MIU Login

Daftar Artikel

Qiyamul Lail – Malam yang Hidup dalam Syair Tasawuf Arab

Oleh: Nur Hasaniyah* Hari kelima Ramadhan telah menyapa kita dengan kehangatan rohani yang semakin dalam. Setelah rahmat dan maghfirah yang mengalir di hari-hari sebelumnya, kini saatnya membangkitkan semangat قيام الليل (qiyām al-lail) – bangun malam untuk beribadah. Puasa siang hari melatih ketabahan fisik, sementara malam Ramadhan menjadi panggung bagi jiwa

Ramadan dan Pengendalian Diri

Oleh: Khafid Roziki* Ramadan sering dipahami sebagai bulan ibadah yang sarat nilai spiritual. Namun jika ditelaah lebih dalam, Ramadan juga merupakan ruang latihan pengendalian diri yang sangat sistematis. Puasa tidak hanya berbicara tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang bagaimana manusia mengelola dorongan fisik, emosi, dan hasrat sosialnya secara lebih

Sebulan untuk Pulang ke Hati

Oleh: A. Fahmi Fahrurrozi* Marhaban tiba Marhaban Tiba. Tiba-tiba Ramadan. Tiba-tiba Ramadan… Tentunya kita tidak asing dengan penggalan lirik yang keliru diucapkan oleh salah satu artis di tanah air. Sekilas memang seperti guyonan.tapi lihatlah justru dari situ banyak konten yang muncul. Yang semakin kreatif dan lucu. Banyak lagu-lagu spesial edisi

Ramadhan: Bulan ‘Pembakaran’ Dosa-dosa

Oleh: Makhiulil Kirom* Bulan suci Ramadhan senantiasa disambut dengan sukacita oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Ia dikenal sebagai bulan kemuliaan, keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah Swt. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa pada bulan inilah diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia (QS. al-Baqarah: 185), dan pada bulan ini pula diwajibkan

Puasa, Humaniora, dan Keseimbangan Kosmos

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah* Kita hidup di zaman yang gemar mengukur segala sesuatu dengan angka. Jurusan dinilai dari prospek kerja. Penelitian diukur dari hilirisasi. Bahkan minat dan bakat pun ditanya: “Bisa jadi cuan nggak? Ilmu-ilmu humaniora—sastra, bahasa, filsafat, sejarah, antropologi—sering ditempatkan di sudut ruangan dengan pertanyaan klasik: “Lulusannya jadi apa?”

Sunan Bonang: Dakwah yang Merangkul Bukan Menggusur

Oleh: Ahmad Ghozi* Di tanah Jawa, agama tidak hadir di ruang kosong. Ia tumbuh di atas lapisan kepercayaan dan kebudayaan yang lebih dahulu mengakar. Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Nusantara telah mengenal ritus, simbol, dan tata nilai yang membentuk cara mereka memahami kehidupan. Karena itu, ketika Islam hadir sebagai agama

Belajar Jadi Penghuni Surga dari Sahabat Anshar

Oleh: Arief Rahman Hakim* Puasa itu unik. Sangat unik. Kalau salat, orang bisa lihat kita berdiri dan rukuk. Zakat, orang bisa tahu kita memberi. Haji, apalagi—foto-fotonya bisa tersebar ke mana-mana. Tapi puasa? Siapa yang benar-benar tahu kita puasa atau tidak? Hanya dua: kita dan Allah SWT. Di zaman serba digital

Maghfirah yang Mengalir: Ampunan Allah dalam Irama Puisi Arab

Oleh: Nur Hasaniyah* Hari keempat Ramadhan telah tiba. Setelah hembusan rahmat yang menyapa di hari pertama, kini jiwa kita memasuki fase yang lebih dalam: maghfirah, pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang melimpah ruah. Puasa bukan lagi sekadar penahanan nafsu, melainkan undangan terbuka untuk membersihkan hati dari noda masa lalu. Dalam

Puasa: Puisi Jiwa yang Ditulis dengan Tinta Takwa (Ramadhan dalam Cermin Sastra Arab)

Oleh: Nur Hasaniyah* Bulan Ramadhan selalu hadir sebagai momen sakral bagi umat Islam, di mana puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana introspeksi diri dan penguatan spiritual. Dalam perspektif humaniora, khususnya bahasa dan sastra Arab, Ramadhan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga sumber inspirasi yang kaya

Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

Oleh: Ustaz Tamim Mulloh, S.S., M.Pd. Setiap tahun Ramadhan datang dengan suasana yang hampir sama: masjid penuh, tilawah meningkat, linimasa media sosial dipenuhi ayat dan hadis. Namun ada satu pertanyaan yang menurut saya jarang kita jawab dengan jujur: apakah Ramadhan benar-benar mengubah kita? Baca juga: Bagi saya, Ramadhan bukan sekadar