MIU Login

Perkuat Internasionalisasi, Humaniora UIN Malang Sambut Delegasi Zintan University Libya

HUMANIORA – (7/7/2026) Reputasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tingkat internasional kembali mendapat pengakuan. Melihat potensi akademik, kualitas pengembangan keilmuan bahasa dan sastra, serta kiprah Humaniora dalam membangun jejaring global, Zintan University Libya menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Humaniora. Penjajakan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Kerja Sama yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (7/7/2026).

Baca juga:

Pertemuan ini menjadi langkah awal kedua institusi dalam membangun kemitraan internasional yang berorientasi pada penguatan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas akademik, serta pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa di tingkat global.

Dari Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., didampingi jajaran dekanat, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Ketua Program Studi Sastra Inggris, serta para dosen Fakultas Humaniora.

Sementara itu, delegasi Zintan University Libya dipimpin oleh Dr. Salem Ghoumah, Ketua Departemen Sejarah; Dr. Abdulkhaliq Al-Aswad Omar, Ketua Departemen Psikologi Fakultas Sastra; Mr. Nasser Ahmad Al-Hamrouni, Ketua Departemen Studi Islam Fakultas Sastra dan Ilmu Pengetahuan Badr; Dr. Ali Khalifah Al-Julaidi Shihah, Dekan Fakultas Sastra Badr; serta Dr. Fathi Muhammad Hawwas, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sastra dan Ilmu Pengetahuan Badr, bersama sejumlah pimpinan fakultas lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Faisol menyampaikan apresiasi atas ketertarikan Zintan University untuk menjalin kerja sama dengan Fakultas Humaniora. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas jejaring akademik global.

Sebagai langkah konkret, Prof. Faisol mengusulkan penyelenggaraan konferensi internasional secara daring yang berfokus pada kajian bahasa dan sastra. Selain itu, ia juga mengajak para dosen kedua institusi untuk membangun kolaborasi dalam penulisan artikel ilmiah bereputasi internasional sebagai bentuk sinergi pengembangan riset lintas negara.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Kolaborasi riset, publikasi internasional, hingga forum ilmiah bersama akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi global kedua universitas,” ujar Prof. Faisol.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memperkenalkan program Humaniora International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2026 yang akan diselenggarakan pada September 2026. Program ini merupakan kegiatan akademik dan budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam studi intensif selama satu minggu melalui perkuliahan, kunjungan budaya, kunjungan sekolah, hingga aktivitas lintas budaya bersama mahasiswa UIN Malang.

Prof. Faisol mengundang Zintan University untuk mengirimkan delegasi mahasiswa dalam program tersebut sebagai bagian dari upaya membangun interaksi akademik sekaligus memperkuat persahabatan antarbangsa melalui pendidikan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Humaniora, Dr. Halimi, M.Pd., memperkenalkan profil Fakultas Humaniora yang memiliki dua program studi, yakni Bahasa dan Sastra Arab serta Sastra Inggris, dengan kekuatan utama pada pengembangan bahasa, sastra, dan budaya. Ia juga menjelaskan bahwa Fakultas Humaniora mengelola sejumlah jurnal ilmiah bereputasi yang terbuka bagi kolaborasi publikasi internasional.

Dr. Halimi mengajak sivitas akademika Zintan University untuk aktif berpartisipasi dalam publikasi ilmiah bersama, seminar internasional, hingga pengembangan riset kolaboratif yang dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan reputasi akademik kedua institusi.

Selain itu, ia juga menawarkan program Lecturer Mobility, yaitu pertukaran dosen antara Fakultas Humaniora dan Zintan University. Program tersebut dinilai penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, memperkaya pengalaman mengajar lintas budaya, meningkatkan kompetensi akademik dosen, serta memperkuat internasionalisasi kurikulum dan jejaring keilmuan kedua perguruan tinggi.

Gayung bersambut, Dr. Fathi Muhammad Hawwas, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sastra dan Ilmu Pengetahuan Zintan University, menyambut positif berbagai gagasan kerja sama yang ditawarkan.

Menurutnya, kemitraan ini memiliki nilai strategis dalam membangun jejaring internasional sekaligus memperluas pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik antara Indonesia dan Libya.

“Kerja sama ini sangat baik dan penting untuk membangun jejaring serta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Kami berharap berbagai program yang telah didiskusikan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Ali Khalifah Al-Julaidi Shihah, Dekan Fakultas Sastra Badr Zintan University. Ia menilai kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kolaborasi internasional kedua institusi di masa mendatang.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global. Berbagai program yang dirancang, mulai dari konferensi internasional, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan mobilitas akademik, diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat reputasi Fakultas Humaniora sebagai fakultas berdaya saing internasional.

Kolaborasi dengan Zintan University juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan kajian bahasa, sastra, budaya, dan studi Islam. Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan Arab, Zintan University menjadi mitra potensial dalam memperkaya perspektif akademik, memperkuat kompetensi kebahasaan, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara yang semakin luas. Langkah ini sejalan dengan visi Fakultas Humaniora untuk terus menghadirkan pendidikan berkelas dunia dan melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan akar keilmuan humaniora. [al/Infopub]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait