jarang kita jawab dengan jujur: apakah Ramadhan benar-benar mengubah kita? Baca juga: Bagi saya, Ramadhan bukan sekadar
HUMANIORA – (20/2/2026) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memacu akselerasi mutu akademiknya. Sebagai langkah konkret dalam proses pemutakhiran kurikulum, Prodi BSA menggelar sesi sharing pengembangan kurikulum bersama Dr. Djamaluddin Perawironegoro S.Th.I., M.Pd.I. dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (19/2/2026). Baca
Oleh: Ustaz H. M. Faisol Fatawi Seperti pada umumnya, Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam. Kehadirannya sungguh sangat didambakan. Bukan saja karena Ramadhan menjadi momentum dari salah satu bulan yang dimuliakan dalam agama Islam, tetapi secara kultural telah melahirkan praktik budaya penyambutan yang beragam di tengah masyarakat.
HUMANIORA – (18/2/2026) Ramadhan sering dipahami sebagai bulan ibadah dalam pengertian ritual: puasa, tarawih, tilawah, dan zakat. Namun, bila dilihat melalui lensa humaniora, Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual individual, melainkan peristiwa kebudayaan, etika, dan kemanusiaan yang menghadirkan transformasi sosial. Humaniora—yang mencakup kajian tentang manusia, makna, nilai, bahasa, sejarah, dan budaya—mengajak
HUMANIORA – (18/2/2026) Di tengah meningkatnya konflik global, krisis kemanusiaan, dan ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, peran ilmu-ilmu humaniora kembali menemukan relevansinya. Ketika perang, kekerasan, dan ketidakadilan sosial menjadi berita harian, pendekatan kemanusiaan—yang berakar pada nilai, etika, bahasa, budaya, dan sejarah—menjadi kunci untuk memahami sekaligus merespons realitas global secara