MIU Login

Daftar Artikel

Mengapa Memilih Penelitian Kualitatif?

(Tulisan ke-9) Mudjia Rahardjo Seorang peneliti memilih suatu metode tertentu selalu berdasarkan filsafat yang melandasinya. Misalnya, metode penelitian kualitatif tak dapat dipisahkan dari pandangan filsafat tentang manusia. Sebagaimana telah diungkap di awal naskah ini, metode penelitian kualitatif berada di bawah payung paradigma interpretivisme. Meminjam ungkapan Liliweri (2018), paradigma ini berpendekatan

Bagaimana Menulis Latar Belakang Penelitian yang Baik?

(Tulisan ke-8) Mudjia Rahardjo Setelah menemukan masalah yang akan diteliti, seorang peneliti selanjutnya menulis latar belakang masalah penelitian. Melalui latar belakang, peneliti akan menyampaikan pikiran atau gagasan kepada orang lain. Keraf (1997:34) menyatakan bahwa tujuan tulis-menulis atau karang-mengarang adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta, perasaan, sikap dan isi pikiran kepada pembaca secara

Bagaimana Merumuskan Masalah dan Tujuan Penelitian Kualitatif?

(Tulisan ke-7) Mudjia Rahardjo Setelah berhasil menemukan masalah, tema atau topik  yang akan diteliti, selanjutnya peneliti menyusun rumusan masalah (research questions). Menemukan masalah dan selanjutnya merumuskannya merupakan tahap permulaan penelitian dari tahapan-tahapan yang lain dan diakui tidak mudah. Penelitian berawal dari masalah dan dilakukan untuk menjawab masalah. Memilih satu masalah

Bagaimana Menemukan Masalah Penelitian?

(Tulisan ke-6) Mudjia Rahardjo Semua penelitian berangkat dari masalah. Memilih masalah penelitian bukan pekerjaan mudah. Diperlukan keseriusan, renungan mendalam dan tidak tergesa-gesa, dan waktu yang cukup agar menghasilkan masalah yang berkualitas. Jangan sampai terjadi masalah yang diangkat sebenarnya bukan masalah atau sesuatu yang bisa dipermasalahkan orang lain. Masalah penelitian bukan

Bagaimana Ilmu Sosial dan Humaniora Bekerja?

Mudjia Rahardjo (Tulisan ke-2)   Selain pengelompokan sebagaimana pada tulisan sebelumnya, ada sebagian ilmuwan yang membagi ilmu pengetahuan berdasarkan kegunaannya menjadi tiga kelompok, yaitu ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu formal (Liliweri, 2018: 10). Pengelompokan bisa dilihat pada tabel berikut dengan memasukkan ilmu humaniora ke dalam kelompok ilmu sosial.  

Bagaimana Paradigma Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora?

Mudjia Rahardjo (Tulisan ke-3)   Pengalaman mengajar matakuliah metodologi penelitian di Program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktoral (S3) bertahun-tahun selama berprofesi menjadi dosen, saya memeroleh kesan umum matakuliah metodologi penelitian belum dipahami dengan baik oleh mahasiswa terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Umumnya mahasiswa mengambil matakuliah ini hanya untuk kepentingan

Apa Konsep Dasar Penelitian?

Mudjia Rahardjo (Tulisan ke-4)   Kata ‘penelitian’ sering diasosiasikan dengan kegiatan penyelidikan dalam disiplin ilmu-ilmu alam, seperti fisika, kimia, biologi, dan sejenisnya, sehingga seolah melupakan ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Padahal, banyak persoalan sosial tidak kalah menarik dan pentingnya dibanding gejala alam untuk dicari solusinya.  Seiring dengan kemajuan sains dan teknologi,

Apa Tujuan Penelitian?

Mudjia Rahardjo (Tulisan ke-5)   Sebagai makhluk berkesadaran, manusia melakukan suatu kegiatan tentu memiliki tujuan.  Demikian halnya dengan penelitian, terkandung beragam maksud atau tujuan dari kegiatan tersebut. Ada yang ingin meningkatkan karier profesinya, memeroleh bahan pertimbangan mengambil keputusan  tepat dan akurat atas suatu persoalan, memperbaiki sesuatu untuk menjadi lebih baik,

Apa itu Ilmu Sosial dan Humaniora?

  Mudjia Rahardjo (Tulisan ke-1) Berdasarkan objek kajiannya, para ahli membagi ilmu pengetahuan menjadi beberapa kelompok. Pengelompokannya bervariasi. Ada yang mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi dua, yaitu ilmu alam dan ilmu sosial, tiga kelompok, yaitu ilmu alam, ilmu sosial dan ilmu humaniora, dan empat kelompok, yaitu ilmu alam, ilmu sosial, ilmu